CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
35


__ADS_3

"Kau sungguh menggadaikannya? Kau tidak memberikannya pada orang lain?"


"Aku bersumpah! Kalau aku memberikannya pada orang lain maka aku... aku tidak akan pernah menjual rumah lagi. Ah, tidak-tidak-tidak! Aku tidak akan pernah menikah lagi!"


"Apa? Kau mau menikah dengan orang lain?"


"Tidak-tidak-tidak! Dalam hatiku, Yang Mulia Pangeran adalah pria yang paling ganteng sedunia. Tan Er hanya akan mengikutimu sampai akhir. Tak ada tempat untuk orang lain dalam hatiku. Yang Mulia, kau percaya padaku, kan?"


"Aku akan mempercayaimu kali ini. Tapi, jika aku tahu kau menggadaikan apapun yang kuberikan padamu lagi, aku akan menghukummu dengan hukuman berat."


Jangan khawatir, Tan Er janji kalau dia tidak akan melakukannya lagi. Sungguh! Lian Cheng masih terus menatapnya tajam.


Tapi saat dia berbalik pergi, senyumnya langsung mengembang. Senang karena walaupun istrinya ini aneh, tapi sekarang dia yakin kalau istrinya itu bukan mata-mata Yi Huai.


Saat Xiao Tan balik ke kamar, Jing Xin langsung memarahinya dan menuntut Xiao Tan untuk menjelaskan masalah Lencana Komando Kerajaan itu pada Tan Er.

__ADS_1


Tapi Xiao Tan juga kesal padanya. Jing Xin tahu betapa pentingnya lencana itu, tapi Jing Xin malah menyuruhnya untuk menyerahkan lencana itu pada Yi Huai. Itu sama saja mendorongnya ke neraka!


"Aku begitu mempercayaimu! Tega sekali kau melakukan ini kepadaku!"


Xiao Tan lalu menulis surat yang isinya melabrak Tan Er. "Kalau nona-mu bangun, berikan surat ini padanya dan bilang kalau aku sangat marah padanya! Ini namanya konspirasi!"


Jing Xin sedih melihat kemarahan Xiao Tan padanya, apalagi Xiao Tan bahkan tak mau memandangnya. Apa Xiao Tan sungguh tak mau bicara padanya lagi?


"Benar! Kita berakhir!"


Dia langsung tanya ke mana Lencana Komando Kerajaan itu. Jing Xin pun langsung menyerahkan suratnya Xiao Tan.


Tan Er langsung meremas surat itu dengan sedih. Kenapa Jing Xin tidak emnghentikan Xiao Tan menggadaikan lencana itu? Sekarang dia jadi kehilangan kesempatan emas ini. Bagaimana lagi dia bisa mendapat kesempatan untuk membantu Yi Huai?


Jing Xin makin sedih mendengarnya, "Kenapa kalian berdua menyalahkan aku?" Gumamnya sedih.

__ADS_1


Seorang pelayan datang untuk memberitahunya bahwa besok adalah ulang tahun Yi Huai yang ke-28 tahun. Lian Cheng meminta Tan Er untuk bersiap. Senyum Tan Er langsung merekah mendengar dia bisa bertemu Yi Huai besok.


Keesokan harinya saat mereka berjalan bersama menuju kediaman Yi Huai, Lian Cheng cemas melihat wajah Tan Er yang tampak sangat pucat. Tan Er beralasan kalau dia hanya merasa kurang enak badan saja.


Tapi saat Yi Huai menyambut mereka dan menatapnya, Tan Er langsung malu-malu. Cemburu melihat interaksi mereka, Lian Cheng langsung memerintahkan Tan Er untuk keluar dan ngobrol bersama para wanita.


Tan Er terpaksa pergi tapi masih sempat menatap Yi Huai seolah tak ingin berpisah dengannya.


Begitu Tan Er pergi, Lian Cheng mengingatkan Yi Huai kalau Tan Er sekarang istrinya, jadi sebaiknya dia tidak usah peduli dengan segala hal yang bukan miliknya.


"Ucapan yang bagus. Aku penasaran, menurutmu siapa yang paling cocok jadi Putera Mahkota?"


"Bagaimana menurut kakak sendiri?"


Menurut Yi Huai, hati Kaisar tidak bisa ditebak. Dia yakin kalau Kaisar tidak akan memilih orang yang pura-pura tak peduli tapi diam-diam merencanakan sesuatu di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2