CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
51


__ADS_3

Kedua wanita itu sontak menjerit ketakutan, tapi syukurlah panah-panah itu meleset.


1Lian Cheng dan Yu Hao pun bergegas menyeret kedua wanita ke arah berlainan. Sekelompok pembunuh langsung keluar dan mengejar mereka.


Xiao Tan mencemaskan Jing Xin. Lian Cheng meyakinkannya kalau Jing Xin aman bersam Yu Hao, dialah target para pembunuh itu.


"Kalau kau targetnya, lalu kenapa kau membawaku?" Protes Xiao Tan.


"Tetap berada di dekatku. Akan ada pertunjukan bagus untuk ditonton nanti."


Alih-alih terus berlari demi menyelamatkan nyawanya, Xiao Tan malah melepaskan diri dari Lian Cheng hanya untuk protes panjang lebar menggerutui Lian Cheng yang punya banyak musuh. Tahu begini dia pasti bakalan membeli lebih banyak asuransi jiwa.


"Asuransi? Bagaimana bisa aku meninggalkanmu?"


"Dasar baj*ngan! Bukankah kau ahli bela diri? Kenapa kau tidak membunuh mereka saja?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa mengalahkan orang sebanyak itu!"


Perdebatan mereka mendadak terpotong saat sebuah panah meluncur ke arah mereka. Lian Cheng pun bergegas menyerat Xiao Tan kabur dari sana.


Tapi sayang, langkah mereka terhenti dengan cepat saat mereka terhalang jurang. Panik, Xiao Tan menyarankan Lian Cheng untuk menyuruh Yu Hao keluar sekarang juga. Tapi Lian Cheng mengingatkannya kalau dia sungguh tidak meyiapkan pertahanan apapun, kenapa Xiao Tan tidak mempercayainya?


"Tentu saja aku tidak percaya. Aku tidak percaya kau menyeretku kemari untuk mati!"


Salah satu pembunuh berkata kalau mereka cuma menginginkan Mutiara Penekan Jiwa itu. Mereka tidak akan melakukan apapun padanya. Mereka akan segera pergi setelah mereka mendapatkan mutiara itu.


"Kami hanya mengikuti perintah. Kami bahkan tak tahu apa itu Mutiara Penekan Jiwa. Kau harus segera memberikannya pada kami. Jika tidak, maka kami akan melukaimu."


Para pembunuh itu maju perlahan dan Lian Cheng mulai menyodorkan kotak yang sedari tadi dipegangnya itu.


1Dia melempar kotak itu ke mereka. Tapi tepat saat itu juga, Xiao Tan melihat sebuah anak panah melesat ke Lian Cheng.

__ADS_1


Xiao Tan langsung maju untuk menjadikan dirinya sebagai tameng. Anak panah itu melesat melewati rambutnya dan membuat mereka jadi oleng hingga mereka terjun ke jurang bersama-sama.


Para pembunuh itu sontak cemas, jelas mereka tidak bermaksud membunuh Lian Cheng.


Dari percakapan mereka, ternyata mereka adalah orang-orang kiriman Yi Huai dan tidak diperintah untuk membunuh.


Tapi mereka tak bisa berbuat apapun sekarang dan hanya bisa melihat Lian Cheng dan Xiao Tan terjun semakin dalam hingga mereka tak kelihatan lagi karena terhalang asap tebal. Mereka yakin kalau mereka takkan kenapa-kenapa, toh mereka sudah berhasil mendapatkan pusaka ini. Mereka pun pergi.


Kedua penyihir itu ada di dekat sana sedari tadi. Si pria kesal, dia sudah menyangka kalau Yi Huai akan gagal, Yi Huai itu tidak tegas. Ternyata dialah yang menembakkan panah ke Lian Cheng tadi demi mendapatkan mutiaranya.


Si wanita tampak galau. Jika mereka mengmbil mutiaranya dan membebaskan Lian Cheng, konsekuensinya terlalu besar. Tapi mereka juga sudah berjanji pada Yi Huai untuk tidak membunuh.


"Aku takut Mo yi Huai tidak akan berterima kasih pada kita."


"Kita hanya perlu memenuhi janji kita pada Tuan."

__ADS_1


Xiao Tan tersangkut di dahan pohon dan berusaha memegangi tangan Lian Cheng. Tapi Lian Cheng malah menyuruhnya untuk melepaskan tangannya dan meyakinkannya kalau dia masih bisa selamat.


__ADS_2