
"Terlebih, aku tidak akan membuat keputusan gegabah karena selera pribadiku."
"Baik. Akan kutunggu kabar baikmu."
Para pengawal yang berjaga di depan kamar Xiao Tan, heran mendengar suara ribut-ribut dari dalam. Terdengar suara barang-barang pecah dan Lian Cheng berteriak-teriak, dia terdengar begitu pilu dan panik mencemaskan istrinya yang sakit parah.
Salah satu pengawal tanya ke Yu Hao, apa Pangeran baik-baik saja? Yu Hao dengan muka lempengnya berkata kalau Lian Cheng sangat mencemaskan istrinya yang sangat lemah, bahkan menelan obat pun dia tidak bisa.
Karena itulah, Yu Hao memerintahkannya untuk berjaga dengan baik. Jangan biarkan siapapun masuk dan menganggu mereka.
Padahal di dalam, Lian Cheng sedang santai baca buku. Mukanya serius sambil pura-pura jejeritan panik dan banting-banting gelas. "Tan Er, kenapa kau begitu bodoh? Kenapa kau harus menyelamatkanku. Cepat bangun! Tan Er!"
Xiao Tan sampai harus menahan tawa melihat akting lebainya. Dia heran melihat Lian Cheng, bagaimana bisa dia tidak tertawa dengan situasi ini? Pasti sulit, yah? Lian Cheng santai, dia kan memang selalu lebih serius daripada Xiao Tan.
__ADS_1
"Masa? Kalau begitu, aku mau lihat seserius apa kau."
Xiao Tan langsung nakal menggelitikinya. Lian Cheng masih bisa bertahan. Xiao Tan jadi makin semangat menggelitikinysa sampai Lian Cheng tak tahan dan hampir saja menyembur tawa. Untunglah Xiao Tan sigap membekap mulutnya.
Tapi gara-gara itu, suasana canda tawa diantara mereka mendadak berubah jadi lebih intens. Lian Cheng langsung melupakan bukunya lalu mendorong Xiao Tan ke rnjang bersamanya.
"Yang Mulia, aku bersalah. Lepaskan aku."
"Sikap istriku agak ceroboh. Aku harus menghukummu dengan benar."
Lian Cheng bingung, apa hubungannya cedera kaki dengan melayaninya? Dia sudah mau menc**mnya lagi. Tapi lagi-lagi Xiao Tan panik menghentikannya, dia belum siap.
"Apa wanita perlu bersiap?" Bingung Lian Cheng.
__ADS_1
Xiao Tan lebih heran mendengar pertanyaannya. Apa Lian Cheng, belum pernah punya wanita lain sebelumnya? Lian Cheng langsung kelihatan malu yang jelas mengkonfirmasi dugaan Xiao Tan.
Xiao Tan tak menyangka, ternyata Pangeran ke-8 yang terkenal di seluruh negeri, ternyata masih perjaka (sebelum bersamanya). Kesal, Lian Cheng langsung menc**m lembut bibir Xiao Tan.
"Kenapa kau begitu senang? Apa kau senang karena kau adalah wanitaku satu-satunya?"
Xiao Tan hanya menatapnya dalam diam. Lian Cheng pun kembali menc**mnya.
Jing Xuan sedang bermanja-manja dengan Ibu Suri saat Kaisar datang. Kaisar langsung mengkritiki Jing Xuan yang sudha besar tapi masih membuntuti neneknya sepanjang hari. Tapi Jing Xuan mengaku kalau dia disuruh Lian Cheng kemari untuk menggantikan Lian Cheng menemani Ibu Suri.
"Aku ini bodoh, tidak bisa dibandingkan kakak-kakakku dalam banyak hal. Tapi setidaknya, aku bisa berbakti dan menemani Nenek. Setidaknya aku bisa sedikit meringankan beban Ayahanda."
Tapi senyum Kaisar seketika menghilang saat Ibu Suri to the point menyuruh Kaisar untuk membahas masalah penyelidikan percobaan pembunuhan Lian Cheng. Apa Kaisar sudah punya kesimpulannya?
__ADS_1
Kaisar memberitahunya bahwa itu dilakukan oleh para pemberontak dari dinasti sebelumnya dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yi Huai.