CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
21


__ADS_3

Tan Er berpikir kalau dia masih belum punya kesempatan untuk mencari Segel Kerajaan itu karena dia takut membuat Lian Cheng curiga dan mengacaukan segalanya. Tapi masalah 'dirinya yang lain' mencari tempat tidur itu bisa dia gunakan sebagai samaran.


Tan Er pun langsung memerintahkan Jing Xin untuk menyiapkan teh ginseng dan makanan ringan. Mereka akan mengunjungi Pangeran di ruang belajarnya.


Yu Hao melapor tentang Jing Xin yang belakangan berkeliling kediaman ini untuk mencari sesuatu. Lian Cheng berkomentar kalau dia sepertinya sudah mulai tak sabaran.


Dia lalu minta pendapat Yu Hao. Jika mangsanya masuk kedalam jebakannya, haruskah dia membunuhnya atau mempertahankannya untuk bersenang-senang? Belum sempat Yu Hao menjawab, pengawal mengumumkan kedatangan Tan Er.


Tan Er pun masuk dan sok bersikap seperti istri yang baik dengan meminta suaminya untuk beristirahat.


Lian Cheng heran, dia baru tahu kalau Tan Er sangat peduli padanya. Jika tidak ada hal lain yang dia inginkan, maka dia boleh pergi.


Lian Cheng tiba-tiba saja menc*** Xiao Tan dan membuat Xiao Tan kaget bukan main dibuatnya.

__ADS_1


Dua penonton mereka pun tak kalah kaget. Jing Xin sampai nutup mata sambil ngintip dari sela-sela jarinya dan Qing Yun cemburu kuadrat.


Xiao Tan langsung mendorongnya menjauh dan mau menamparnya. Tapi Lian Cheng sigap mencegahnya. "Istriku, apa kau puas dengan c**mnku?" Gda Lian Cheng.


"Dasar sinting! Itu buruk banget!"


"Oh, maksudmu aku harus latihan lebih banyak lagi?" Lian Cheng dengan senang hati mendekat untuk menc**mnya lagi. Tapi Xiao Tan buru-buru mendorongnya sambil mengutukinya dengan segala macam sumpah serpah, tapi semuanya dia ucapkan dalam hati.


"C**man pertamaku yang kulindungi selama dua puluh tahun, sekarang hilang begitu saja." Rutuknya dalam hati.


"Aku sudah memiliki seorang istri sekarang. Tentu saja aku harus baik pada istriku." Ucapnya sambil menarik Xiao Tan mendekat.


Saat Xiao Tan berusaha meronta dari dekpannya, dia langsung berbisik memperingatkan Xiao Tan untuk bersikap baik, Xiao Tan tahu betul apa yang bisa dia lakukan.

__ADS_1


Xiao Tan terpaksa berhenti melawan sambil menahan kesal. Puas, Lian Cheng pun beralasan kalau istrinya lelah setelah perjalanan jauh, jadi mereka pamit sekarang. Xiao Tan ketus, terserah!


Bagus, Lian Cheng pun menyeret Xiao Tan pergi dari sana. Tapi Qing Yun tanya apakah dia boleh berkunjung ke kediaman Lian Cheng kapan-kapan. Lian Cheng menyuruhnya untuk tanya ke istrinya saja.


Jelas dia mengharapkan Xiao Tan untuk menolak. Tapi Xiao Tan dengan santainya mengundang Qing Yun datang kapanpun dia mau.


"Anggap saja aku tak ada. Kalian berdua kan tumbuh bersama. Sebenarnya, Pangeran Lian Cheng berharap kau bisa datang setiap hari."


Lian Cheng kesal dan langsung pergi duluan. Xiao Tan mendengus sinis sebelum menyusulnya dan Qing Yun jelas senang.


Malam harinya, Jing Xin membantu menyeka pnggung Xiao Tan yang berdarah karena tusukan jarum tadi. Xiao Tan mengeluh sedih, semoga tidak meninggalkan bekas luka, dia kan tak punya uang untuk operasi plastik.


"Seandainya aku bisa menggantikan nona (menerima hukuman ini)."

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa. Sudah terbiasa. Wanita tua itu pasti cemburu dengan kecantikanku. Ingin menghancurkanku? Jangan mimpi! Pnggungku yang cantik. Aku tidak akan bisa mengenakan baju bckless lagi untuk meryu pria tampan."


__ADS_2