CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
62


__ADS_3

Tapi jika sekarang mereka meminum teh kerinduan cinta ini sekarang, tidak hanya akan menetralkan racun yang tadi, tapi juga akan membuat rasanya jadi enak.


Seperti jatuh cinta dengan keindahan jiwa yang menggairahkan. Tapi jika mereka hanya mencari keindahan cinta dan tidak mau mengalami patah hati, maka mereka akan teracuni oleh racun kerinduan, pendarahan lalu mati.


"Teh ini sangat menarik. Jadi hari ini, aku secara khusus meminta kalian mencicipinya. Minumlah."


Tapi ketiga pangeran malah jadi ragu untuk menyentuhnya. Kaisar terus mendesak mereka untuk minum. Jika tidak, maka racun patah hati mereka akan mulai bereaksi dan dia bakalan menyebabkan anak-anaknya mati hanya karena kesenangan sesaat.


Ketiga pangeran masih ragu. Tapi akhirnya Jing Xuan yang memberanikan diri untuk meminumnya dulu, baru setelah itu Yi Huai juga ikut meminumnya. Tapi Lian Cheng masih terdiam ragu.


Yi Huai langsung nyinyir. "Kenapa Adik ke-8 tidak minum? Jangan mengecewakan maksud baik Ayahanda. Aku sudah merasakan teh ini barusan dan seperti yang Ayahanda katakan, rasa yang tertinggal benar-benar indah dan mengaduk jiwa."


Tentu saja Lian Cheng ragu karena dia tadi sudah berusaha menghilangkan racun patah hati itu hingga menghabiskan seluruh tenaga dalamnya. Dia bingung apa yang harus dia lakukan sekarang?

__ADS_1


Tapi saat melihat Kaisar menghabiskan tehnya, Lian Cheng mendadak punya ide untuk membuang tehnya.


Saat Kaisar menanyakan alasannya membuang teh itu, Lian Cheng beralasan bahwa dia rela mati demi rakyat dengan cara patah hati daripada menderita sakitnya merindukan orang yang dia cintai. Karena itulah dia tidak akan meminum teh ini.


"Kau sungguh tidak takut mati? Aku bisa menyuruh pelayan untuk membuatkan teh kerinduan cinta lagi untukmu."


"Saat Tan Er terluka parah dan berada di ambang kematian karena aku, aku sudah mengalami penderitaan merindukan orang yang kucintai. Itu sungguh menyakitkan. Aku lebih baik mati daripada harus mengalaminya lagi. Rasa sedih yang memilukan hati ini, belum pernah aku mengalaminya. Lebih baik aku mengalaminya dan menanggungnya."


Tapi Kaisar melarang dan mengakui kalau teh ini sebenarnya tidak beracun. Kaisar mengklaim kalau ia hanya ingin main-main saja dengan mereka.


Kaisar kagum dengan luasnya pikiran dan keberanian Lian Cheng. Ia juga sungguh terkesan dengan perasaan cinta Lian Cheng pada istrinya.


"Terima kasih, Ayahanda. Aku agak kasar tadi. Mohon Ayahanda memaafkanku."

__ADS_1


"Tidak masalah. Tidak perlu formalitas."


Yi Huai jelas kesal mendengarnya. Kaisar senang. Hari ini setelah dia mencicipi teh dan ngobrol dengan putra-putranya, ia bisa melihat mereka punya kemajuan. Hanya Jing Xuan yang belum menunjukkan kemajuan apapun dan selalu membuntuti Lian Cheng.


"Ayahanda menertawakanku lagi. Kepandaian Kakak Ke-8 bukan sesuatu yang bisa kupelajari hanya karena aku mau."


"Kupikir juga begitu. Aku senang karena Kakak Ke-8mu tidak kena pengaruh burukmu."


"Karena penilaian Ayahanda yang begitu tinggi pada Kakak Ke-8 seperti ini, aku harus berusaha lebih keras. Jika tidak, kelak, bagaimana aku bisa membantu Kakak Ke-8 dengan baik?"


Jelas dari ucapannya, Jing Xuan berharap Lian Cheng yang akan mewarisi tahta. Sontak saja Lian Cheng membentak adiknya itu untuk jaga ucapannya.


"Xuan'er, apa mungkin dalam hatimu, kau sudah membuat keputusan untukku?" Tanya Kaisar.

__ADS_1


__ADS_2