
Ibu Suri jelas kesal mendengarnya, "Kau mungkin telah merayu Cheng'er. Tapi aku bisa melihat segalanya dengan jelas! Jika kau terus tinggal di kediaman Pangeran Ke-8, entah apa yang akan kau lakukan lagi pada Cheng'er!"
Ibu Suri memutuskan takkan memperpanjang masalah putera mahkota lagi. Tapi dia tidak bisa membiarkan Xiao Tan terus tinggal di kediaman Pangeran Ke-8 lagi. Xiao Tan mau pergi sendiri, atau dia yang harus memaksanya?
Xiao Tan mengingatkan Ibu Suri bahwa pernikahannya dengan Lian Cheng adalah perintah dari mendiang Kaisar, jadi dia tidak berani pergi begitu saja.
Ibu Suri kesal mendengar Xiao Tan mengancamnya dengan menggunakan titah kerajaan dan langsung menuduh Xiao Tan tamak, dia jelas-jelas menginginkan posisi Puteri Mahkota.
"Ibu Suri, tidak semua wanita berharap menjadi Istri Pangeran yang bodoh ini atau menjadi permaisuri yang bodoh."
__ADS_1
Kesal, Ibu Suri langsung memerintahkan para dayang untuk menampar Xiao Tan. Tapi tepat saat itu juga, Kasim Li datang untuk mengabarkan kedatangan Putera Mahkota.
Begitu Yi Huai masuk, Ibu Suri langsung sinis menyindir kehebatan siasat yang dipakai Yi Huai. Melihat Xiao Tan di sana, Yi Huai berusaha menyelamatkannya dengan memohonkan pengampunan untuk Xiao Tan.
Tapi Ibu Suri cepat menyela dan menyindir mereka, sebaiknya mereka menghindari kecurigaan. "Kau memohonkan pengampuan baginya di hadapanku? Apa kau tidak takut kalau Kaisar dan para pejabat istana akan mendengar tentang ini dan membuat posisi putera mahkotamu terancam?"
Tepat saat itu juga, kasim mengumumkan kedatangan Lian Cheng. Senyum Xiao Tan langsung mengembang seketika. Tanpa basa-basi, Lian Cheng meminta Ibu Suri untuk berhenti mempersulit keadaan istrinya.
Dia langsung menyeret Xiao Tan pergi dari sana. Yi Huai pun langsung undur diri. Ibu Suri benar-benar marah dengan kejadian ini dan langsung mengusir semua orang.
__ADS_1
Tapi kemudian, Kasim Li datang untuk memberitahunya bahwa ada seseorang menemukan sebuah bukti entah apa. Ibu Suri mempersilahkan orang itu masuk.
Seorang wanita bertudung lalu masuk membawakan lukisan kiriman Yi Huai pada Tan Er. Begitu melihat lukisan itu, Ibu Suri tampak memahami maknanya.
Tak lama kemudian, Kasim Li pergi menemui Lian Cheng untuk menyampaikan pesan Ibu Suri yang ingin bertemu Lian Cheng. Ibu Suri berkata bahwa ada hal penting yang mau beliau bicarakan dengan Lian Cheng.
Lian Cheng menolak dengan alasan kalau dia punya urusan lain yang harus dia urus. Tapi Kasim Li ngotot meyakinkan Lian Cheng bahwa apa yang mau Ibu Suri katakan itu masalah penting. Lian Cheng harus kembali ke istana bersamanya.
Lian Cheng akhirnya menurut dan pergi menemui Ibu Suri yang bertanya apakah pada hari pemilihan putera mahkota, apakah Lian Cheng pergi ke kediaman Qu? Lian Cheng berusaha menyangkalnya, tapi Ibu Suri tak percaya.
__ADS_1
Biarpun dia sudah tua, tapi dia bisa melihat dengan jelas kalau Yi Huai dan Tuan Qu membuat jebakan untuk Lian Cheng dan mungkin Tan Er terlibat dalam persekongkolan mereka. Jelas-jelas Tan Er tu mata-matanya Yi Huai.
"Nenek, mohon jangan membuat perkiraan yang tidak masuk akal. Tan Er orang yang polos dan naif. Dia tidak punya niatan untuk mencelakaiku."