CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
53


__ADS_3

Tapi tentu saja Lian Cheng dengan santainya menyingkirkan tangan Xiao Tan dan berbaring di sisinya sambil menatapnya dengan intens sampai Xiao Tan malu dibuatnya. Xiao Tan berusaha berbalik, tapi usahanya itu malah membuatnya mengernyit kesakitan.


Lian Cheng langsung membantunya bangkit dengan cemas. Lukanya Xiao Tan memang sudah diperban, tapi ia tetap harus memulihkan diri. Dia harus diperiksa tabib istana. Lian Cheng pun segera menyuruh Yu Hao untuk menyiapkan kuda.


Begitu tiba di rumah, Lian Cheng bergegas membpong Xiao Tan ke kamarnya. Tapi kedua selir malah menghalangi jalannya sambil ribut mencemaskan kejadian percobaan pembunuhan itu. Lian Cheng sontak kesal dan membentak mereka untuk minggir.


Tapi bentakannya itu membuat Xiao Tan terbangun dan protes, "Teriakanmu sangat keras, siapa yang bisa tidur kalau begitu? Turunkan aku."


Lian Cheng menolak, "Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Jangan pernah kau berpikir untuk pergi dari sisiku."


Lian Cheng bergegas membawa Xiao Tan masuk dan membaringkannya di tempat tidur. Dia lalu memberikan jubahnya untuk menyelimuti Xiao Tan dan menyuruh Jing Xin membantu Xiao Tan mandi.


Dia sendiri ada urusan dan akan kembali lagi nanti. Lian Cheng pun keluar dan Xiao Tan menatap kepergiannya dengan tersipu malu.

__ADS_1


Jing Xin memperhatikan, sepertinya ada yang berubah dalam hubungan Xiao Tan dan Lian Cheng. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua semalam?


"Tidak ada yang berubah," sangkal Xiao Tan.


Dia memberitahu kalau Yi Huai mengirim pembunuh, makanya dia tidak bisa tidur dengan nyenyak kemarin. Dan si bodoh Mo Lian Cheng itu malah menipunya hanya untuk membawanya ke sumber air panas. Lian Cheng itu jelas-jelas sudah merencanakannya dan sengaja menakutinya.


"Apa? Rumah sumber air panas? Jadi kalian berdua... Xiao Tan... kau...! Kau dan Pangeran tidak... tidak melakukan itu, kan?"


"Aiya! Apa sih yang dipikirkan otakmu itu? Aku ketakutan sepanjang hari, aku mana punya waktu untuk memikirkan hal semacam itu?"


"Dia itu sudah sangat menyedihkan. Ini salahku. Lain kali saat kau bertemu nonamu lagi, kau harus mewakiliku meminta maaf padanya. Bilang padanya bahwa mulai sekarang kita harus berhenti bertengkar."


"Xiao Tan, apa kau sungguh-sungguh?"

__ADS_1


Xiao Tan mengangguk sungguh-sungguh. Syukurlah, Jing Xin sungguh senang mendengarnya. Belakangan ini saat mereka berdua bertengkar, dia benar-benar sangat lelah karena mereka berdua.


"Baiklah, baiklah! Lain kali aku akan memberimu semua makanan enak. Anggap saja itu sebagai kompensasi untukmu." Janji Xiao Tan. Senang, Jing Xin pun pergi menyiapkan bak mandi untuk Xiao Tan.


Di luar, Lian Cheng memerintahkan Yu Hao untuk pergi ke balai pengobatan kerajaan dan bilang ke tabib kalau Tan Er terluka parah dan nyawanya dalam bahaya. Dia menginstruksikan Yu Hao untuk membuat keributan besar.


Xiao Tan hendak melepas lapis terakhir bajunya saat tiba-tiba saja Lian Cheng masuk lagi. Xiao Tan langsung protes, kenapa dia balik lagi? Jing Xin ke mana?


"Apa kau malu?"


"Semua wanita pasti akan malu."


"Aku sudah familier dengan setiap jengkal kulitmu."

__ADS_1


"Kau...!"


Lian Cheng tiba-tiba mendekat lalu tanya apakah dia bisa berakting pura-pura sakit? Tentu saja. Biarpun Xiao Tan tidak pintar dalam hal lain, tapi berakting sakit dan cuti adalah keahliannya.


__ADS_2