CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
104


__ADS_3

Lian Cheng tak memaksanya berpikir lebih panjang lagi dan mengajaknya istirahat saja sekarang.


Mereka pun masuk... tanpa menyadari kalau mereka sedang diawasi kedua penyihir. Mereka lalu masuk hutan untuk menghubungi Tuan mereka, si Raja Iblis.


Raja Iblis langsung marah saat mengetahui mereka gagal mendapatkan Mutiara Penekan Jiwanya dan langsung menggunakan kekuatan sihirnya untuk melempar mereka.


Si wanita meyakinkan bahwa biarpun mereka gagal mendapatkannya, tapi sekarang, mereka mengetahui sebuah rahasia yang mungkin akan menguntungkan si Raja Iblis: Qu Tan Er bisa menyentuh Mutiara Penekan Jiwa itu.


Raja Iblis sontak ketawa ngakak, "Akhirnya (mutiara) itu menemukan pemiliknya. Dengarkan perintahku. Bunuh dia! Lebih cepat lebih baik."


Tapi si pria cemas mengingat Tan Er selalu dilindungi oleh Lian Cheng dan Kakek Liu. Raja Iblis langsung nyinyir. Memang, kalau cuma mereka berdua, pasti susah. Jadi dia menyarankan mereka untuk minta bantuan Yi Huai.


Keesokan harinya, Lian Cheng dan Xiao Tan memelototi kotak giok itu. Xiao Tan heran, kotak ini untuk apa sebenarnya? Bagaimana kalau dia bertukar dnegan Tan Er dan tanya apakah Tan Er bisa menyentuhnya saat dia kecil dulu.

__ADS_1


Lian Cheng setuju. Tan Er mungkin mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui. Oke, Xiao Tan pun berbohong. "Cheng Cheng, kau tidak tampan!" (Pfft!)


Tapi aneh, dia tidak bertukar dengan Tan Er. Dia mencoba lagi, "Cheng Cheng itu bego!... Qu Xiao Tan bukan wanita paling cantik sedunia!... Aku tidak mencintai Cheng Cheng!... Apa aku sudah berubah?"


"Tidak."


Aneh! Apa yang terjadi? Kenapa berbohong juga tidak bisa bekerja sekarang? Lian Cheng curiga, apa mungkin ada hubungannya dengan Mutiara Penekan Jiwa ini?


"Kita masih belum tahu apa-apa tentang Mutiara Penekan Jiwa ini. Kita harus lebih hati-hati."


"Tapi Liu Qian Shui bilang kalau mutiara ini bisa membawaku kembali ke dunia asalku!" Sembur Xiao Tan.


Lain Cheng jelas kaget mendengar Xiao Tan masih berniat kembali ke dunianya. Menyadari dirinya keceplosan, Xiao Tan panik menjelaskan kalau dia tidak bermaksud begitu.

__ADS_1


Lian Cheng langsung bangkit lalu mendkap erat Xiao Tan sampai Xiao Tan tak nyaman dibuatnya, tapi Lian Cheng menolak melepaskannya. "Aku takut begitu aku melepaskanmu, kau akan menghilang."


Xiao Tan balas memeluknya dan meyakinkan Lian Cheng kalau dia takkan menghilang. "Kita kan sudah berjanji. Di kehidupan ini dan keabadian, kita tidak akan pernah berpisah."


"Benar. Di kehidupan ini dan keabadian, kita tidak akan pernah berpisah."


Lian Cheng usul agar dia saja yang menjaga Mutiara Penekan Jiwa ini. Xiao Tan protes menolaknya, kotak ini milik keluarga Qu, jadi harus dia sendiri yang menjaganya... Oh! Lian Cheng pasti takut kalau dia akan kabur diam-diam, kan?


"Aku khawatir kalau Mutiara Penekan Jiwa ini akan mengakibatkan masalah. Lebih aman jika aku saja yang menjaganya."


Hmm... itu masuk akal juga sih. Apalagi Mutiara Penekan Jiwa ini punya banyak rahasia.


Ah, Xiao Tan usul bagaimana kalau mereka tanya saja ke Kakek Liu? Mungkin dia mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui. Lian Cheng setuju. Senang, Xiao Tan langsung menyandarkan kepalanya dalam plukan Lian Cheng.

__ADS_1


__ADS_2