CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
85


__ADS_3

Lalu pelayan itu memfitnah Jing Xin kalau dialah yang memecahkannya dan menamparnya. Sup bunga persiknya juga tumpah.


Xiao Tan sontak kesal mendengarnya, mereka berani membuat perkara, bahkan pelayannya pun berani sombong.


"Hanya karena macan belum menunjukkan keperkasaannya, mereka pikir aku Hello Kitty apa? Jing Xin, jangan khawatir. Aku pasti akan membantumu melampiaskan kemarahanmu ini."


Mereka sudah mau pergi mencari Qing Yun. Tapi ternyata Qing Yun muncul sendiri saat itu juga dan langsung melabrak Jing Xin yang dia tuduh memecahkan guci pemberian Ibu Suri yang merupakan peninggalan Kaisar terdahulu.


Apa yang dia lakukan itu namanya tidak menghormati Kaisar terdahulu. Jadi dia datang kemari untuk menghukum Jing Xin. Dia akan menghukumnya dengan berat dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalanginya.


Xiao Tan jelas tidak terima, Qing Yun baru di sini dua hari dan dia sudah berani bersikap arogan. Kalau memang vas itu begitu berharga maka seharusnya dia menyuruh pelayannya itu untuk menjaganya baik-baik.


Membawa vas itu keluar untuk dipamerkan, itu jauh lebih tidak menghormati Kaisar terdahulu dan Ibu Suri. Qing Yun tak peduli dan ngotot mau menghukum Jing Xin. Kedua pelayan Qing Yun bersiap maju.

__ADS_1


Tapi tepat saat itu juga, Lian Cheng muncul. Qing Yun langsung mengaduh ke Lian Cheng dan meminta Lian Cheng menghukum Jing Qin.


Tapi alih-alih membelanya, Lian Cheng langsung membentaknya untuk berhenti menggunakan nama Ibu Suri terus.


"Kau baru beberapa hari di sini dan kau sudah memberiku masalah. Apa kau berencana membuat rumahku kacau sebelum kau mau berhenti? Cepat minta maaf pada Istri Pangeran!"


Qing Yun jelas kaget dan kecewa mendengarnya. Tapi terpaksa dia meminta maaf pada Xiao Tan sambil menyuguhkan teh padanya.


"Apa? Aku tidak mendengarnya dengan jelas."


"Pertunjukan keramahtamahan yang munafik!"


Lian Cheng memperingatkan Qing Yun kalau ini cuma hukuman kecil. Kalau dia sampai berani membuat keributan lagi, maka hukumannya tidak akan semudah menyuguhkan teh dan meminta maaf.

__ADS_1


"Kelak, jangan sampai aku melihatmu di Kamar Salju ini lagi."


Begitu Qing Yun pergi, Xiao Tan langsung memeuk Lian Cheng. Qing Yun melihatnya dengan penuh amarah dan bersumpah untuk balas dendam.


Tentu saja yang dilakukan Qing Yun untuk balas dendam adalah dengan cara mewek dan mengadu ke Ibu Suri yang saat itu sedang menjamu Pan Er.


Dia menuduh Xiao Tan telah menyihir Lian Cheng sampai Lian Cheng tidak mau datang ke kamarnya di malam pengantin mereka.


Dia bahkan menuduh Jing Xin memecahkan vas pemberian Ibu Suri dan Xiao Tan meminta Lian Cheng untuk membelanya.


Dia merasa diperlakukan tidak adil. Karena itulah dia datang kemari untuk meminta Ibu Suri menegakkan keadilan untuknya.


Terprovokasi, Ibu Suri kesal merutuki Xiao Tan dan meyakinkan Qing Yun kalau dia tidak akan tinggal diam. Akan dia gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki angin jahat yang berpengaruh jahat di kediaman Pangeran dan Istana Dalam.

__ADS_1


Pan Er yang sedari tadi menyaksikan segalanya dalam diam, tiba-tiba punya ide bagus. Dengan sengaja dia mendekati Qing Yun sebelum kemudian mulai menghasut Qing Yun. Dia mengklaim kalau dia juga ikut marah saat dia mendengar cerita Qing Yun di dalam tadi.


__ADS_2