
"Tidak masalah, aku kan bicara dengan wanita yang kusukai. Siapapun yang ingin dengar, biarkan saja mereka mendengarnya."
Kesal, Qing Yun menyatakan kalau suatu hari nanti, Lian Cheng pasti akan menikahinya. Dia lalu pergi.
Tapi Xiao Tan malah keenakan berbaring di pngkuan Lian Cheng sambil merba-rba da**nya. Dia tak menyangka kalau Lian Cheng ternyata punya tbuh yang bagus juga.
"Apa kau sudah puas menyentuhku?"
Baru sadar, Xiao Tan pun buru-buru bangkit lalu menuntut hadiahnya. Tapi hadiah yang dimaksudnya adalah Lencana Komando Kerajaan. Sepertinya dia mau mengetes Xiao Tan.
Xiao Tan jelas kecewa karena hadiahnya ternyata bukan sehubungan dengan ranjang antiknya. Tapi Lancana Komando Kerajaan itu terbuat dari emas, Xiao Tan pun langsung mengambilnya dan pergi. Begitu dia pergi, Lian Cheng langsung memerintahkan Yu Hao untuk mengawasi istrinya.
Tanpa tahu pentingnya benda itu, Xiao Tan santai saja memainkannya sambil menggerutu sebal, kapan dia bisa balik? Jing Xin memberitahunya untuk tidur sekarang. Xiao Tan tanya sekarang waktu apa?
Jing Xin berkata kalau sekarang jam malam pertama, langit sudah gelap (sekitar jam 9-11 malam). Xiao Tan heran, apa orang jaman dulu suka tidur cepat? Apa mereka tidak punya kehidupan malam?
__ADS_1
"Apa itu kehidupan malam?"
"Kehidupan malam itu seperti karaoke, minum wine dan Sanlitun (kehidupan malam yang populer di jalanan Beijing)."
Tapi tentu saja Jing Xin tak mengerti. Xiao Tan tiba-tiba punya ide, lalu membisiki sesuatu ke telinga Jing Xin.
Saat Tan Er terbangun keesokan harinya, dia mendapati kepalanya pusing dan dia ketiduran di lantai dengan guci-guci arak yang berserakan di lantai. Dia langsung memanggil Jing Xin dan tanya apa yang dilakukan Xiao Tan semalam?
Jing Xin tergagap mengaku tak tahu. Tapi Tan Er tak percaya dan mengancam akan mengirimnya pulang kalau dia tidak mau jujur.
Saat Tan Er bangkit, sesuatu terjatuh dari bajunya. Tan Er tercengang saat dia memungutnya, itu Lencana Komando Kerajaan. Kenapa ini bisa ada di sini?
Jing Xin memberitahu kalau Lian Cheng memberikannya pada Xiao Tan kemarin untuk disimpan sementara waktu.
Tahu Lencana Komando Kerajaan itu ada di tangannya, Tan Er pun langsung membawa Jing Xin keluar agar dia bisa memberikan lencana itu pada Yi Huai.
__ADS_1
Dia yakin sekali kalau para penjaga gerbang pasti akan menghentikan mereka. Tapi saat dia pamit, para penjaga gerbang tak ada yang berusaha menghentikannya.
Tan Er tentu heran, apa mereka tidak akan menghentikannya? Salah satu penjaga berkata kalau mereka tidak berani.
"Apa kalian tidak akan membuntutiku?"
"Kami tidak berani."
Walaupun jelas-jelas situasi ini mencurigakan, tapi Tan Er tak begitu curiga dan langsung saja keluar.
Mereka berjalan ke pasar saat seorang pejalan kaki tiba-tiba menubruk Tan Er hingga dia jatuh dan pingsan. (Huh? cuma ketubruk gitu doang dia jatuh dan pingsan? Hahaha, nggak masuk akal)
Saat dia tersadar sedetik kemudian, Xiao Tan kembali mengambil alih tubuhnya. Dia langsung melotot senang mendapati dirinya sudah ada di luar rumah. Bagaimana bisa nona-nya Jing Xin keluar? Dia mau ngapain keluar rumah?
Jing Xin berkata kalau Tan Er keluar untuk membeli barang. Tapi Xiao Tan menolak mendengarkan detilnya, sebodo amat apapun alasannya keluar, yang penting dia bisa keluar rumah.
__ADS_1