
"Katakan padaku. Kenapa kau mencari ranjang dan tukang kayu tua itu?" Tuntut Yi Huai.
Xiao Tan tergagap mencari alasan. Itu... karena dia hanya bisa tidur di rnjang yang dibuat si tukang kayu itu. Ranjangnya di rumah sudah rusak, apa tidak boleh dia meminta si tukang kayu untuk memperbaikinya?
"Jadi Mo Lian Cheng tidak mengirimmu kemari?"
Xiao Tan baru sadar sekarang, jadi sedari tadi sebenarnya tidak ada tukang kayu di sini, bukan?
Yi Huai terus menuntut, apa benar Mo Lian Cheng memiliki mutiara itu? Xiao Tan benar-benar kesal menyadari Yi Huai ternyata cuma memanfaatkannya hanya demi mendapatkan informasi tentang Lian Cheng.
"Aku melakukannya demi kita. Mutiara itu berhubungan dengan masa depan kita!"
"Dulu, aku memang sangat berbakti padamu dan membantumu mendapatkan apapun yang kau inginkan. Tapi sekarang segalanya sudah berbeda, aku benar-benar mencintai Mo Lian Cheng sekarang!"
Yi Huai berusaha menyentuhnya. Tapi Xiao Tan langsung menampik tangannya dan memperingatkannya untuk memperhatikan sikapnya.
__ADS_1
"Jangan lagi memintaku bertemu denganmu mulai sekarang dan jangan lagi menggunakan namaku untuk melakukan sesuatu yang menguntungkanmu seorang! Mulai sekarang. Kau adalah Pangeran Tertua dan aku adalah Istri Pangeran ke-8. Jing Xin, ayo pergi!"
Tanpa mereka semua sadari, semua pembicaraan mereka didengar oleh Lian Cheng dari cela pintu dan senyumnya mengembang begitu lebar mendengar semua ucapan Xiao Tan. Dia pun bergegas pergi sebelum Xiao Tan keluar.
Yi Huai sedih melihat kepergian Xiao Tan. "Semua yang kulakukan hanya untukmu. Tidakkah kau mengerti?"
Xiao Tan menggerutu kesal sepanjang jalan. Dia sungguh tak menyangka kalau Yi Huai ternyata seperti itu. Jing Xin cemas, apa yang Xiao Tan lakukan itu bisa merusak hubungan Tan Er dan Yi Huai.
Xiao Tan tak percaya mendengarnya, dia justru sedang membantu Tan Er. Dalam hati Mo Yi Huai itu cuma ada tahta, bukan Tan Er.
"Tapi dengan menginginkan tahta, bukankah pada akhirnya dia juga ingin bersama nonaku?"
Xiao Tan menegaskan kalau dia bukan orang yang suka mengambil keuntungan dari orang lain. Dia pasti akan menemukan tukang kayu secepatnya dan mengembalikan tbuh ini pada Tan Er. Dia tidak mau lagi melakukan apapun untuk si nona yang terlalu tergila-gila dan si baj*ngan tidak setia itu.
Jing Xin mau protes lagi. Tapi tepat saat itu juga, dia melihat seorang pembunuh yang mengarahkan panah pada Xiao Tan. Jing Xin refleks menggunakan dirinya untuk menamengi Xiao Tan.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba saja Yi Huai muncul, mendorong Jing Xin dan menyelamatkan Xiao Tan dari panah itu.
Lian Cheng muncul saat itu juga dan langsung mendorong Yi Huai dari istrinya dengan memakai tenaga dalamnya. Yi Huai terhuyung mundur dan sempat melihat si pembunuh kabur.
"Terima kasih telah menyelamatkannya, Kak."
"Aku terlalu gegabah dan terlalu ribut dengan Pangeran ke-8 sampai membuat pembunuhnya kabur."
"Kurasa kakak terlalu risau menyelamatkan Tan Er"
Yi Huai heran, kenapa Lian Cheng ada di sini? Lian Cheng beralasan kalau dia cuma kebetulan lewat. Bagaimana dengan Yi Huai sendiri?
"Aku punya hal penting untuk dibicarakan dengan Tan Er."
"Kalau begitu maaf sudah menganggu kalian. Aku akan membawa istriku pulang dan mengunjungimu di rumah."
__ADS_1
"Ada beberapa hal pribadi yang harus kami diskusikan secara pribadi. Aku tidak akan merepotkanmu."
"Kakak terlalu khawatir. Kami sangat dekat dan tak punya rahasia. Sudah sore, aku akan membawa istriku pulang untuk istirahat. Sayang, ayo pergi."