
Sejak mereka kecil, Tuan Qu selalu lebih menyayangi Pan Er. Dia selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan. Lalu Pan Er kurang puas apalagi?
Pan Er mengakui bahwa sebagai putri keluarga Qu, dia memiliki segalanya. Tapi, Tan Er mencuri hal yang paling dia inginkan, yaitu Mo Yi Huai.
Sejak kecil, hal yang paling Pan Er benci adalah melihat wajah Tan Er yang menyedihkan itu. Dia terlihat seperti seseorang yang kalah darinya dalam banyak hal, seolah dia adalah orang yang paling patut dikasihani di dunia ini.
"Kau mencurinya dariku dan aku tidak akan pernah memilikinya apapun yang kulakukan."
"Jadi hanya karena ini, kau berniat membunuhku?"
"Karena ini, kau memiliki cinta Yi Huai dan cinta Mo Lian Cheng juga. Dan aku? Aku tidak memiliki apapun. Jika aku tidak bisa menyingkirkanmu dari hatinya maka yang bisa kulakukan adalah menyingkirkanmu dari dunia ini!"
"Tapi aku saudara kandungmu!... Baiklah, kau istirahatlah dengan baik. Aku tidak akan pernah datang lagi."
Tapi saat Xiao Tan mau pergi, Pan Er mengaku bahwa menyangkut insiden di teater itu, dia dan ibunya hanya bidak yang dimanfaatkan oleh orang lain.
__ADS_1
Dia hendak memberitahu Tan Er bahwa yang sesungguhnya ingin mencelakai Tan Er adalah Ibu Suri saat tiba-tiba saja sebuah senjata melesat begitu cepat dan menancap ke lehernya Pan Er.
Panik, Tan Er langsung memanggil Yu Hao dan menyuruhnya mengejar si pembunuh. Pokoknya dia harus menemukan siapa pembunuhnya.
"Tadinya aku ingin memperbaiki hubungan persaudaraan kalian demi Tan Er. Tapi tak pernah kusangka..."
Kasim Li datang menghadap Ibu Suri dan melaporkan tentang Pan Er yang sama sekali tak berubah sejak dia pulang, malah semakin memburuk saja kelakuannya.
Dia bahkan hampir saja mencelakai Ibu Suri, tapi Kasim Li sudah membereskannya sekarang.
"Selama Qu Tan Er masih hidup setiap hari, bagaimana aku bisa tenang?"
Sejak malam itu, Yi Huai sekarang sudah berubah total, bahkan penampilannya pun berubah dan tampak lebih jahat. Kedua penyihir menemuinya untuk mempertemukan Yi Huai dengan Raja Iblis.
Yi Huai langsung protes mengkritiki kedua anak buah si Raja Iblis yang tidak becus ini. Sekarang Mutiara Penekan Jiwa sudah jatuh ke tangan Lian Cheng. Tak ada yang bisa dia lakukan sekarang. Karena si Raja Iblis tahu banyak hal, kenapa dia turun tangan sendiri saja?
__ADS_1
"Putera Mahkota terlalu meremehkan diri sendiri. Kekuatanmu sekarang beda dari sebelumnya."
Dia membuktikannya dengan menyuruh kedua anak buahnya menyerang Yi Huai, dan Yi Huai langsung bisa mengalahkan mereka dengan cepat dan mudah. Raja Iblis berkata kalau dia tidak bisa bertindak sendiri, tapi dia sudah memberikan kekuatannya pada Yi Huai.
"Kurasa dengan kekuatanmu ini, tak ada yang tak bisa kau lakukan."
Yi Huai senang, sepertinya Mo Lian Cheng bukan tandingannya lagi sekarang. Tapi mutiara itu tidak berguna bagi Yi Huai. Jadi kenapa juga dia musti membantu Raja Iblis?
Raja Iblis mengingatkan kalau kekuatan yang Yi Huai miliki sekarang berasal darinya dan mutiara itu berguna untuknya. Yang artinya, mutiara itu juga akan berguna bagi Yi Huai.
"Lagipula, apa kau bisa tenang membiarkan Mo Lian Cheng menjaga Mutiara Penekan Jiwa?"
"Benar juga. Tapi sekarang mereka lebih waspada dari sebelumnya. Mencurinya dengan gegabah, pasti tidak akan berhasil. Sekarang, kita hanya bisa memasang perangkap dan mengambilnya diam-diam."
"Baiklah. Kami akan bertindak sesuai rencanamu."
__ADS_1