
"Aku tidak akan melepaskannya."
"Kalau kau tidak melepaskannya, kau juga akan mati."
"Sebelum aku mati, aku masih harus mendapatkan surat cerai. Aku masih muda dan cantik. Aku tidak boleh jadi janda."
"Kau tidak mau jadi janda karena kau tidak ingin kehilangan aku, kan?"
"Jangan mengada-ada. Aku cuma menginginkan surat cerai."
"Karena kau tidak ingin kehilangan aku dan aku juga tidak ingin berpisah darimu, maka mari kita mati bersama-sama." Lian Cheng menarik Xiao Tan hingga dahan pohon itu patah dan mereka pun terjun.
Entah apa yang terjadi setelah jatuhnya mereka ke jurang, sekarang Xiao Tan sudah tidur tenang di rumah di tengah hutan itu dan Lian Cheng sendiri sedang santai baca buku.
Xiao Tan akhirnya bangun tak lama kemudian dan mendapati dirinya sudah ganti baju. Dia langsung ngomel-ngomel kesal ke Lian Cheng dan menuduh Lian Cheng merencanakan semua yang terjadi hari ini. Ternyata di dasar jurang itu ada danau, makanya mereka bisa selamat.
Lian Cheng mengaku kalau rencana awalnya adalah mengajak Xiao Tan keluar rumah biar dia bisa berendam di sumber air panas dan tidur siang dengan nyenyak.
__ADS_1
"Kau tidak usah cemas, aku sudah menyuruh Yu Hao untuk berjaga di luar. Jadi kau tidak usah khawatir ataupun berterima kasih padaku."
"Dasar kep***t! Hari ini kau hampir membuatku kena serangan jantung dan kau ingin aku berterima kasih?"
Xiao Tan mau turun dari rajang, tapi malah mengernyit kesakitan di kakinya. Lian Cheng sontak menunduk untuk memijat kaki Xiao Tan. Saat dia menengadah menatap Xiao Tan, Xiao Tan langsung menunduk malu-malu.
"Kenapa? Apa aku menggdamu?"
"Jangan narsis!"
"Dan kau kebetulan kepleset ke arahku?"
"Betul! Persis begitu!"
Baiklah. Lalu apa pendapat Xiao Tan tentang percobaan pembunuhan hari ini? Xiao Tan ketus, dia tidak tahu. Tapi Lian Cheng terus memaksa, dia tidak tahu atau tidak mau membicarakannya?
Xiao Tan tahu kalau Lian Cheng mau bilang itu ulahnya Yi Huai, bukan? Tapi menurut Xiao Tan, bukan Yi Huai pelakunya. Lian Cheng cemburu, apa Xiao Tan begitu mempercayai Yi Huai?
__ADS_1
"Ini bukan masalah kepercayaan. Kebenarannya ada di depan kita. Siapapun pasti akan berpikir begitu. Jika mereka hanya menginginkan benda itu, mereka bisa saja membunuh kita. Tapi dilihat dari situasinya, mereka tidak ingin membunuh kita."
"Lalu bagaimana dengan panah itu?"
"Waktu itu, aku sempat melihat dua sosok orang. Kurasa mereka berdua tidak bekerja sama dengan para pembunuh itu. Kurasa mereka bisa memanah kakimu biar kau tidak bisa lari lagi."
"Apa kau sangat yakin kalau pembunuh itu bukan orangnya Mo Yi Huai?"
Kesal, Xiao Tan protes meminta Lian Cheng untuk tidak menyebut nama orang itu lagi. Kepalanya serasa mau meledak begitu dia mendengar nama itu. Lian Cheng tersenyum mendengarnya. Baiklah, dia tidak akan menyebutnya lagi.
"Tapi masalah kau menyelamatkanku, bagaimana aku harus membayarmu?" Gda Lian Cheng.
Xiao Tan sontak melindunginya dirinya dengan merapatkan selimutnya, "Kau mau apa?"
"Aku mau istirahat."
"Nggak boleh! Ranjang ini milikku seutuhnya!" Panik Xiao Tan sambil membentangkan tangannya biar Lian Cheng tidak berbaring di sana.
__ADS_1