
Xiao Tan panik mengejar Lian Cheng yang marah besar padanya. Dia mengakui kalau dia salah, tapi kan dia baik-baik saja.
"Kau baik-baik saja? Apa kau pikir hidupmu itu mainan anak-anak?! Apa kau bahkan memikirkan perasaanku? Kau bisa sekejam itu untuk meninggalkanku sendirian? Jika hari ini aku terlambat selangkah saja..."
"Cheng Cheng, biar kujelaskan dulu. Ibu Suri bilang kalau aku harus mati untuk menyelamatkanmu. Kau adalah suamiku. Kau cintaku satu-satunya. Bagaimana bisa aku melihatmu mati? Kalau kau mati, bagaimana aku bisa hidup?"
Lian Cheng langsung menutup mulutnya dengan c**man manis. "Mulai sekarang, jangan pernah berpikir untuk pergi dari sisiku. Ingat baik-baik. Di kehidupan ini dan keabadian, selama kau hidup, aku hidup. Jika kau mati, maka aku mati. Aku ingin bersamamu selamanya. Sampai akhir waktu, kita tidak akan pernah terpisahkan."
"Cheng Cheng, apa kau baik-baik saja? Kaisar pertama mungkin..."
"Jangan mengkhawatirkanku. Bagaimana bisa aku meninggalkanmu sendirian dan mati duluan?"
__ADS_1
Mereka berjalan pergi. Tapi tiba-tiba saja sekawanan prajurit menghadang mereka dengan pedang terhunus, lalu Yi Huai dengan tenangnya maju menghadapinya.
"Mo Yi Huai! Kau berani memberontak? Di mana Ayahanda?"
"Kau bahkan tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri, tapi masih mengkhawatirkan Ayahanda. Adik Ke-8, kau sungguh berbakti. Jangan khawatir, aku sudah menyuruh orang untuk mengawasi Ayahanda."
"Sebaiknya kau mundur dan lepaskan Ayahanda. Kau masih punya jalan untuk kembali. Jika tidak, aku tidak akan berbaik hati padamu."
Dia hendak menyerang lagi. Tapi Xiao Tan langsung memainkan Seruling Pengembara Jiwa dan seketika itu pula Yi Huai dan para prajurit langsung merasakan sakit kepala yang hebat.
Tapi Xiao Tan tiba-tiba berhenti dan seketika itu pula Yi Huai langsung menarik Xiao Tan ke para prajuritnya. Lian Cheng panik meminta Yi Huai melepaskan Xiao Tan. Tapi tentu saja Yi Huai menolak.
__ADS_1
Dia mau menyerang Lian Cheng lagi. Tapi untunglah Kakek Liu datang tepat waktu dan menyelamatkannya. Kakek Liu berusaha menyerang Yi Huai, tapi Yi Huai dengan mudahnya memukul mundur Kakek Liu.
Menyadari kekuatan besar Yi Huai, Kakek Liu memutuskan untuk menyelamatkan satu-satunya orang yang bisa dia selamatkan saat ini yaitu Lian Cheng. Dia langsung membawanya melayang pergi dari sana meninggalkan Xiao Tan di tangan Yi Huai.
Kakek Liu lalu menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menyembuhkan Lian Cheng. Untung saja kali ini lukanya Lian Cheng tidak sampai mengenai organ dalamnya. Dia akan baik-baik saja setelah istirahat beberapa hari.
Tapi tentu saja Lian Cheng tidak bisa tenang. Xiao Tan sekarang ada di tangan Yi Huai, dia harus menyelamatkan Xiao Tan. Dia mau pergi sekarang juga, tapi Kakek Liu mencegahnya dan mengingatkanya untuk tidak gegabah.
"Kita punya Mutiara Penekan Jiwa saat ini. Jadi Mo Yi Huai tidak akan melukai gadis itu dengan mudah. Jika kau gegabah menyelamatkannya, kau akan tertangkap dan gagal menyelamatkannya juga. Dan kemungkinan besar, kau akan kehilangan kesempatan terbaik untuk menyelamatkannya. Kau bodoh juga ternyata"
Selain itu, Yi Huai sekarang sedang kerasukan kekuatan jahat. Kemampuan bertarungnya luar biasa, bahkan Kakek Liu pun tidak bisa mengalahkannya. Jika tidak, dia pasti sudah bisa menyelamatkan gadis bodoh itu sekarang.
__ADS_1