
Dia lalu mulai membahas lukanya Lian Cheng dan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat kesempatan agar Qing Yun bisa bersama Lian Cheng dengan meminta Qing Yun untuk menjaga Lian Cheng demi dia. Dia bisa belajar dari Tan Er yang selama ini merawat Lian Cheng.
Xiao Tan jelas cemburu. Lian Cheng diam-diam berusaha menenangkannya dengan menepuk-nepuk tangan Xiao Tan, tapi Xiao Tan kesal menampiknya sambil melempar tatapan tajam padanya.
Karena arak yang dia tuangkan untuk Xiao Tan habis, seorang pelayan keluar untuk mengambil isi ulang.Kesempatan, Pan Er pun keluar dan menunggu si pelayan kembali. Begitu melihat pelayan itu datang, Pan Er dengan sengaja berjalan ke arahnya dan pura-pura tak sengaja menabraknya dan terjatuh.
Pan Er pura-pura marah lalu menyuruh si pelayan untuk meletakkan teko arak itu dan pergi ambil obat untuk kakinya.
Ketakutan, si pelayan pun pergi. Pan Er lalu cepat-cepat mengambil sebotol racun dari dalam bajunya dan menuangkannya ke dalam guci arak itu.
Pan Er kembali tak lama kemudian dan tersenyum licik melihat si pelayan meletakkan teko araknya di mejanya Xiao Tan. Dia langsung bangkit sambil membawa gelas araknya.
__ADS_1
Yi Huai yang curiga, langsung mencegahnya. Tapi Pan Er meyakinkan kalau dia sudah berdamai dengan Xiao Tan. Yi Huai akhirnya membiarkannya mendekati Tan Er.
Pan Er beralasan menyesali kesalahannya dulu yang telah banyak membuat Tan Er menderita. Dan karenanya, sekarang dia mengajak Xiao Tan untuk bersulang.
"Di masa mendatang, mari kita hidup harmonis."
Tapi Xiao Tan dan Lian Cheng sontak saling berpandangan curiga, jelas mereka meragukan niat baik Pan Er itu. Si pelayan menuangkan araknya, tapi Xiao Tan ragu menyentuhnya.
"Kenapa? Apa kau tidak bersedia memaafkanku?"
"Cuma satu cangkir saja. Seharusnya tidak masalah. Apa kau benar-benar ingin melihatku terlihat buruk di hadapan semua orang?"
__ADS_1
Lian Cheng yang tak mempercayainya sedikitpun, tegas meminta Pan Er untuk tidak memaksa Tan Er karena Tan Er sedang tidak enak badan. Pan Er jelas kesal tak tahu harus bagaimana lagi.
Qing Yun yang sama sekali tidak mencurigai niat baik Pan Er, berpikir untuk membantu Xiao Tan saja.
Lagipula acara ini kan tujuannya agar dia bisa berbaikan dengan Xiao Tan. Dengan begitu, Lian Cheng akan memandangnya secara berbeda nanti.
Tanpa pikir panjang, dia langsung saja mengambil araknya Xiao Tan dan meminumnya bahkan sebelum Pan Er dan Tan Er sempat menghentikannya. Pan Er, Tan Er, dan Lian Cheng kontan panik.
Racun itu bereaksi dengan sangat cepat. Seketika itu pula Qing Yun ambruk dan darah mengalir dari mulutnya. Ibu Suri dan yang lain panik, jelas tidak menyangka akan jadi begini.
Menyadari ajalnya sudah dekat, Qing Yuan menyentuh wajah Lian Cheng. "Syukurlah... bukan kau (yang meminum racun itu)..." Qing Yun pun meninggal seketika.
__ADS_1
Ibu Suri panik memerintahkan untuk memanggil tabib istana. Tapi Lian Cheng memeriksa nadinya dan memberitahu semua orang bahwa Qing Yun sudah meninggal dunia karena keracunan.
Ibu Suri sontak menjerit marah pada pelakunya, berani sekali mereka membunuh Qing Yun di depan matanya. Kasim Li langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menuduh Xiao Tan sebagai pelakunya.