
"Mutiara Penekan Jiwa? Aku tak pernah mendengar benda semacam itu sebelumnya."
"Pangeran tak perlu tahu apa itu. Kami mendapat petunjuk bahwa Mutiara Penekan Jiwa ada di Perpustakaan Kerajaan. Pangeran hanya perlu mendapatkannya untuk kami."
"Perpustakaan Kerajaan bukanlah tempat yang bisa didatangi sesuka hati."
Tapi mereka yakin kalau Yi Huai memiliki kepintaran dan keberanian untuk melakukannya. Selain itu, mereka akan membantunya untuk membuat Perpustakaan Kerajaan menjadi miliknya. Yi Huai setuju, dia dengan senang hati bekerja sama dengan orang yang bisa diandalkan.
Xiao Tan menyelinap masuk ke ruang belajarnya Lian Cheng dan langsung kagum dengan design interior-nya, benar-benar megah, sungguh ketrampilan yang sangat bagus.
Novel-novel biasanya suka menceritakan tentang menculik pangeran ke dunia modern. Tapi menurut Xiao Tan, mending menculik tukang kayu, tukang kayu yang tampan.
"Di kehidupan berikutnya, aku akan memilih untuk terlahir di keluarga kaya, biar aku bisa main sepanjang hari, berpesta pora dan dikelilingi para pria tampan."
__ADS_1
Dia lalu membuka kamar tidurnya Lian Cheng dan langsung jelalatan melihat deretan guci antik yang berjejer di atas rak. Wah! Semua ini pasti mahal. Kalau dia membawa dua saja (ke dunia modern) untuk dilelang, dia bisa mendapatkan ratusan juta. Lalu dia bisa membeli beberapa rumah dan menjadi tuan tanah.
Dia sudah mau memilih. Tapi tunggu dulu, mending cari tempat tidurnya dulu. Itu yang lebih penting. Bisnis dulu baru bersenang-senang.
Dia menoleh dan langsung menemukan tempat tidur yang selama ini dicari-carinya itu. Tempat tidur yang entah bagaimana, membawanya ke dunia masa lalu ini.
Dia langsung lebay memblai tempat tidur itu. "Papa, mama! Akhirnya aku bisa pulang! Aku sangat merindukan kalian!"
Mendadak dia baru sadar, bagaimana caranya dia melakukan perjalanan waktu ini? Perasaan dia tidak punya sesuatu yang istimewa. Ataukah semua ini cuma mimpi dan semua ini akan hilang saat dia bangun nanti?
"Sebenarnya, aku ini cuma seorang cewek matre. Aku cinta uang dan pria. Aku tidak berbeda dari kebanyakan orang. Ah, sudahlah. Ayo coba saja."
Xiao Tan pun berbaring, memejamkan mata dan menghitung 1-2-3... dia membuka mata, tapi dia tetap di sana. Dia jadi bingung, kenapa tidak berhasil? Mungkin dia harus berbaring lebih lama.
__ADS_1
Dia berbaring kembali dan kali ini menghitung sampai lima. Tapi saat dia membuka mata, dia malah melihat Lian Cheng sudah ada di depan hidungnya. Xiao Tan sontak menjerit panik sambil mendorong Lian Cheng darinya.
"Bagaimana? Apa tempat tidurku nyaman?"
"Yang Mulia, apa yang kau lakukan di sini?"
"Ini kan kamarku, apa aku tidak boleh kembali ke kamarku sendiri?"
Xiao Tan berkata kalau dia lupa untuk mengatakan sesuatu hal yang penting pada Lian Cheng. "Sejak kecil, aku sering berjalan dalam tidur." (Pfft!)
Dia mengklaim kalau dia sering berjalan ke ruangan yang salah. Lian Cheng jelas tak percaya, kamarnya Xiao Tan dan kamarnya ini kan sangat jauh. Masa dia kebetulan berjalan sampai ke kamar ini?
Berpikir cepat, Xiao Tan mengklaim kalau kamarnya Lian Cheng ini punya aroma khusus. Dia cuma mengikuti bau itu dan berakhir di sini.
__ADS_1