CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
73


__ADS_3

Jika benar ada kesalahpahaman di antara mereka dan mereka berdua jatuh ke dalam siasat orang-orang jahat itu hingga membuat hubungan mereka hancur, bukankah itu sangat disayangkan? Lian Cheng diam saja memikirkan ucapan adiknya itu.


Jing Xin mulai cemas karena Xiao Tan kembali juga. Dia langsung berkeliling mencari Xiao Tan atau Tan Er. Tapi saat melewati kolam, dia malah melihat jubah yang dipakai Xiao Tan mengambang di sana.


Jing Xin sontak jejeritan memanggil bantuan. Para pelayan langsung berdatangan dan bergegas menceburkan diri mereka ke dalam air untuk menyelamatkan Xiao Tan.


Jing Xin hanya bisa menangis tak berdaya, mengira Xiao Tan tercebur karena bunuh diri. Dia berusaha membangunkan Xiao Tan, tapi tak ada reaksi.


Begitu mendengar kabar itu, Lian Cheng langsung panik dan bergegas ke sana. "Tan Er, bangunlah! Masih ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu. Tan Er! Yu Hao! Panggil semua tabib istana di Dongyue!"


Tapi beberapa saat kemudian, Lian Cheng menendang Tabib istana keluar dengan penuh amarah karena dia tidak mampu menyelamatkan Xiao Tan.

__ADS_1


"Kalau Istri Pangeran tidak selamat, maka kalian semua akan dikubur bersamanya! Apa tak ada orang lain yang bisa menyelamatkan istriku?!"


Yu Hao melapor bahwa ada Tabib Gao yang baru saja kembali dari kampung halamannya. Tabib Gao pun segera memeriksa denyut nadi Xiao Tan. Tapi bahkan diapun tidak bisa merasakan denyut nadinya Xiao Tan.


"Yang Mulia, saat Puteri diselamatkan dari kolam, dia sudah tidak bernafas."


Lian Cheng bersikeras menolak diagosisnya. Kalau sampai istrinya mati, maka mereka semua pun harus mati.


Tepat saat itu juga, dari luar terdengar teriakan para pengawal yang sedang kewalahan mengejar seseorang. Lalu tiba-tiba saja ada seorang kakek tua yang melesat masuk dengan kecepatan super kilat dan baru berhenti saat menubruk Lian Cheng.


Saat para pengawal berhasil mengejarnya, mereka sontak mengancamnya dengan pedang. Tapi Kakek itu santai-santai saja menyingkirkan pedang-pedang itu dari lehernya sambil berkata, "Apa yang Pangeran Ke-8 tunda adalah waktu yang berharga untuk menyelamatkan Istri Pangeran Ke-8."

__ADS_1


Mungkin saking putus asanya, Lian Cheng langsung mempercayai Kakek itu dan mengusir semua orang. Tabib Gao panik berusaha meyakinkan Lian Cheng untuk tidak terpengaruh oleh penyihir itu. Tapi Lian Cheng tak peduli dan ngotot menyuruh semua orang keluar, termasuk Jing Xin.


Lian Cheng menanyakan identitas si Kakek. Tapi Kakek merasa identitasnya tidak penting sekarang ini, dia mau menyelamatkan nyawa istrinya atau tidak?


"Dia harus diselamatkan. Jika dia tidak ada di sini lagi, kebahagiaan apa lagi yang tersisa dalam hidupku? Lebih baik aku ikut mati saja."


Baiklah. Kakek menjelaskan bahwa caranya untuk menyelamatkan Xiao Tan adalah Xiao Tan dan Lian Cheng harus menandatangi kontrak darah hidup dan mati terlebih dulu. Hanya setelah mereka menandatangani kontrak darah ini, dia bisa memberikan kekuatan spiritual pada Xiao Tan.


Tapi dia juga memperingatkan Lian Cheng bahwa biapun dia memberikan kekuatan spiritual, Xiao Tan bisa bangun atau itu, itu tergantung keberuntungannya.


"Dan juga, begitu kalian berdua menyetujui perjanjian ini, jika satu orang mati maka yang lain juga akan mati."

__ADS_1


"Hidup dan mati bersama?"


__ADS_2