CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
56


__ADS_3

"Aku mau tanya ke kalian. Kita sudah sepakat untuk tidak mencelakai nyawa mereka. Lalu kenapa nyawa Tan Er dalam bahaya sekarang?"


"Yang Mulia terlalu lembut. Kami hanya tidak sanggup melihatmu kehilangan wanita dan tahta."


"Kalian tidak perlu khawatir. Aku punya rencana sendiri. Aku tahu apa yang lebih penting. Kelak, tolong kalian jangan bertindak atas inisiatif sendiri!"


"Kalau begitu, jaga dirimu baik-baik."


Yi Huai berjalan pergi dengan kesal tanpa menyadari kedua penyihir yang saling bertukar pandang mencurigakan.

__ADS_1


Saat Yi Huai sedang tidak melihat, si penyihir pria langsung melakukan sihir hitam pada Yi Huai. Dan seketika itu pula, tampak ada tato sihir muncul di leher belakangnya Yi Huai.


Keesokan harinya, Raja marah-marah sambil membantingi dokumen-dokumennya pada Tuan Qu gara-gara masalah Yi Huai yang katanya mendalangi percobaan pembunuhan Lian Cheng dan istrinya. Bahkan pagi ini, Kaisar banyak menerima petisi yang menyalahkan Yi Huai.


Tapi Tuan Qu mati-matian membela Yi Huai. Semua itu cuma rumor dan belum ada bukti konkretnya. Jika Kaisar menghukum Yi Huai hanya karena gosip itu maka Yi Huai pasti akan sangat sedih. Kalau begitu, Kaisar memerintahkan Tuan Qu untuk menyelidikinya.


Ibu Suri datang tak lama kemudian dan langsung nyinyir melihat Tuan Qu ada di sana. Ia sudah mendengar gosip tak sedap itu dan hatinya jadi tak tenang karenanya.


Tuan Qu mau mengatakan sesuatu. Tapi Kaisar cepat menyelanya dan mengusirnya. Kaisar meyakinkan Ibu Suri untuk tidak cemas, dia pasti akan menyelidiki masalah ini secara menyeluruh.

__ADS_1


"Jangan kira kalau aku tidak tahu. Kau selalu lebih menyukai Huai'er. Kali ini, aku harus mendapatkan keadilan demi Cheng'er."


"Ibunda, masalah ini belum diselidiki. Bagaimana bisa aku menghukum Huai'er seperti ini? Aku tahu kepergian Ayahanda membuat Ibunda menyimpan dendam. Jadi, karena Huai'er mirip mendiang Ayahanda..."


Ibu Suri kesal menegaskan kalau Yi Huai bukan mendiang Kaisar dan ia juga tidak merasa mereka mirip. Seharusnya Kaisar juga menghukum istrinya Lian Cheng itu, dia itu mata-matanya Yi Huai untuk membuat Lian Cheng jatuh dalam jebakan mereka.


Kaisar mengingatkan Ibu Suri bahwa berkat Xiao Tan lah, Lian Cheng bisa selamat tanpa cedera. Bahkan Kaisar pun merasa sangat berterima kasih pada Xiao Tan. Kenapa Ibu Suri begitu dingin sampai menyalahkan Tan Er yang terluka.


Ibu Suri makin nyinyir mendengarnya. Yah, dia tahu kalau sekarang dia hanya seorang wanita tua dan Kaisar punya pendiriannya sendiri. Karena itulah, Kaisar tidak akan menghargai kata-katanya lagi.

__ADS_1


"Tapi biarkan aku mengingatkanmu, tidak ada asap tanpa api. Jika kau tidak bisa menyelidiki Huai'er dan memberiku jawaban yang layak, aku tidak akan menyerah dengan mudah."


Kaisar tampak mulai kesal dengan sikap Ibu Suri itu. Ia meyakinkan Ibu Suri untuk tidak cemas. Pemilihan putera mahkota sudah semakin dekat, Kaisar pasti akan bertindak dengan hati-hati. Kaisar berjanji tidak akan membuat keputusan yang akan membuat ketidakstabilan sosial.


__ADS_2