
"Aku bukan lagi Qu Tan Er yang dulu. Qu Tan Er yang sekarang, akan sepenuhnya mencintai Mo Lian Cheng seorang. Kalau dia pergi, aku juga tidak akan hidup sendirian. Aku akan mati bersamanya. Aku datang hanya untuk mengakhiri segalanya denganmu. Mulai sekarang, kita tidak punya hubungan satu sama lain."
Mereka berdua pun berbalik pergi ke arah yang berbeda. Masa lalu mereka yang indah pun, hanya tinggal kenangan sekarang.
Jing Xuan sudah kecapekan, tapi tetap saja mereka masih belum menemukan bukti sedikitpun. Tapi tiba-tiba saja, Jing Xuan melihat seorang kakek tua yang tampak mengintip dari balik tiang dan dia tampak mencurigakan.
Kakek itu mau pergi, tapi Yu Hao menghentikannya. Kakek itu mengaku kalau dia adalah pemilik gedung teater ini. Kalau begitu, apa dia ada di sini pada malam penyerangan Pangeran Ke-8? Tanya Jing Xuan.
Kakek menjawab tidak dan megklaim kalau dia ada di belakang panggung, tapi nada suaranya terdengar jelas gugup. Jing Xuan heran kenapa dia panik?
__ADS_1
"Pangeran Ke-8 dan kedua Istrinya diserang di sini, makanya saya panik." Ujar Kakek, tak sadar kalau dia keceplosan.
Jing Xun jelas semakin curiga. Jelas-jelas pengumuman resmi mengatakan bahwa hanya Pangeran Ke-8 dan Istri pertamanya yang diserang. Lalu bagaimana bisa Kakek tahu ada dua istri malam itu?
"Itu... saya tak sengaja mendengar kedua istri bicara. Karena itulah saya tahu."
"Bohong! Kau tadi bilang kalau kau ada di belakang panggung, lalu bagaimana bisa kau mendengar mereka bicara?!" Bentak Yu Hao sambil menghunus pedangnya. Kakek sontak bersujud ketakutan. Jing Xuan dan Yu Hao akhirnya menemukan seorang saksi.
"Menurut kesaksian pemilik teater, kita bisa yakin kalau Zhao Qing Yun lah pelakunya. Tapi, kita tidak punya bukti konkret sekarang ini. Jadi kita tidak bisa menuduhnya."
__ADS_1
Melihat Yu Hao diam saja, Xiao Tan meminta Yu Hao untuk mengutarakan pikirannya. Yu Hao mengaku kalau dia merasa masalah ini aneh. Qing Yun memang tidak pernah menyukai Xiao Tan, tapi dia selalu mencintai Lian Cheng.
Qing Yun juga tahu betul kalau hubungan Lian Cheng dan Yi Huai memang buruk. Jadi Yu Hao yakin kalau Qing Yun tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan Lian Cheng.
Jing Xuan tak percaya dan menuduh Yu Hao membela musuh. Tapi Xiao Tan merasa ucapan Yu Hao masuk akal. Orang yang bekerja sama dengan Qing Yun tidak mungkin Yi Huai. Tapi jelas-jelas Qing Yun terlibat.
"Jika sasaran Zhao Qing Yun adalah aku, lalu siapa yang menyerang Cheng Cheng?... Aiya! Hubungan kalian rumit sekali. Aku tidak kenal baik dengan mereka semua, bagaimana aku harus menyelidikinya?"
Ah, tiba-tiba dia punya ide lalu menyuruh semua orang keluar kecuali Jing Xin dengan alasan biar tidak mengganggu Lian Cheng. Dia membisiki sesuatu ke Jing Xin lalu berbohong kalau dia tidak membenci Qing Yun.
__ADS_1
Tak lama kemudian, yang keluar menemui kedua pria itu adalah Tan Er. Tak tahu kalau Jing Xuan sudah ada di sana sedari tadi, Tan Er pun langsung menyapanya dengan sopan dan meminta Jing Xuan untuk menceritakan kembali kejadian malam itu.