CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
37


__ADS_3

Xiao Tan langsung mendorongnya dan menamparnya. Berani sekali Lian Cheng menc**mnya. Xiao Tan tidak terima, dia mau kompensasi!


"Kompensasi? Kompensasi macam apa yang kau inginkan?"


"Surat cerai! Berikan aku surat cerai!"


Tapi Lian Cheng malah nakal memperhatikan tbuh Xiao Tan. Apa Xiao Tan begitu menginginkan surat ceria?


"Tentu saja! Kau tahu tapi masih tanya!"


Lian Cheng bisa saja memberinya surat cerai, tapi ada syaratnya.


Apa yang Lian Cheng inginkan? Katakan saja! Tapi Lian Cheng malah diam saja sambil menatapnya dengan mata nakal. Xiao Tan sontak kesal, dia tidak akan menarik kata-katanya, kan?


"Aku selalu menepati ucapanku."


"Lalu apa yang membuatmu ragu?"


"Baiklah. Kau ingin surat cerai? Maka kau harus tdur bersamaku. Kalau kau membuatku puas, maka aku akan memberimu surat cerai."

__ADS_1


"Kau bilang apa? Katakan sekali lagi?"


"Sudah kukatakan sekali. Aku tidak akan mengulanginya. Kuberi kau waktu 3 detik untuk memikirkannya."


1... 2... 3... Xiao Tan masih tidak menjawab, Lian Cheng langsung beranjak pergi. Tapi Xiao Tan cepat-cepat mencegahnya.


Xiao Tan galau... tapi ini bukan tbuhnya, jadi tidak akan masalah. "Qu Tan Er, maafkan aku. Aku harus mendapatkan surat cerai itu agar aku bisa pergi dari tempat ini dan kembali bertemu orang tuaku."


Dengan tekad itu, Xiao Tan langsung menc**m Lian Cheng. Lian Cheng sontak melotot saking kagetnya. Tapi senyumnya perlahan mengembang dan mulai membalas c**man Xiao Tan... hingga mereka terjatuh ke rnjang.


Beberapa saat kemudian, Lian Cheng berpakaian kembali lalu beranjak pergi begitu saja. Xiao Tan buru-buru menuntut surat cerainya.


Xiao Tan jelas kesal sudah dibohongi. "Mo Lian Cheng! Dasar baj*ngan! Kau berani berbohong padaku?! Kaulah yang buruk, akulah yang tidak puas!"


Keesokan harinya, Jing Xin masuk kamarnya Xiao Tan sambil mengomel cemas... tapi malah mendapati Tan Er hendak gantung diri. Jing Xin sontak ketakutan melihatnya, apa yang terjadi? Kenapa Tan Er melakukan ini?


"Aku, Qu Tan Er, sudah tidka pantas hidup di dunia ini."


"Nona, apa yang membuatmu sangat marah? Turunlah dulu, kita bisa membicarakannya, kumohon!"

__ADS_1


Tan Er mengaku bahwa tadi setelah tabib memeriksa kondisinya, tabib malah mengingatkannya untuk tidak terlalu sering melakukan pelayanan tempat tidur.


Xiao Tan pasti menggunakan tubuhnya semalam. Karena itulah, Tan Er mau mati saja.


"Nona, Xiao Tan lah yang melakukan itu, bukan nona."


Tapi tetap saja Xiao Tan menggunakan tubuhnya dan reputasinya jadi tercela. Bagaimana bisa dia menyebut dirinya suci sekarang? Haruskah dia memberitahu semua orang bahwa ada wanita lain yang hidup di dalam dirinya?


Jing Xin meyakinkan takkan ada yang mengetahuinya selama Tan Er tidak mengatakan apapun. Lagipula Xiao Tan melakukan itu karena Lian Cheng mengiming-iminginya surat cerai jika dia mau melakukannya. Jika Xiao Tan bebas maka Tan Er juga bisa bebas.


Lagipula dia sekarang istrinya Lian Cheng. Jika Lian Cheng menginginkannya maka Tan Er tidak akan bisa menghentikannya. Sekarang Xiao Tan bersedia melayaninya demi Tan Er, jadi kenapa juga Tan Er ingin bunuh diri?


Tapi Tan Er malah jadi semakin sedih mendengarnya dan nekat gantung diri saat itu juga... tapi gagal gara-gara kainnya putus. (Wkwkwk! Aku kok malah ketawa sih?)


Tan Er menangis, miris dengan hidupnya yang sangat menyedihkan. Dia anak selir, di rumah dia disiksa dan di sini pun dia terhina.


Jing Xin mengingatkannya bahwa sekarang ada dua jiwa yang bersemayam dalam tubuhnya. Jadi jika Tan Er ingin mengakhiri hidupnya maka dia harus membicarakannya dulu dengan Xiao Tan.


"Sekarang aku bahkan tidak bisa membuat keputusan atas tubuhku sendiri."

__ADS_1


__ADS_2