
Xiao Tan sebenarnya masih ragu. Tapi akhirnya dia setuju untuk membantu. Tapi Cheng Cheng tidak akan membiarkannya pergi, jadi dia harus memikirkan cara keluar dari kediaman ini.
Ah, Xiao Tan tiba-tiba dia punya ide. Di mana ginseng pemberian Jing Xuan waktu itu? Tentu saja Jing Xin menyembunyikannya, soalnya Xiao Tan kan takut Lian Cheng akan menyuruhnya memakan ginseng itu.
"Cepat ambil! Mulai hari ini, aku akan makan ginseng besar itu 3 kali sehari. Dalam waktu 3 hari, aku harus sepenuhnya menyingkirkan lobak besar aneh itu!"
Maka ginseng itu pun diolah jadi berbagai macam makanan. Mulai dari dibuat jadi salad, ditumis, bahkan dijadikan sup ayam dan Xiao Tan memakan semuanya dengan sangat lahap. Dia bahkan menenggak sup ayam ginsengnya sampai ludes tak bersisa.
Lian Cheng senang-senang saja melihatnya makan begitu lahap. Tapi dia heran juga, kenapa belakangan ini dia suka makan ginseng?
"Setelah aku menghabiskan semua ini, maka ginseng besar pemberian Xiao Xuan itu akan habis!"
__ADS_1
"Baiklah, baiklah. Aku akan mengizinkanmu keluar rumah."
"Sungguh? Baguslah! Cheng Cheng, kau sangat tampan. Aku kenyang sekarang. Kalau begitu, aku pergi dulu. Bye bye!"
Yu Hao heran dengan bahasa anehnya Xiao Tan barusan, 'bye bye' itu apa? Lian Cheng menduga kalau itu mungkin artinya sampai jumpa.
Pelayan datang tak lama kemudian untuk memberitahu Lian Cheng pesan dari istana. Lian Cheng diundang ke Perpustakaan Kerajaan besok untuk mendiskusikan masalah penting.
Begitu tandu yang membawa Tan Er pergi, Jing Xin berdoa semoga Tan Er bisa melakukan apa yang dia inginkan hari ini agar dia tidak bersedih lagi. Tanpa mereka sadari, Selir Yi diam-diam mengintip mereka tak jauh dari sana.
Di istana, ketiga pangeran sudah menunggu di luar Perpustakaan Kerajaan. Pelayan muncul tak lama kemudian dengan membawakan 3 gelas teh untuk mereka dari kaisar yang saat ini masih sibuk.
__ADS_1
Yi Huai dan Jing Xuan langsung meminum minuman mereka. Hanya Lian Cheng yang merasa aneh karena entah kenapa minuman itu sangat dingin. Maka dia pun diam-diam menotok beberapa syaraf lehernya sebelum meminumnya.
Yi Huai lalu menanyakan pendapat Lian Cheng tentang minuman itu. Lian Cheng diam saja. Tapi Jing Xuan menggerutu kesal karena Pelayan ini malah menyajikan teh yang sudah dingin untuk mereka. Dia yakin kalau Lian Cheng pasti tidak menyukainya.
Di tengah jalan, Tan Er menyadari ada yang aneh. Tandu itu tidak menuju ke kediaman Yi Huai, tidak pula ke tempat biasanya mereka bertemu. Sepertinya ini jalan menuju...
Dia langsung bertanya pada para pembawa tandu ke mana mereka mau membawanya, tapi tak ada seorang pun yang menjawab.
Tan Er mulai ketakutan sekarang. Dia memerintahkan mereka untuk menurunkannya. Tapi tak ada yang menggubrisnya.
Kaisar akhirnya turun tak lama kemudian dengan membawakan teh lain lagi. "Teh yang ini dipasangkan dengan teh yang disuguhkan tadi. Mereka dinamakan teh kerinduan cinta dan patah hati (putus usus)."
__ADS_1
Jika mereka hanya meminum teh patah hati yang tadi, usus mereka akan bolong, sel-sel tubuh mereka akan mati yang pada akhirnya bisa membuat mereka meninggal.