
"Apa mungkin ada hubungannya dengan masa laluku?" Tebak Lian Cheng. Kaisar sontak terkejut mendengarnya. Reaksinya jelas mengkonfirmasi dugaan Lian Cheng.
"Kau mengetahuinya?"
Lian Cheng hanya menebak. Sejak dia menikah dengan Xiao Tan, banyak hal aneh yang selalu terjadi di dekatku. Karena itulah dia bertanya-tanya, apa ada rahasia tentangnya? Dia juga sering mendengar Kakek memanggilnya.
Kaisar curiga, apa Xiao Tan mengatakan sesuatu pada Lian Cheng. Lian Cheng menyangkal. Tapi sejak Xiao Tan pulang hari itu, dia jadi sangat aneh dan tidak mau memberitahukan apapun padanya. Karena itulah, Lian Cheng memohon pada Kaisar untuk memberitahunya.
"Apa yang sebenarnya Tan Er ketahui?" Tanya Lian Cheng.
"Cheng'er. Saat kau kecil, tempat tidurmu memiliki dua baris kalimat. Apa kau mengingatnya?"
"Aku minum terus menerus, tapi tidak mabuk. Aku sering membaca buku ini, tapi aku tetap lupa."
"Kakekmu meninggalkan itu. Akan tetapi, ada bagian yang tidak dia selesaikan." Kaisar lalu mengambil puisi wasiat Kaisar terdahulu dari dalam laci rahasia dan memberikannya pada Lian Cheng.
__ADS_1
Aku minum terus menerus, tapi tidak mabuk
dan mengembara di dunia fana selama 25 tahun.
Wilayah kerasaan hanyalah impian hidup seseorang.
Aku membaca buku ini berkali-kali, tapi aku lupa apa yang kubaca.
Aku hanya berharap jiwanya akan bangkit.
Meninggalkan kesedihan dan mencari kebahagiaan masa lalunya.
Lian Cheng sontak berkaca-kaca, apa Xiao Tan sudah tahu kalau dia tidak akan hidup lebih dari 25 tahun? Kaisar dengan berat hati membenarkannya. Sedih, Lian Cheng berbalik hendak pergi.
Tapi Kaisar memanggilnya kembali dan bertanya-tanya, "seandainya aku memberitahukan masalah ini sebelumnya, apa mungkin kau bisa hidup bahagia selama bertahun-tahun ini? Apa kau membenciku?"
__ADS_1
"Aku... memiliki Tan Er. Aku tidak meminta apapun. Jika terjadi sesuatu pada Tan Er, aku pasti akan menjadi hantu jahat. Jika saat itu tiba, yang harus disalahkan, bukan cuma Ayahanda sendiri."
Saat Tan Er muncul, dia membaca surat yang ditinggalkan Xiao Tan untuknya. Surat yang Xiao Tan tulis dengan berlinang air mata. Dia mengaku kalau dia menjaga jarak dari Mutiara Penekan Jiwa demi membuat Tan Er muncul.
"Aku takut kalau Cheng Cheng ku akan menghilang. Aku tidak mengerti, kenapa hanya berdasarkan prediksi Kaisar terdahulu, Cheng Cheng harus mati secepat itu? Aku tidak tahan. Aku ingin sekali mengorbankan hidupku sendiri untuk menyelamatkannya."
"Tapi kemudian aku sadar bahwa di Dong Yue ini, aku bahkan tidak memiliki hidupku sendiri. Tan Er, aku tahu kalau aku tidak seharusnya melibatkanmu dalam masalah ini.. Tapi aku benar-benar takut kalau ramalan itu akan terjadi. Tan Er, aku tidak tahan lagi. Cepatlah keluar dan bantu aku."
Tan Er pun berlinang air mata membaca surat itu. Seolah melihat Xio Tan ada di hadapannya, dia berjanji kalau dia pasti akan membantu mencarikan jalan keluar untuk Xiao Tan. Tapi entah kenapa dia merasa masalah ini ada hubungannya dengan Yi Huai.
Maka malam harinya, Tan Er pun pergi mencari Yi Huai ke kediamannya. Tapi penjaga rumah berkata kalau Yi Huai sedang tidak ada di rumah malam ini. Belakangan ini, Yi Huai sering menginap di luar. Tapi penjaga rumah tidak tahu detilnya.
"Yang saya tahu hanyalah, Putera Mahkota sering mengunjungi sisi barat kota belakangan ini."
Tan Er yakin kalau dia tahu tempat yang dimaksud si penjaga. Tempat biasanya mereka sering bertemu dulu juga berada di sisi barat kota. Tan Er pun langsung berlari pergi ke sana.
__ADS_1