CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
17


__ADS_3

Xiao Tan sungguh tak tahu siapa itu Yi Huai. Tapi Lian Cheng lagi-lagi menuduhnya pura-pura bodoh.


"Siapa yang pura-pura bodoh?! Jelaskan!"


"Terserah kau saja. Bersandiwaralah semaumu. Tapi kau sekarang istri pangeran ke-8, ada beberapa persyaratan yang harus kau penuhi."


"Baik. Aku akan mengingatnya. Wanita yang sudah menikah kan harus taat pada suami. Jika suami mati..."


Lian Cheng sontak melempar tatapan tajam padanya. Xiao Tan pun diam. Apa permintaan Lian Cheng, katakan saja.


Lian Cheng menyuruhnya untuk mendengarnya baik-baik karena dia tidak akan mengulanginya lagi.


"Pertama, jangan melihat apa yang tidak seharusnya kau lihat dan jangan pergi ke tempat yang tidak seharusnya kau datangi. Kedua, bersikaplah seperti seharusnya seorang wanita. Jangan berhbungan dengan lelaki lain dan berslngkuh. Ketiga, lakukan apapun yang kuperintahkan."


"Bagaimana jika aku melawan aturan itu? Apa Yang Mulia akan memberiku surat cerai?"

__ADS_1


"Tidak akan. Aku hanya akan membnuhmu."


Melihat Xiao Tan baah kuyup dan gemetaran, Lian Cheng cuma geleng-geleng. "Suruh Jing Xin membantumu berpakaian nanti."


Iya, nanti, setelah mereka kembali ke rumah. Tapi Lian Cheng enteng mengingatkannya kalau mereka tidak akan menuju ke rumah. Terus ke mana?


Setibanya di tempat tujuan mereka, Xiao Tan langsung nyerocos mengomentari tempat ini. Tempat ini memang bagus sih, tapi tidak bisa dibandingkan dengan istana kekaisaran.


Tempat ini bahkan tidak sebanding dengan istana kekaisaran yang biasanya ada di drama TV. Apa ini karena Kerajaan Dong Yue sangat miskin? Harga rumah di sini pasti sangat rendah.


"Hari ini kau banyak bicara, Puteri. Tetaplah di dekatku." Tegur Lian Cheng.


Mereka pun menghadap Ibu Suri. Lian Cheng langsung memberi hormat dan doa untuk kesehatan Ibu Suri.


Jing Xin pun langsung memberikan penghormatannya. Cuma Xiao Tan yang bingung dan asal saja memberi hormat dengan mengikuti Jing Xin.

__ADS_1


Lian Cheng memperkenalkan istri barunya. Tapi Ibu Suri cuma menatapnya sinis lalu tanya apakah dia putri selir keluarga Qu. Tan Er berbisik kesal, kenapa tak ada seorangpun yang menyukainya di tempat s**lan ini.


"Walaupun kau terlahir dari selir. Tapi karena telah menikahi pangeran, kau harus menjaga sikap dan bicaramu, menjaga hubungan baik dengan para selir dan tidak membuat masalah apalagi mempermalukan keluarga kerajaan." Tegur Ibu Suri.


"Saya akan mematuhi perintah Yang Mulia." Kata Xiao Tan dengan senyum manis dibuat-buat.


Ibu Suri langsung membahas masalah rumor hbungan antara Tan Er dengan Pangeran Pertama dan mengingatkannya untuk menjaga jarak dengan Pangeran Pertama. Jangan sampai mereka membuat rumor lagi.


Xiao Tan mengiyakannya dengan senyum manis, tapi diam-diam berbisik sinis, sama sekali tak mengerti hubungan apa yang Ibu Suri maksud.


Mengalihkan perhatiannya kembali ke Lian Cheng, Ibu Suri kasihan padanya. Dulu, Lian Cheng punya teman sepermainan sejak kecil bernama Yun'er.


Dan menurut Ibu Suri, mereka pasangan yang sangat serasi. Seandainya bukan karena permintaan terakhir mendiang Kaisar maka Lian Cheng tidak akan...(lirik sinis Xiao Tan).


"Siapa itu Yun'er?" Bisik Xiao Tan.

__ADS_1


"Dia putri Bangsawan Anle, namanya Zhao Qing Yun. Dia keponakan Ibu Suri."


__ADS_2