CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
102


__ADS_3

"Demi Qu Pan Er, Pejabat Qu rela memberikanku pusaka berharga keluarganya. Aku tidak tahu apa itu. Tapi itu adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh Putera Mahkota. Aku yakin kalau itu harus dilakukan demi memperjuangkan tahta. Kini saatnya mendapatkan pusaka itu dan memanfaatkan keluarga Qu demi keuntunganku."


Baiklah. Ibu Suri akhirnya malah mengalah dan melepaskan Pan Er. Tapi masalah kematian Qing Yun, Ibu Suri memerintahkan Kasim Li untuk memberitahu Kaisar untuk mengubur Qing Yun nanti.


Dia akan dianugerahi anumerta sebagai Puteri Istri Pangeran dan dia sendiri yang akan menenangkan seluruh keluarga Bangsawan Anle. Lian Cheng tersenyum puas mendengarnya.


Malam harinya, pelayannya Tuan Qu memberitahu majikannya bahwa Pan Er sudah dibebaskan dari tahananya. Tuan Qu begitu lega mendengarnya. Semua ini berkat Pangeran Ke-8. Berarti sekarang saatnya menyerahkan Mutiara Penekan Jiwa miliknya itu.


Pan Er kembali ke kediaman Putera Mahkota dan hanya disambut pelayan pribadinya. Pan Er heran apa yang sebenarnya terjadi, kenapa malah Pangera Ke-8 yang memohon pengampunan untuknya? Di mana Putera Mahkota?

__ADS_1


"Saya kurang jelas detilnya. Tapi saya dengar dari kediaman Qu bahwa Tuan Qu menggunakan pusaka berharga keluarga demi memohon ampun dari Pangeran Ke-8." Ujar si pelayan.


Pan Er langsung panik menyadari pusaka apa yang dimaksud itu lalu bergegas pergi ke kediaman Pangeran Ke-8. Tanpa mereka sadari, kedua penyihir sedang mencuri dengar semua pembicaraan mereka dari kejauhan.


Tuan Qu membawa 4 orang pria untuk menggotong sebuah kotak berat yang didalamnya berisi Mutiara Penekan Jiwa itu ke kamarnya Tan Er.


Setelah para pelayan disuruh pergi, Tuan Qu membuka kotak itu. Di dalamnya masih ada kotak kedua sampai Xiao Tan berpikir kalau Mutiara Penekan Jiwa itu pastilah sebesar bola.


Seketika itu pula mutiara itu bersinar merah lalu membuka dengan sendirinya, memperlihatkan sebuah kotak yang lebih kecil dan menyinarkan cahaya ungu yang sangat terang.

__ADS_1


Lian Cheng dan Xiao Tan tercengang melihat kotak kecil yang bersinar ungu itu. Tuan Qu lalu mengeluarkan kotak giok itu dan menaruhnya di meja. Dia memberitahu mereka bahwa ini adalah pusaka keluarga yang tak pernah diperlihatkan pada orang luar.


Mereka hanya bisa menyentuhnya melalui kotak pusaka ini dan hanya darah keluarga Qu yang bisa membuka kotak itu. Akan tetapi, Tuan Qu tak tahu bagaimana membuka kotak gioknya.


Dulu, pada masa pemerintahan Kaisar pertama (Kakeknya Lian Cheng), leluhur keluarga Qu memberikan pusaka ini kepada beliau dengan maksud agar pusaka itu disimpan secara diam-diam di Istana.


Lalu saat Kaisar pertama pergi mengembara, pusaka ini dikembalikan ke keluarga Qu dan menjadi rahasia keluarga Qu.


Xiao Tan bergerak mendekat, mau menyentuhnya. Tapi Tuan Qu langsung heboh mencegahnya. Di kotak giok itu ada segelnya. "Kau tidak boleh menyentuhnya! Mundur!"

__ADS_1


"Kenapa? Ini kan sudah jadi milikku?"


"Bukan cuma kau. Dari semua anggota keluarga, hanya aku yang bisa menyentuh kotak ini. Apa kau tidak ingat dulu kau pernah mencoba menyentuhnya waktu kau masih kecil? Kau jadi terluka parah. Sejak saat itu, aku menjaga kotak ini dengan ketat untuk mencegah kejadian itu terulang. Apa kau tidak ingat?"


__ADS_2