CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
13


__ADS_3

"Keren?"


"Iya. Sangat keren."


"Tentu saja. Jing Xin, kukasih tahu kau. Ini namanya 'Di mana ada penindasan, di situ ada perlawanan'."


Jing Xin semakin kagum mendengarnya. Xiao Tan sangat berbeda dari sebelumnya. Jika saja Xiao Tan sekeren ini sejak dulu, maka dia pasti tidak akan disiksa oleh Nyonya Qu dan Kakak Pertamanya.


"Benar. Mau menyiksaku? Jangan harap! Pepatah mengatakan bahwa jika putri seorang selir tidak mampu mengubah sesuatu, bukankah itu artinya jalan buntu?"


Biarpun pepatahnya begitu, tapi tetap saja Jing Xin merasa kalau Xiao Tan harus mencari seseorang yang bisa mendukungnya.


Bagaimana kalau dia memberi salam pada Pangeran ke-8. Xiao Tan harus memberi kesan yang baik agar kelak Pangeran ke-8 memperlakukan Xiao Tan dengan baik. Apalagi Xiao Tan belum mengunjungi Pangeran ke-8 sejak malam pengantinnya.

__ADS_1


Xiao Tan jelas menolak. Lebih baik Lian Cheng mengabaikannya saja. Lagipula dia akan pergi dari sini cepat atau lambat. Jadi kenapa juga dia harus menjilat Lian Cheng hanya untuk mendapatkan dukungannya.


"Si Mo Lian Cheng itu memang tampan. Tapi dia juga hidung belang yang punya banyak selir."


"Dia kan seorang pangeran, wajar kalau dia punya satu atau dua selir. Pangeran yang lain malah punya lebih banyak."


Mengalihkan topik, Xiao Tan mengingatkan Jing Xin untuk terus mencari tempat tidur itu. Jing Xin langsung mengeluh. Dia masih harus mencari tempat tidur itu?


Ini kan kediaman Pangeran ke-8. Jing Xin tidak familier dengan tempat ini dan mengenal siapapun. Bagaimana caranya menemukan tempat tidur itu?


"Ratu Gosip yang nona sebut itu, apa itu pujian?"


Xiao Tan mengiyakannya dan Jing Xin dengan polosnya mempercayainya. Senang, Jing Xin pun berjanji akan mencarikan tempat tidur itu.

__ADS_1


Dua orang bertudung misterius melayang memasuki istana. Tapi saat ada beberapa pengawal lewat, si wanita menyeret si pria untuk bersembunyi.


Si pria tidak mengerti kenapa si wanita menghentikannya, dia bisa membunuh para pengawal itu dengan mudah.


"Jangan. Itu mungkin akan membuat musuh waspada dan mengacaukan rencana pemimpin kita."


"Lalu harus bagaimana?"


"Kita tanya pada pemimpin dulu."


Mereka pun pergi ke suatu tempat dan menggunakan kekuatan sihir mereka untuk membuka portal komunikasi dengan Tuan mereka dan melapor kalau mereka menyelinap masuk ke Istana Dong Yue. Mereka tidak berani bertindak gegabah, jadi apakah mereka boleh membunuhy?


"Jangan terburu-buru. Bola Penekan Jiwa ada hubungannya dengan bangsawan Dong Yue. Jadi benda itu pasti ada di suatu tempat di istana. Carilah orang yang berkuasa dan ambisius. manfaatkan dia untuk membantu kalian mencari Bola Penekan Jiwa itu." Perintah Tuan Mereka.

__ADS_1


Xiao Tan lagi-lagi berniat kabur. Jing Xin panik berusaha menghentikannya. Xiao Tan tidak peduli, Jing Xin sudah berusaha mencari tempat tidur itu tapi belum ketemu juga. Itu artinya, tempat tidur itu tidak ada di sini. Jadi untuk apa dia tinggal di sini.


Jing Xin terus memohon agar Xiao Tan tidak melarikan diri. Kalau Lian Cheng sampai tahu maka hukumannya bukan hanya hukuman rumah, melainkan dipenggal seluruh keluarga.


__ADS_2