
"Begini saja. Aku akan menanyaimu dan yang harus kau lakukan hanya mengangguk atau menggeleng."
Apa Tan Er sudah tahu tentang apa yang terjadi padanya dan Lian Cheng? Terus dia marah dan karena itukah dia ingin putus hubungan? Jing Xin mengangguk.
Jadi itu alasannya pakai selimut tebal itu? Untuk mencegahnya biar dia tidak muncul? Jing Xin menggeleng ragu... tapi akhirnya mengangguk juga.
Xiao Tan jelas kesal pada Tan Er. Hanya karena masalah sepeleh seperti itu saja, Tan Er tega melakukan ini padanya. Jing Xin berusaha menenangkannya dan meminta pengertiannya. Nonanya melakukan ini hanya karena dia marah dan tak punya pilihan lain.
"Dia tidak punya pilihan lain? Kurasa dia melakukannya dengan sengaja! Dia mau membunuhku! Qu Tan Er, aku tidak akan memaafkanmu kali ini!"
Yi Huai sedang membaca buku saat dia menyadari kedatangan dua penyihir itu. Dia langsung kesal mengingatkan mereka untuk tidak datang ke kediamannya.
Tapi mereka juga langsung balas mengkonfrontasinya karena mereka dengar rumor yang mengatakan kalau Lian Cheng mendapatkan Mutiara Penekan Jiwa. Yi Huai makin kesal mendengarnya, itu kan cuma rumor. Bagaimana bisa mereka bertindak begitu gegabah?
__ADS_1
"Tapi mutiara itu memang hilang dari tempatnya semula di kediaman Qu!"
"Mohon Pangeran sudi untuk pergi memastikannya."
"Aku punya rencanaku sendiri."
"Pangeran Pertama, jangan menyerah untuk mendapatkan tahta hanya karena kau kehilangan wanita yang kau cintai. Kau benar-benar akan kehilangan lebih daripada yang akan kau raih."
Dua hari sudah Xiao Tan melek hanya supaya dia tidak berganti jadi Tan Er. Bahkan sekalipun dia sudah terkantuk-kantuk dan beberapa kali hampir roboh, dia tetap memaksa matanya untuk tetap membuka. Jing Xin sampai cemas melihatnya.
Ternyata Xiao Tan meminta bantuan Yi Huai untuk mencarikan tukang kayu tua itu atas nama Tan Er.
Dan dalam surat balasannya, Yi Huai memberitahukan informasi alamat tukang kayu tua yang dicari-cari Tan Er itu.
__ADS_1
Jing Xin langsung kesal menyadari Xiao Tan memakai nama Tan Er untuk minta bantuan Yi Huai.
Xiao Tan tak menyangka kalau Yi Huai bisa mendapatkan informasi secepat ini. Sepertinya dia rela melakukan apapun yang diminta Tan Er.
"Tapi Xiao Tan kalau kau benar-benar pergi, lalu bagaimana dengan Pangeran ke-8?"
Xioa Tan malas membahas masalah itu sekarang dan mengajak Jing Xin pergi mencari tukang kayu itu. Dia bahkan tidak kuat berdiri, tapi tetap ngotot untuk pergi.
Tak lama kemudian, mereka sudah tiba di alamat si tukang kayu. Tapi rumah itu tampak seperti rumah yang tak berpenghuni. Yakin ini alamat yang benar? Jing Xin yakin benar, alamat rumah ini yang tertulis dalam surat itu.
Xiao Tan mau masuk, tapi tiba-tiba saja dia berpaling ke Jing Xin dan tanya apakah dia merasa ada yang mengikuti mereka. Jing Xin sontak celingukan cemas, jangan menakutinya.
Xiao Tan pun mencoba mengetuk pintu rumah itu, tapi tak ada jawaban. Akhirnya dia membukanya sendiri dan mendapati rumah itu memang rumah kosong dan tampak seram. Yi Huai yang sedari tadi sudah menunggu, langsung menampakkan dirinya.
__ADS_1
Sepertinya dia mengira Xiao Tan mencari alamat tukang kayu hanya sebagai alasan biar mereka bisa bertemu. Xiao Tan kesal, dia serius mencari tukang kayunya, di mana dia?