
Jing Xin datang membawakan kue tak lama kemudian. Berusaha menghibur Xiao Tan, Jing Xin usul bagaimana kalau mereka jalan-jalan keluar. Tidak mau! Dia tidak mau melihat pasangan pengantin baru itu memamerkan hubungan manis mereka.
Tapi dia penasaran, apa yang dilakukan Lian Cheng sekarang? Dia sedang minum-minum dengan para tamu, ujar Jing Xin.
Lalu bagaimana dengan raut wajahnya? Apa dia bahagia atau sedih? Hmm... sepertinya Lian Cheng lumayan senang. Dia bahkan bermain permainan tangan dengan beberapa orang.
Kesal, Xiao Tan langsung mengusir Jing Xin lalu mengutuki Lian Cheng dengan berbagai macam sumpah serapah. "Sekarang ini, Cheng Cheng pasti sudah masuk ke kamar pengantinnya. Aku akan menggambar lingkaran dan mengutukmu!"
Saking kesalnya, dia sampai tidak melihat Lian Cheng masuk. Mengira dia Jing Xin, Xiao Tan menggerutu kesal, kenapa dia masuk lagi?!
"Istriku, kemarahanmu besar sekali."
Xiao Tan langsung sumringah seketika... sebelum kemudian dia ingat untuk ngambek lagi.
Lian Cheng dengan manisnya memluk Xiao Tan dari belakang hingga senyum Xiao Tan pun kembali merekah.
__ADS_1
Lian Cheng ada di kamar Xiao Tan, lalu bagaimana dengan nasib si istri kedua?... Tentu saja sendirian menunggu pengantinnya yang tak kunjung tiba. Wkwkwk!
Lian Cheng memutar Xiao Tan ke arahnya lalu memakaikan kerudung merah di atas kepalanya.
Xiao Tan langsung kesal lagi dan melemparkan kerudung merah itu kembali ke Lian Cheng, mengira itu kerudung merah milik pengantin barunya Lian Cheng yang dia bawakan untuknya.
"Aku menyiapkan ini khusus untukmu. Aku ingin menyiapkan pernikahan kita sendiri."
Lian Cheng kembali memakaikan kerudung merah itu kembali lalu menggenggam kedua tangan Xiao Tan dan berkata.
Mereka pun melakukan upacara pernikahan berdua saja dengan memberikan penghormatan pada langit, pada leluhur, lalu saling memberikan penghormatan pada satu sama lain dan diakhiri dengan Lian cheng membuka kerudung merah pengantinnya.
"Kita jangan pernah terpisahkan lagi."
Lian Cheng mau menc**m pengantinnya. Tapi Xiao Tan buru-buru mendorong bibirnya menjauh. Ada yang harus dia katakan. Dia penasaran, apa yang terjadi dengan yang di sana jika Lian Cheng ada di sini?
__ADS_1
"Di sana, aku sudah menyuruh Jing Xuan untuk melakukan upacaranya menggantikanku." (Pfft!)
"Bagaimana bisa ada pengantin pria dobel? Bahkan di duniaku, kami tidak melakukan itu."
"Pernikahan dengan Qing Yun dianugerahkan oleh Ibu Suri. Jika seseorang harus melakukan upacaranya, maka biarkan saja Ibu Suri yang melakukannya. Tak peduli mau itu Zhao Qing Yun, Li Qing Yun atau Wang Qing Yun. Aku ingin melakukan upacara pernikahan hanya denganmu seorang dan bukan orang lain."
Xiao Tan tersenyum bahagia mendengarnya. Tapi dia masih bersikeras mau memperjelas sesuatu dulu. Di dalam dirinya ada dua orang. Yang satu adalah Qu Tan Er yang lembut dan santun. Dan yang satunya adalah dirinya sendiri yang berkulit tebal.
"Kau tidak mungkin menginginkan kedua kan?"
"Aku hanya menginginkanmu seorang dan aku hanya ingin menikahimu seorang."
Masih ingin menguji Lian Cheng, Xiao Tan pura-pura sakit kepala lalu pura-pura jadi Tan Er.
"Ini di mana? Apa yang kau lakukan? Pangeran, pria dan wanita tidak boleh sedekat ini. Aku Qu Tan Er. Lebih baik untuk menjaga jarak."
__ADS_1