CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
111


__ADS_3

Kakek Liu sudah mau melakukannya. Tapi tiba-tiba saja dia merasa aneh. Dulu waktu dia ingin membatalkannya, Xiao Tan malah menolak keras. Dia malah lebih memilih mati daripada membatalkannya demi si bed*bah Mo itu.


"Kenapa sekarang kau mendadak berubah pikiran?"


"Kau usil sekali! Batalkan saja! Bukankah itu yang kau inginkan?!"


Tunggu dulu, Kakek Liu mau mikir-mikir dulu. Kakek Liu yakin ada sesuatu yang Xiao Tan sembunyikan. Dilihat dari kepribadian Xiao Tan, sudah pasti dia tidak akan mau hidup sendirian jika Lian Cheng mati. Tapi sekarang dia malah berinisiatif sendiri untuk membatalkan kontrak itu. Mungkinkah...?


"Kau mikir apa? Cepat batalkan!" Bentak Xiao Tan.


Baiklah, baiklah. Kakek Liu pun mulai mengumpulkan kekuatan sihirnya lalu mengerahkannya ke tangan Xiao Tan dan selesai. Xiao Tan sampai heran, cuma begitu doang? Gampang amat?


"Kalau kau tidak percaya, akan kubunuh si bed*bah Mo itu biar kau yakin."

__ADS_1


"Jangan! Jangan! Aku percaya padamu. Terima kasih. Aku ada urusan, aku pergi dulu. Kau tidak boleh memberitahu Cheng Cheng tentang ini."


Xiao Tan pun pergi, tanpa menyadari ada Yu Hao yang sedang mengawasinya dari kejauhan. Baru setelah dia sendirian, Kakek Liu bergumam tentang keanehan situasi ini. Apalagi Xiao Tan tidak mengizinkannya memberitahu Lian Cheng.


"Dia bahkan tidak tahu kalau dia sedang dibuntuti. Dia atau si bed*bah Mo itu yang dalam masalah? Untunglah aku pintar dan tidak membatalkan kontrak sehidup semati itu."


Yu Hao langsung melapor ke Lian Cheng tentang Xiao Tan yang ternyata pergi menemui Kakek Liu. Dia mengaku tak bisa mendengar pembicaraan mereka dengan jelas. Tapi dia merasa Xiao Tan meminta Kakek Liu melakukan sesuatu.


"Dia menyuruhku untuk membatalkan kontrak sehidup semati."


Kakek Liu mengaku kalau dia sebenarnya ingin membatalkan kontrak itu sedari dulu biar Lian Cheng tidak ikut menyeret Xiao Tan bersamanya jika dia mati. Tapi seberapa keraspun dia berusaha membujuknya, Xiao Tan tetap tidak mau.


"Aku tidak menyangka kalau hari ini dia tiba-tiba memintaku untuk membatalkan kontrak itu. Dia benar-benar wanita tua memanjat pohon lebih cepat daripada monyet (mengubah keputusan dengan sangat cepat). Apa kau tidak merasa ini aneh?"

__ADS_1


"Lalu apakah hari ini dia menyebut sesuatu padamu?"


"Dia tidak mau mengatakan apapun padaku."


"Lalu apa kau membatalkan kontrak sehidup semati itu?"


"Kau kira aku bodoh? Saat dia mendatangiku, aku cuma melakukan trik sihir untuk mengelabuhinya. Aku merasa dia menyembungikan sesuatu dariku. Makanya aku datang memberitahumu. Sisanya kuserahkan padamu."


Kakek Liu pun melesat pergi. Lian Cheng merasa Xiao Tan jadi aneh sejak dia kembali dari menemui Ibu Suri. Apa mungkin ini ada hubungannya dengan Ibu Suri?


Yu Hao melapor bahwa setelah menemui Ibu Suri, Xiao Tan juga pergi ke istana untuk menemui Kaisar. Dia juga melapor kalau dia menemukan hal lain yang penting. Saat dia menyelidiki penyebab kematian Pan Er, dia menemukan seseorang yang penting. Dia lalu membisiki sesuatu ke Lian Cheng.


Lian Cheng lalu pergi ke istana untuk menemui Kaisar dan menanyakan apa sebenarnya tujuan kedatangan Xiao Tan menemui Kaisar beberapa hari yang lalu. Kaisar santai menyuruh Lian Cheng untuk bertanya langsung ke Xiao Tan.

__ADS_1


__ADS_2