CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
59


__ADS_3

"Kalau aku minum ini dan jadi panas, apa kau mau membantu memadamkan apinya?"


Pfft! Xiao Tan sontak panik merebut obat itu dan menenggaknya sendiri sampai habis. Lian Cheng tanya apakah rasanya pahit. Tapi Xiao Tan ngambek tidak mau bicara padanya.


Mengikuti saran kedua penyihir, Yi Huai pergi bicara dengan ayah mertuanya. Tuan Qu menyadari kalau Lian Cheng adalah orang yang sangat hati-hati, jadi akan sulit untuk menemukan kesalahannya.


Jadi jika Yi Huai ingin menyerangnya, maka Yi Huai harus mulai dari kelemahannya dulu. Dan kelemahan Lian Cheng adalah Tan Er.


"Tan Er? Tapi dia putri kandungmu sendiri."


"Iya, Tan Er memang putriku. Hatiku juga sakit. Tapi dia bisa berkorban demi ambisi besar Yang Mulia. Karena sudah jadi seperti ini, jika kita tidak memanfaatkannya dengan benar, bukankah itu menyia-nyiakan usahanya? Yang Mulia, saat ini yang paling penting adalah posisi putera mahkota." (Bah! Bapak macam apa dia?)

__ADS_1


"Lalu apa yang akan ayah mertua lakukan pada Tan Er?"


"Aku akan memanfaatkannya. Aku akan menggunakannya dengan benar untuk memastikan Pangeran ke-8 tidak akan menjadi putera mahkota."


Tapi dia memperhatikan Yi Huai tampak galau. Tuan Qu tahu kalau Yi Huai sangat peduli pada Tan Er. Tapi dia mengingatkan Yi Huai bahwa saat ini yang paling penting adalah pemilihan putera mahkota demi masa depan kerajaan ini, dan satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah membuat Tan Er sedikit menderita.


"Aku mengerti. Posisi putera mahkota lebih penting. Aku tidak akan goyah karena perasaan pribadi. Ayah mertua, tolong katakan apa rencanamu."


Hari ini, Xiao Tan begitu bahagia karena akhirnya dia bisa keluar kamar dan menikmati sinar mentari. Lian Cheng datang tak lama kemudian dan langsung mengomentari kebahagiaan Xiao Tan padahal dia baru keluar kamar.


"Tentu saja. Kalau kau mengizinkanku keluar rumah, aku akan lebih bahagia."

__ADS_1


Jing Xuan tiba-tiba lari ke kakak iparnya itu sambil memberikan sekotak ginseng, tapi Xiao Tan malah mengira itu lobak.


"Kakak ipar ke-8, kau benar-benar tidak tahu barang berharga. Ini ginseng ribuan tahun. Aku memberikannya untuk kakak ipar ke-8 untuk memperkuat tbuh kakak ipar ke-8."


Xiao Tan berterima kasih atas hadiahnya walaupun tampak jelas dia kecewa karena lagi-lagi dikasih obat. Hehe. Lian Cheng malah berkata kalau dia hanya akan mengizinkan Xiao Tan keluar rumah setelah dia minum ginseng itu.


"Aku harus memperkuat tbuhku lagi? Aku tidak bisa melakukannya lagi. Aku bisa mati terbakar kalau aku memperkuat tbuhku lagi!" (karena obat herbal cina membuat tbuh panas)


Saat Jing Xin kembali membawakan makanan ringan untuknya, kali ini Tan Er kembali muncul. Dia sudah dengar penjaga di luar berkata kalau pelaku percobaan pembunuhan itu adalah pemberontak dari dinasti terdahulu dan bukannya Yi Huai.


Jing Xin membenarkannya. Sekarang Tan Er bisa tenang. Tan Er lega mendengarnya, dia tahu pasti bukan Yi Huai pelakunya. "Mendengar dia tidak terpengaruh oleh masalah ini, aku merasa tenang."

__ADS_1


Tapi Jing Xin memberitahu bahwa kedua selir menyebalkan itu ada di luar sekarang. Mereka ingin bertemu Tan Er. Tan Er malas bertemu mereka, bilang saja kalau dia sedang tidak enak badan.


__ADS_2