CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
28


__ADS_3

Xiao Tan kembali ke kamarnya dengan kesal. Jing Xin tanya bagaimana hasilnya dan Xiao Tan langsung membentaknya, "Buruk sekali! Aku hampir kehilangan nyawaku! Yah, Tuhan! Dosa apa yang telah kuperbuat sampai Kau menghukumku seperti ini?!"


Jing Xin berusaha menyemangatinya, mereka kan bisa memikirkan jalan lain. Tapi Xiao Tan terlalu frustasi dan langsung menjerit sekeras-kerasnya... lalu mendadak joget-joget alay sambil nyanyi lagunya Justin Beiber. Hahahaha!


Cemas melihat nonanya menggila, Jing Xin memberitahunya bahwa dia dengar, tempat tidur itu pernah dimiliki oleh seorang Pangeran di masa lalu yang terkenal memiliki kemampuan medis. Dia juga dengar kalau tempat tidur itu dibuat oleh seorang tukang kayu tua di luar kota.


Xiao Tan langsung berhenti menggila mendengar informasi itu. Kalau begitu, mereka bisa mulai dari tukang kayu tua itu, mungkin saja mereka bisa menemukan petunjuk. Dia pun memerintahkan Jing Xin untuk pergi mencari keberadaan tukang kayu tua itu besok.


Lian Cheng memanggil seorang pelayan yang mengaku kalau dia merasa Istrinya Pangeran memang agak aneh. Terkadang dia bersikap seperti nona bangsawan, tapi terkadang dia penuh semangat dan mengatakan banyak hal yang sulit dimengerti.


Salah seorang pelayan Tan Er mengatakan bahwa Tan Er menyukai pakaian tradisional berwarna lembut.

__ADS_1


Tapi pelayan lainnya bilang kalau Tan Er menyukai pakaian berwarna terang dan modelnya agak... pelayan ragu mengatakannya.


"Modelnya kenapa?"


"Pakaian model agak terbuka."


Lian Cheng sontak menggebrak meja dengan marah dan mengusir si pelayan. Teringat dua kepribadian istrinya yang memang sangat bertolak belakang, Lian Cheng heran yang mana kepribadiannya yang sebenarnya.


Yi Huai menyelinap masuk ke Perpustakaan Kerajaan yang saat itu sedang kosong.


Tak ada apapun di rak. Tapi saat dia mencoba mengetuk bagian bawah rak, dia mendapati salah satunya bergema lebih nyaring. Dia membukanya dan menemukan sebuah kertas di dalamnya.

__ADS_1


Tapi saat dia hendak mengambilnya, dia mendengar ada orang masuk. Yi Huai pun bergegas menutup laci rahasia itu dan menyembunyikan dirinya di bawah meja. Untunglah dia tidak ketahuan.


Begitu orang itu pergi, dia mengeluarkan kertas itu. Surat itu tertulis sebuah puisi yang pernah dibaca Xiao Tan sebelum dia pingsan dan terbawa ke masa lalu: Minum terus tapi tidak mabuk.


Yi Huai heran, ini tulisan tangan mendiang Kaisar. Tapi apa arti puisi ini? Apa mungkin ada hubungannya dengan Mutiara Penekan Jiwa? Dia memutuskan mengembalikan kertas itu ke tempat semula lalu pergi.


Lian Cheng sedang melukis sambil memberitahu Jing Xuan tentang istrinya yang kemarin menyelinap masuk ke kamarnya. Jing Xuan terkejut mendengarnya, apa dia sungguh mata-mata yang dikirim Menteri Qu dan Kakak Pertama mereka.


"Mungkin tidak. Xiao Xuan, hari ini kan ada pertunjukan bagus untuk dilihat." Ujar Lian Cheng.


Tepat saat itu juga, pelayan mengumumkan kedatangan Xiao Tan. Lian Cheng memberitahu adiknya kalau pemeran utama wanita untuk pertunjukan hari ini sudah datang.

__ADS_1


Jing Xuan menyapanya dan Xiao Tan langsung antusias melihat adik iparnya yang ternyata masih sangat muda dan sangat tampan. Sepertinya kualitas keluarga kerajaan mereka cukup tinggi.


"Berapa banyak hati gadis muda yang akan patah hati karenamu? Adik ke-14, bermainlah bersamaku saat kau sedang ada waktu." Kata Xiao Tan antusias. Semangatnya jelas membuat Jing Xuan tercengang.


__ADS_2