CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
109


__ADS_3

Yi Huai menghasut Ibu Suri dengan mengklaim kalau mereka bisa menyelamatkan nyawa Lian Cheng dengan menggunakan kekuatan Mutiara Penekan Jiwa. Itu adalah benda mistis yang bisa memperpanjang hidup seseorang.


Dia mengklaim bahwa Kaisar terdahulu mendapatkan benda itu secara kebetulan dan memperlakukan benda itu sebagai pusaka langka.


Ibu Suri mengaku kalau dia memang pernah mendengar tentang mutiara itu. Lalu di mana Mutiara Penekan Jiwa itu berada sekarang?


Yi Huai memberitahu kalau mutiara itu ada pada Tan Er sekarang. Tapi, mutiara itu punya kesadaran dan dia hanya akan mendengarkan satu tuan saja. "Jika Istri Pangeran Ke-8 mati, barulah mutiara itu bisa digunakan oleh Adik Ke-8."


Ibu Suri curiga, kenapa Yi Huai memberitahukan hal ini padanya. Yi Huai mengklaim bahwa terlepas dari kecurigaan Ibu Suri dan Lian Cheng terhadapnya, dia tetaplah Kakaknya Lian Cheng.


Biarpun mereka berbeda, tapi darah lebih kental daripada air. Dia tidak rela melihat adiknya mati. Ibu Suri langsung mempercayainya begitu saja. Jika Lian Cheng berhasil melewati krisis ini, dia pasti akan mengingat budi baik Yi Huai.


Ibu Suri langsung memanggil Xiao Tan dan to the point membahas pusaka yang baru-baru ini Xiao Tan dapatkan.

__ADS_1


"Berbagai wilayah memberikan banyak benda pusaka. Ibu Suri dan Kaisar pun memberi kami banyak hadiah. Pusaka apa yang Ibu Suri maksud?"


"Mutiara Penekan Jiwa."


Xiao Tan terkejut mendengar Ibu Suri tahu mengenai mutiara itu. Dia mengakui kalau dia memang memilikinya. Tapi jika Ibu Suri ingin melihatnya, maka sebaiknya dia mendatangi Lian Cheng, soalnya dia sudah menyerahkan mutiara itu pada Lian Cheng.


"Cheng'er? Apa Cheng'er baik-baik saja belakangan ini?"


"Sejak lukanya pulih, segalanya baik-baik saja."


"Cheng'er, dia... hanya akan hidup sampai umur 25 tahun."


Xiao Tan jelas tak percaya begitu saja. Tidak mungkin, tbuh Lian Cheng sangat kuat dan dia selalu makan dengan baik. Dia bisa hidup sampai seratus tahun tanpa masalah.

__ADS_1


Ibu Suri meyakinkan kalau dia tidak bercanda. Dia juga tak ingin mempercayainya. Tapi ini adalah apa dikatakan Kaisar terdahulu pada Kaisar yang sekarang sebelum beliau pergi.


Ibu Suri yakin kalau Xiao Tan pasti pernah mendengar tentang Kaisar terdahulu. Beliau sangat menyayangi Lian Cheng, jadi beliau tidak akan bicara sembarangan.


Xiao Tan tetap tak percaya. "Tidak mungkin. Entah perangkap apa lagi yang anda pasang untukku kali ini, tapi tidak seharusnya anda mengutuk Cheng Cheng seperti itu! Anda keterlaluan!"


"Apa kau mencintai Cheng'er?"


"Tentu saja. Dia satu-satunya pria yang kucintai dalam kehidupan ini!"


Baguslah. Terserah Xiao Tan percaya padanya atau tidak, tapi Ibu Suri tetap harus memberitahunya. Saat ini, hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Lian Cheng, yaitu Mutiara Penekan Jiwa.


"Mutiara Penekan Jiwa? Tapi itu ada di tangan Cheng Cheng."

__ADS_1


Ibu Suri memberitahu bahwa Mutiara Penekan Jiwa hanya akan menerima satu tuan saja. Dan hanya jika tuannya mati maka mutiara itu akan mencari tuan baru. Ibu Suri tidak akan memaksa Xiao Tan, dia akan memberi Xiao Tan waktu 3 hari untuk memikirkannya.


"Datanglah lagi setelah kau memikirkannya. Aku akan menyiapkan arak kematian untukmu."


__ADS_2