
Tan Er bertekad untuk memaksa Xiao Tan keluar dari tubuhnya. Dia tidak mau lagi menjadi Qu Xiao Tan. Jing Xin protes tak suka, kenapa Tan Er melakukan ini?
"Jawab saja pertanyaanku! Apa yang terjadi sebelum kami bertukar?"
Jing Xin pun mulai menyebutkan berbagai insiden yang membuat mereka bertukar. Seperti saat kepala Tan Er terbentur, juga saat dia dihukum dan dimarahi.
Kalau begitu, Tan Er memutuskan untuk tidak pulang ke keluarga Qu biar dia tidak dihukum atau dimarahi. Tapi dia tak tahu apa yang harus dia lakukan biar kepalanya tidak terbentur.
Lian Cheng mondar-mandir memikirkan sesuatu sampai Jing Xuan protes, bisa tidak dia berhenti mondar-mandir? Bikin pusing kepala saja.
Lian Cheng yakin kalau Yi Huai pasti punya rahasia yang tidak bisa dia katakan.
Bertekad mencari jawabannya, mereka mengungkap semua informasi yang mereka miliki.
Pertama, Lian Cheng mengikuti Yi Huai ke perpustakaan kediaman keluarga Qu dan melihat cahaya ungu yang sangat terang.
__ADS_1
Jing Xuan melapor kalau dia mengirim orang ke sana untuk menyelidikinya. Dan berdasarkan informasi penjaga di sana, dia melihat ada dua orang berpenampilan mencurigakan masuk ke ruangan itu. Yu Hao juga melapor bahwa dia membuntuti Yi Huai dan melihatnya bertemu dengan dua orang aneh.
Lian Cheng curiga, apakah dua orang aneh yang mereka lihat itu, berpakaian seperti orang asing? Yang satu lelaki dan yang satunya wanita?
Yu Hao dan Jing Xuan sama-sama membenarkannya. Lian Cheng mengaku pernah bertarung melawan kedua orang itu dan hasil pertarungan mereka seri. Mereka pasti bersekongkol dengan Yi Huai.
"Yu Hao, setiap kali mereka bertemu, apa mereka pernah menyebutkan suatu benda?"
"Mutiara Penekan Jiwa."
Lian Cheng tiba-tiba punya ide dan menyuruh Yu Hao untuk menyebarkan rumor kalau dia mendapatkan mutiara berharga itu. Yu Hao pun langsung pergi untuk melaksanakan perintahnya.
Apakah ide jitu Tan Er untuk mencegah kembalinya Xiao Tan?... membungkus dirinya dengan selimut tebal sampai keringatan dan bdannya bau busuk. Wkwkwk. Jing Xin sampai harus menahan nafas selama bicara dengannya.
Dia mencoba mengajak Tan Er keluar, tapi Tan Er ngotot menolak. Dia bahkan protes melihat Jing Xin yang menahan nafas saat bicara dengannya. Apa Jing Xin merendahkannya sekarang?
__ADS_1
"Tidak, tidak nona. Aku hanya memikirkan kebaikan nona." Ucap Jing Xin dengan penuh penderitaan menahan nafas. "Pangeran Pertama juga pasti ingin melihat nona bahagia, bukan?"
"Omong kosong apa yang kau katakan itu? Aku sudah lama berhenti memikirkan Pangeran Pertama."Ujar Tan Er.
Hmm... tapi sepertinya dia bohong lalu tiba-tiba saja Xiao Tan kembali menguasai tubuhnya dan langsung ngamuk-ngamuk. "Bau apaan ini?! Jangan bilang ini bau badanku!" (hmmm, mungkin mereka bisa bertukar jiwa saat lagi berbohong)
Xiao Tan sontak melempar selimut itu dari tubuhnya sambil ngomel-ngomel, buang semua itu! Jing Xin kaget melihat Xiao Tan kembali dan langsung menyampaikan pesan Tan Er yang ingin putus hubungan dengan Xiao Tan.
"Putus hubungan? Kasih tahu aku dulu apa yang terjadi sampai pakai selimut si*lan itu?!"
"Itu karena nonaku takut terpeleset dan kepalanya terbentur."
"Kenapa dia takut jatuh dan kepalanya terluka?"
"Itu karena nona lemah."
__ADS_1
"Kau bohong. Kau sangat terkejut saat kau melihatku barusan. Kau menyembunyikan sesuatu dariku, kan?"
"Tidak. Jing Xin tidak akan pernah berbohong. Hanya saja, aku takut kau akan marah jika aku mengatakan sesuatu."