CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
100


__ADS_3

BRAK! Yi Huai menggebrak meja penuh amarah. "Hubungan suami istri? Dia mencoba membunuh Tan Er, dia sudah menghancurkan titik terakhir perasaan yang kumiliki untuknya!"


Dan sekarang, Pan Er malah melakukan kesalahan yang lebih buruk. Alih-alih membunuh Tan Er, dia malah membunuh keponakan kesayangan Ibu Suri. Apa mungkin Bangsawan Anle akan melepaskan kesalahan ini begitu saja?


Sekarang semua bukti sudah ada dan diserahkan pada Ibu Suri. Jangankan dia, bahkan Kaisar sekalipun tidak akan bisa menyelamatkan Pan Er. Tuan Qu ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi Yi Huai langsung menghentikannya.


"Baguslah karena masalah ini tak ada hubungannya denganku. Aku tidak membeberkan perbuatannya yang dulu itu sudah termasuk memberimu kehormatan!" Yi Huai langsung pergi tak mau peduli lagi.


Tak punya pilihan lain, Tuan Qu akhirnya mendatangi dan memohon bantuan Xiao Tan. Xiao Tan sungguh tak percaya mendengarnya. Berkali-kali Pan Er menyiksanya dan sekarang Tuan Qu berani memohon belas kasihannya!


"Pan Er memang salah. Tapi, bisakah kau mempertimbangkan hubungan sedarah kalian dan menolongnya? Aku pasti akan selalu mengingatnya dalam hatiku."

__ADS_1


"Hubungan darah? Waktu dia berencana mencelakaiku, apa dia bahkan memikirkan hubungan darah kami?!"


Tuan Qu beralasan kalau Pan Er hanya bingung karena obsesinya. Dia janji kalau Tan Er menyelamatkan Pan Er, dia akan mengawasi dan membimbing Pan Er dengan baik. Pan Er pasti akan sangat berterima kasih atas kebaikan Tan Er.


"Ayah. Jika aku yang membuat kesalahan sebesar ini, apa kau juga akan memikirkan cara untuk menyelamatkanku? Jangan bicarakan tentang fakta kalau dia sedang berada dalam situasi tanpa harapan. Bahkan sekalipun aku bisa menyelamatkannya, apa kau bisa yakin kalau dia tidak akan menyakitiku lagi nantinya?!"


Tuan Qu sedih, sepertinya Xiao Tan masih belum bisa memaafkannya. Dia memohon pengertian Xiao Tan. Keluarganya sekarang berada diambang kehancuran. Seandainya dia punya pilihan lain, maka dia tidak akan mempermalukan dirinya dan memohon-mohon pada Tan Er seperti ini.


Xiao Tan buru-buru menariknya bangun dengan kesal dan mengingatkan Tuan Qu kalau Pan Er tertangkap basah oleh Ibu Suri. Bahkan Putera Mahkota pun tidak bisa menolongnya, lalu bagaimana bisa dia menyelamatkannya.


"Jika Pangeran Ke-8 ikut campur, maka situasinya bisa berubah."

__ADS_1


"Pangeran Ke-8? Kenapa juga Pangera Ke-8 menyelamatkannya? Dia (Lian Cheng) sangat membencinya hingga dia lebih suka mencabik-cabiknya!"


"Tapi Pangeran Ke-8 menyukai dan mencintaimu. Tan Er, jika kau bisa meyakinkan Pangeran Ke-8, aku rela menyerahkan pusaka berharga keluarga: Mutiara Penekan Jiwa."


Hmm... penawaran yang menarik. Xiao Tan teringat ucapan Kakek Liu waktu itu. Bahwa jika dia ingin kembali ke dunianya, maka dia harus mendapatkan Mutiara Penekan Jiwa.


"Akan kupikirkan dulu," kata Xiao Tan. Tuan Qu pun berterima kasih padanya.


Keesokan harinya, Jing Xin lagi-lagi berdiskusi dengan kedua nonanya. Tapi tak peduli sejahat apapun Pan Er kepadanya, Tan Er masih begitu baik hati memikirkan hubungan keluarga antara dirinya dan Pan Er. Apalagi Pan Er adalah satu-satunya saudara sedarahnya.


Jing Xin pun mencoba membujuk XiaoTan untuk menyelamatkan Pan Er demi Tan Er.

__ADS_1


Xiao Tan ngomel-ngomel kesal menggerutui kebodohan Tan Er. Bisa-bisanya Tan Er memohon demi orang yang berniat membunuhnya. Terlalu baik hanya akan membuatnya mati dibuli cepat atau lambat.


__ADS_2