CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
82


__ADS_3

"Tapi Xiao Tan, aku tidak mau kau pergi."


"Kau ini cuma tidak mau tumbuh dewasa. Aku kan masih di sini."


Xiao Tan lalu duduk di atas batu dan mengusir Jing Xin dengan alasan meminta Jing Xin untuk mencarikannya bunga. Selama Jing Xin pergi, Xiao Tan mengeluarkan serulingnya dan mulai berlatih.


Anehnya, Xiao Tan yang biasanya tidak bisa memainkan alat musik, bisa memahami aransemen musik yang aneh itu dengan baik dan memainkan seruling itu dengan mudah. Benda pemberian si tua aneh itu memang luar biasa.


Tepat saat itu juga, Yi Huai muncul mendekatinya. Mengira Jing Xin yang kembali, Xiao Tan langsung ngomel-ngomel, dia kan sudah menyuruhnya untuk tidak kembali terlalu cepat. "Jangan khawatir, aku tidak akan bunuh diri kok."


Yi Huai berdehem dan saat itulah Xiao Tan melihat siapa yang datang. Xiao Tan bingung bagaimana menghadapinya dan akhirnya menyapanya dengan canggung, "Hai... Putra Mahkota, apa kabar?"

__ADS_1


"Tidak perlu bersopan santun. Kenapa Istri Pangeran Ke-8 tidak berada di kediamanmu untuk memulihkan diri, malah datang ke gunung dan tengah hutan liar ini?"


Lalu bagaimana dengan Yi Huai sendiri, kenapa dia datang kemari? Yi Huai menolak menjawab dan memaksa Xiao Tan menjawab pertanyaannya saja.


Berpikir untuk mempertemukan Yi Huai dengan Tan Er saja, Xiao Tan pun menggumamkan kebohongan. "Mo Lian Cheng, aku sangat membencimu, dasar bed*bah!"


Tan Er muncul saat itu juga dan langsung celingukan bingung melihat sekitarnya. Saat melihat Yi Huai, dia langsung menyapanya hormat. Yi Huai to the point menanyakan pendapat Tan Er tentang pernikahan keduanya Lian Cheng.


Tapi tentu saja Tan Er sekarang sudah tidak bisa mempercayainya lagi dan mengingatkan Yi Huai kalau dia adalah Istri Pangeran Ke-8 jadi lebih baik Yi Huai bersikap yang semestinya.


"Mo Lian Cheng hanyalah lawan yang kukalahkan. Dia tidak bisa mengalahkanku mendapatkan posisi Putera Mahkota. Kali ini juga sama, aku akan merebutmu darinya cepat atau lambat."

__ADS_1


"Lalu aku ini apa? Kenang-kenangan peperanganmu? Hanya demi kekuasaan, kalian berdua tidak peduli menempatkanku dalam situsi yang sulit. Kau jelas-jelas hanya memikirkan kekuasaan, bagaimaa bisa kau bilang kalau semua itu demi aku?"


Yi Huai berusaha mendekatinya sambil terus berusaha meyakinkannya. Tapi Tan Er langsung memalingkan mukanya. Yi Huai yang sekarang bukan lagi Yi Huai yang dia kenal dulu, dan dia juga bukan Qu Tan Er yang dulu.


"Cinta kita sudah pergi bersama dengan Mo Yi Huai yang dulu dan mereka sudah menghilang bersama-sama."


"Kau tidak berubah sama sekali. Selama bertahun-tahun ini, kau masih seharum dan menarik seperti bunga-bunga ini. Akan datang hari dimana aku akan merebutmu kembali."


"Saat bunga meninggalkan tanah, dia akan layu. Kalaupun dia masih wangi, dia tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi."


Jing Xin kembali saat itu. Tan Er pun langsung pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Malam harinya, Xiao Tan terus berlatih memainkan seruling itu dan tampak ada kekuatan sihir yang keluar dari seruling ajaib itu selama Xiao Tan memainkannya. Tapi lama-lama dia berhenti memainkannya, Hatinya malah tambah kesal semakin dia memainkannya.


__ADS_2