
Jing Xuan tak percaya, jelas-jelas dia melihat kotak milik Lian Cheng dikirim ke kediamannya Yi Huai. Tapi Kaisar malah membentaknya untuk diam.
Ibu Suri tidak terima. Jing Xuan sudah memberitahukan segalanya. Detilnya sangat jelas dan menurutnya, Jing Xuan tidak mengada-ada. Karena itulah, Ibu Suri menuntut diadakan penyelidikan lagi.
Tapi Kaisar menegaskan kalau dia sudah menyelidikinya dan menghukum para pemberontak itu. Urusan ini sudah selesai, jadi tidak perlu diselidiki lebih jauh. Ibu Suri juga tidak perlu mencemaskan masalah ini lagi.
Ibu Suri jelas kesal mendengarnya. "Demi melindungi Huai'er, kau membunuh mereka semua?"
"Ibunda! Hati-hati kalau bicara!"
Ibu Suri masih mau protes. Tapi Kaisar tegas menyudahi percakapan ini sampai di sini dan langsung pergi.
Xiao Tan dan Jing Xin mengintip keluar dari cela pintu dan melihat Lian Cheng berjalan ke sana. Xiao Tan langsung bersembunyi, berniat mengejutkan Lian Cheng. Tapi Lian Cheng tampak begitu sedih dan langsung medkap erat Xiao Tan.
__ADS_1
"Biarkan aku memlukmu sejenak."
Jing Xin tak enak melihat mereka dan buru-buru pergi dari sana. Xiao Tan jadi cemas, ada masalah apa?
Lian Cheng terus mendkapnya erat sambil meminta maaf, dia sudah membuat Xiao Tan menderita. Xiao Tan semakin bingung mendengarnya, kenapa dia berkata seperti itu?
"Ayahanda Kaisar akan menobatkan putera mahkota. Awalnya aku ingin membuat rencana dan memaksa Kakak Pertama untuk bertindak dan memanfaatkan itu untuk mengalahkannya. Kukira aku bisa melindungimu dengan baik. Tak pernah kusangka kalau aku terlalu percaya diri."
Xiao Tan menepuk-nepuk punggungnya dan berusaha menghiburnya. Dia kira ada masalah besar apa, ternyata cuma ini?
"Kau sungguh tidak menyalahkanku? Kau sungguh tidak merasa kalau aku ini tidak berguna?"
"Aku tidak menyalahkanmu. Kurasa... aku bisa memaafkanmu."
__ADS_1
Kedua penyihir memanggil Yi Huai untuk membicarakan rencana mereka selanjutnya. Tapi Yi Huai sedang kesal. Gara-gara mereka, reputasinya jadi hancur saat waktunya pemilihan putera mahkota.
Memang Kaisar tidak menghukumnya. Tapi semua orang berpikir kalau dialah yang memerintahkan percobaan perbunuhan Lian Cheng. Jadi rencana apa lagi yang mau mereka bicarakan dengannya?
Si penyihir pria tidak terima disalahkan. Yi Huai sendiri yang tidak cakap, tapi malah menyalahkan mereka. Kedua pria itu hampir saja bertengkar, tapi si wanita buru-buru mencegahnya.
Dia menasehati Yi Huai untuk bicara pada ayah mertuanya jika dia ingin menang kembali. Tuan Qu pasti akan mendukung Yi Huai sepenuhnya demi menjadikan Pan Er sebagai ratu.
Jika Yi Huai berhasil menjadi raja maka Mutiara Penekan Jiwa akan segera menjadi milik mereka. Dengan begitu, mereka akan sama-sama untung, kan?
Yi Huai pesimis. Memangnya apa yang bisa dilakukan ayah mertuanya itu? Si penyihir wanita meyakinkan bahwa ada sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh Tuan Qu.
Lian Cheng memberikan semangkok obat pada Xiao Tan. Tapi Xiao Tan ngotot tidak mau meminumnya. Lian Cheng berusaha membujuknya, ini obat untuk menjaga kesehatan. Jika dia tidak meminumnya, bagaimana orang-orang akan mempercayainya?
__ADS_1
Kalau begitu, Lian Cheng sendiri saja yang meminumnya. Tidak akan ada orang yang tahu kok. Baiklah, Lian Cheng sudah mau meminumnya. Tapi tiba-tiba saja dia mulai nakal menggodai Xiao Tan lagi.