
Di tempat lain, kedua penyihir menemui Yi Huai dan mengutarakan niat mereka itu. Tapi biarpun Yi Huai rela melakukan apapun demi tahta, dia menolak jika harus mencelakai Tan Er.
Si pria langsung sinis, bukankah Yi Huai memang sudah menyakiti Tan Er beberapa kali? Lagipula Yi Huai pasti tahu kalau sekarang hati Tan Er sudah menjadi milik Lian Cheng.
"Wanita yang hatinya bisa berubah dengan mudah, aku tak percaya kalau kau tak bisa melepaskannya."
"TUTUP MULUTMU!"
Si wanita tetap tenang menghadapi Yi Huai. "Wanita milik orang lain dan tahtamu sendiri. Kurasa kau tahu mana yang lebih penting?"
Yi Huai mengakui kalau memang dia sendiri yang mendorong Tan Er ke Lian Cheng. Tapi dia menyalahkan mereka berdua sebagai penyebabnya. Jika saja dia tidak terpengaruh oleh mereka dan melakukan hal-hal yang menyakiti hati Tan Er, maka segalanya takkan jadi seperti ini. Semua ini salah mereka berdua!
__ADS_1
Si pria menyangkal. Yi Huai sendiri yang menginginkan bantuan mereka untuk mencuri tahta dan sekarang dia malah menyalahkan mereka berdua?
"Baiklah. Karena sudah jadi seperti ini. Mulai sekarang, aku tidak akan merepotkan kalian dengan urusanku lagi. Jika kalian berdua melakukan sesuatu untuk menyakiti Tan Er, maka jangan salahkan aku untuk berbalik melawan kalian tanpa ampun!"
Lian Cheng dan Xiao Tan pergi ke rumah Kakek Liu. Saat melihat Lian Cheng, Kakek Liu langsung antusias menyodok-nyodoknya. Dia senang melihat Lian Cheng sudah pulih. Lian Cheng pun berterima kasih karena Kakek Liu telah menyelamatkannya.
"Kau benar. Jika aku tidak menyelamatkanmu, konsekuensinya tak bisa dibayangkan."
Xiao Tan menyela mereka dan memberitahu Kakek Liu kalau dia sudah mendapatkan Mutiara Penekan Jiwa. Kakek Liu shock mendengarnya lalu tanya, apa Xiao Tan bisa menyentuh mutiara itu?
Kakek malah diam saja saking tercengangnya dengan kabar itu dan baru sadar saat Xiao Tan menegurnya. Kakek Liu menduga kalau itu mungkin ada hubungannya dengan Mutiara Penekan Jiwa.
__ADS_1
Mutiara itu memperkuat kekuatan Xiao Tan dan melemahkan kekuataan Tan Er. Jika Tan Er muncul, mungkin itu akan jadi semakin sulit.
"Gawat! Apa tak ada yang bisa kau lakukan?"
Kakek Liu mengklaim kalau dia tidak bisa melakukan apapun lalu ganti topik menanyakan perkembangan latihan Xiao Tan memainkan Seruling Pengembara Jiwa itu.
Saat Xiao Tan mengaku kalau dia tidak membawa seruling itu, Kakek Liu langsung mengomelinya. Itu benda penting, seharusnya Xiao Tan membawanya setiap saat. Xiao Tan meyakinkan kalau dia tidak membawanya hari ini saja.
Baiklah. Tapi jika lain kali Xiao Tan tidak bisa memainkan seruling itu dengan baik, maka Kakek Liu tidak mau lagi menjawab pertanyaannya. Baiklah, Xiao Tan berjanji akan latihan dengan baik lain kali.
"Tapi apa sebenarnya kegunaan Mutiara Penekan Jiwa itu?"
__ADS_1
Tapi Kakek Liu menolak menjawabnya sekarang, malah menyuruh Xiao Tan untuk latihan seruling itu dulu. Kalau dia sudah bisa memainkannya dengan benar, baru Kakek Liu akan memberitahunya.
Xiao Tan jelas kesal, tapi terpaksa dia menerima syaratnya. Lian Cheng pun pamit. Tapi begitu mereka berbalik pergi, Lian Cheng berbisik tentang Kakek Liu yang sepertinya menyembunyikan sesuatu. Dia yakin mutiara itu tidak sesederhana itu.