CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
14


__ADS_3

"Makanya aku harus kabur sekarang. Selama aku kabur, dia bisa mengeksekusi siapapun yang dia mau."


Di tembok halaman belakang, Xiao Tan melihat ada tangga. Dia langsung saja menggunakannya untuk memanjat tembok pagar itu.


Sampai di puncak tembok, Xiao Tan pun pamit pada Jing Xin... tapi malah melihat Lian Cheng ada di sana.


"Kau mau kemana, Istriku? Kau naik ke sana untuk melihat pemandangan atau kau takut akan menjualmu ke rumah bordl?"


Xiao Tan cuma bisa diam sambil menahan kesal. Karena tak mendapat jawaban, Lian Cheng menduga kalau Xiao Tan berniat kabur pasti karena dia mau menemui seseorang. Dia mau menemui Menteri Qu (Ayahnya Tan Er) atau Pangeran Pertama?


"Aku rindu rumah. Jadi aku naik ke sini untuk melihat-lihat. Apa tidak boleh?"

__ADS_1


"Kuharap kau bisa menghentikan kebiasaan burukmu memanjat dinding, bahkan sekalipun kau merindukan keluargamu. Lagipula aku akan mengirimmu pulang besok. Apapun yang mau kau katakan pada Menteri Qu, bisa kau katakan saat itu."


Xiao Tan kaget mendengarnya, jelas tak senang harus pulang ke rumah itu lagi. Lian Cheng malas meladeninya lagi dan langsung pergi. Xiao Tan bingung, dia harus mencari cara untuk kabur sebelum dia pulang ke rumah.


Jing Xin berusaha membujuknya untuk tidak pergi. Xiao Tan mencari tempat tidur antik itu, kan? Kediaman ini sangat luas dan ada banyak kamar yang belum mereka jelajahi. Jika tempat tidur itu ada di kediaman ini dan Xiao Tan pergi, maka dia akan melewatkan tempat tidur itu.


Benar juga, sih. Tapi memikirkan pulang dan melihat kembali keluarga Qu, membuatnya merasa muak. Apa tidak ada cara biar dia tidak pulang?


Tidak bisa, karena mengunjungi orang tua setelah menikah itu tradisi. Jika dia tidak pulang maka kediaman Qu dan kediaman Pangeran ke-8 akan kehilangan martabat.


Bujukannya sukses. Xiao Tan pun akhirnya mau turun. Dia memutuskan lebih baik jadi pengecut dan menghindari masalah daripada dipukuli hanya demi menjaga martabat.

__ADS_1


Senang, Jing Xin membantu memegangi tangganya. Tapi Xiao Tan salah berpijak dan akhirnya jatuh menimpa Jing Xing.


Keesokan harinya, Yu Hao melapor kalau dia sudah mengirim seseorang untuk memberitahu Ibu Suri.


Yu Hao yakin kalau Ibu Suri pasti akan sangat senang. Tapi, dia memperhatikan Lian Cheng yang tampaknya tidak senang.


Sebagai cucu yang besarkan oleh Kakeknya, Lian Cheng menyadari kalau Kakeknya sepertinya kurang menyukai Ibu Suri. Lian Cheng sendiri pun kurang menyukai kepribadian Ibu Suri.


Tapi Ibu Suri selalu menyayanginya. Jadi dia tidak boleh mengecewakannya. Dan saat ini, satu-satunya orang yang bisa melawan Ayahanda Kaisar untuknya hanyalah Ibu Suri.


Tan Er datang tak lama kemudian dengan terus menundukkan kepalanya. Saat Lian Cheng tanya apakah dia tidak mau memandangnya, Tan Er beralasan kalau dia takut bersikap tidak sopan.

__ADS_1


"Kau sering berubah-ubah, Puteri. Pada malam pengantin kita, kau memintaku untuk buru-buru dan membuat banyak permainan untuk menghiburku. Tapi ada apa denganmu hari ini?"


Tan Er mengernyit gelisah menyadari bukan dirinya yang melakukan semua itu. Tidak bisa menjelaskan yang sebenarnya, Tan Er hanya meminta Lian Cheng untuk memaafkan semua tingkahnya yang memalukan itu.


__ADS_2