
Dia tidak mengerti, padahal dia sudah melakukan banyak hal untuk Yi Huai, dia selalu menuruti kata-kata Yi Huai dan mengikuti semua perintahnya. Tapi kenapa dia tidak bisa dibandingkan dengan Tan Er dalam hati Yi Huai?
Yi Huai dengan dinginnya menegaskan kalau Pan Er tidak punya hak untuk dibandingkan dengan Tan Er.
"Mo Yi Huai, jangan lupa kalau aku adalah istri sahmu!"
"Qu Pan Er, kita berdua hanya saling memanfaatkan satu sama lain. Kalau kau terus mencampuri urusanku, maka jangan salahkan aku untuk tidak lagi menganggap kita berdua suami istri."
Saat Lian Cheng ke kamarnya Xiao Tan, dia mendapati istrinya itu sedang menyulam. Dia langsung bisa menduga kalau dia adalah Tan Er yang asli. Mungkin karena dia kurang akrab dengan Tan Er yang asli, Lian Cheng menyapanya dengan sopan dan formal.
"Apa kau... Nona Qu? Dia... apa dia memanggilmu keluar?" Tanya Lian Cheng. Tan Er mengangguk.
Lian Cheng memberitahu Tan Er kalau tadi Yi Huai datang. Apa Tan Er akan menyalahkannya karena tidak membiarkannya bertemu Yi Huai?
__ADS_1
Tan Er tidak berani. Bagaimanapun, dia sekarang istrinya Lian Cheng. "Terlebih lagi. Putera Mahkota yang sekarang, bukan lagi Mo Yi Huai yang dulu. Sekarang, hatinya sudah dipenuhinya dengan tahta dan ambisi besar. Kurasa, dia juga tidak ingin menemuiku lagi."
Benar. Lian Cheng juga tidak pernah menyangka kalau akan jadi begini. Dulu, saat Kaisar memaksakan pernikahan ini pada mereka, mereka berdua sama-sama tak punya pilihan.
Tan Er setuju, sekarang semua itu sudah berlalu. Untunglah ada Xiao Tan di sini. Jika tidak, hari-hari akan terasa sangat sulit dijalani.
"Xiao Tan? Namanya Xiao Tan? Dia sangat menarik. Dia tidak lembut dan berbudi sepertimu. Dia juga tidak bisa bermain kecapi, catur, membaca karya sasta ataupun melukis. Dia bahkan tidak bersikap selayaknya putri keluarga bangsawan."
"Benar. Dia memang unik," Tan Er setuju. "Sejak Mo Yi Huai mencampakkanku, hatiku sudah mati. Berkat Xiao Tan lah, aku bisa memaksa tbuh ini untuk menjalani hidup yang hina ini."
"Semua kehidupan memiliki takdir mereka sendiri-sendiri. Jangan memaksanya."
Entah apa yang Tan Er pikirkan, tiba-tiba dia meletakkan sulamannya lalu memainkan kecapi dengan begitu ahlinya. Jauh berbeda dari Xiao Tan yang bahkan tidak bisa memainkan kecapi.
__ADS_1
Kedua penyihir tiba di sebuah hutan untuk memanggil bos mereka. Si bos langsung menanyakan bagaimana perkembangan urusan yang dia berikan pada mereka untuk diselidiki itu?
Kedua penyihir pun melapor kalau mereka mendapat kabar bahwa seseorang bernama Liu Qianshui muncul di Dong Yue. Orang yang mereka maksud itu ternyata si Kakek penyihir.
Sepertinya si bos penyihir bermusuhan dengan Kakek itu. Berita itu sontak membuatnya kesal dan heran, apa yang dilakukan si tua itu di Dong Yue?
"Ada seorang wanita bernama Qu Tan Er di kerajaan Dong Yue di Kediaman Pangeran Ke-8. Dia tak sadarkan diri akibat luka parah. Liu Qianshui datang menyembuhkannya dan wanita itu selamat secara menakjubkan."
"Maksudmu, Qu Tan Er adalah orang yang kita cari?"
"Saya rasa itu mungkin saja. Jika tidak maka Liu Qianshui tidak akan menyia-nyiakan tenaganya pada wanita itu."
"Segera selidiki gadis itu. Jika kalian bisa mengkonfirmasinya, segera habisi dia!" (Waduh! ada apa dengan Xiao Tan sampai perlu dihabisi?)
__ADS_1