CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
11


__ADS_3

"Saat aku jadi aneh, kau harus mengingatkanku untuk menjaga sikapku dan ucapanku agar aku tidak melakukan sesuatu yang memalukan."


Dia juga memperingatkan Jing Xin untuk berhati-hati. Jika dia sedang gila, Jing Xing jangan sebut-sebut tentang hubungan antara Ayahnya dengan Pangeran Yi Huai... dan juga tentang hubungannya dengan Pangeran Yi Huai.


Tidak lama lagi Tan Er akan mengunjungi orang tuanya (pada hari ke-3 pernikahan, mempelai wanita akan mengunjungi rumah orang tuanya). Jika pada saat itu dia jadi gila, Jing Xin harus mengawasinya baik-baik.


Jing Xin tidak boleh membiarkannya melakukan sesuatu yang membuat Ayah dan Nyonya Qu marah. "Jing Xin, aku tahu kalau aku permintaanku terlalu banyak. Jika kau tidak bisa membedakan saat aku sedang gila atau tidak..."


Jing Xin langsung menyela. Dia bisa membedakannya kok. Misalnya jika Tan Er bilang kalau model rambutnya ini kuno, berarti waktu itu dia sedang gila.


Tan Er juga sedang gila jika dia mau alis model lurus alih-alih model melengkung. Juga saat Tan Er tak suka dipanggil 'Nona', dan lebih suka dipanggil 'Xiao Tan'.

__ADS_1


Jing Xin terus mengoceh menyebutkan berbagai perbedaan antara kedua kepribadiannya. Tan Er memandangi bayangan dirinya di kaca dan berpikir bahwa 'dirinya yang lain' mulai mendiami tubuhnya sekitar sebulan yang lalu.


"Dia itu apa? Iblis atau makhluk abadi? Kenapa dia bersikap sangat aneh? Apapun yang terjadi, aku harus berhati-hati."


Tiba-tiba dua wanita datang mengunjunginya. Ternyata mereka adalah selirnya Lian Cheng dan kedua-duanya sama-sama nyebelin. Belum apa-apa sudah cemburu dan sinis menyindir permaisurinya Lian Cheng.


Tapi kedatangan mereka ke sana memang sengaja direncanakan oleh Lian Cheng. Dia menginstruksikan Yu Hao untuk menyebarkan berita bahwa semalam dia membiarkan permaisurinya tidur sendirian. Dan sesuai prediksi, mereka berdua langsung pergi ke kediaman Puteri Permaisuri.


"Makhluk dan Bukan Makhluk tumbuh satu sama lain. Kelebihan dan kekurangan hanyalah perbandingan. Selalu ada dua sisi dalam semua hal. Kekurangan bisa menjadi keuntungan."


Pangeran Yi Huai pikir kalau dia punya mata-mata di mana-mana dan memiliki keuntungan dalam segala aspek. Tapi Lian Cheng akan bertindak sebaliknya. Dia akan menggunakan pionnya Yi Huai untuk menanganinya.

__ADS_1


"Anak harimau tidak bisa ditangkap tanpa memasuki sarang harimau. Aku tidak khawatir mereka memiliki hubungan, aku justru khawatir kalau mereka tidak memiliki hubungan."


"Pangeran begitu bijak. Aku sungguh mengagumi itu."


"Tetap awasi Puteri Permaisuri Qu. Kita bisa menangani Pangeran Yi Huai atau tidak, semua bergantung padanya."


Kedua selir memberi hormat dengan setengah hati pada Tan Er dan tak segan menyindirnya terang-terangan. Mereka heran, Tan Er begitu cantik, bagaimana bisa Pangeran Lian Cheng membiarkannya tidur sendirian di malam pengantin.


Kalau begitu apa gunanya jadi cantik? Kalau Lian Cheng tidak menyukainya, maka itu artinya dia biasa-biasa saja.


Tan Er tetap tenang menghidangkan teh untuk mereka berdua, sementara kedua selir ganti topik membahas kedekatan hubungan Tan Er dengan Pangeran Yi Huai. Katanya dia bahkan mencoba bunuh diri demi Yi Huai.

__ADS_1


"Sejak kapan kau berubah pikiran untuk menikahi Pangeran ke-8 kami?" Sindir Selir Yun.


__ADS_2