
Lian Cheng menarik Xiao Tan ke dalam pelkannya. "Kau wanitaku. Mulai sekarang, hanya aku yang boleh mempedulikanmu dan mencintaimu. Seumur hidup dan selamanya, aku akan melindungimu."
Keesokan harinya saat sedang membantu Xiao Tan berias, dia memperhatikan wajah Xiao Tan yang tampak begitu berseri-seri. "Xiao Tan, kau tidak jatuh cinta pada Pangeran ke-8, kan?"
Malu, Xiao Tan langsung protes. "Kau ini bicara apa sih? Aku ini Istri Pangeran Ke-8. Apa perlu kau usil tentang Istri Pangeran Ke-8?"
Tapi, kemarin kan Tan Er jelas-jelas mau bertemu Yi Huai. Lalu kenapa dia bisa berakhir di kediaman Qu?
Jing Xin juga tidak tahu tentang masalah itu. Tapi yang pasti, sekarang Pangeran Pertama sudah terpilih sebagai Putera Mahkota.
"APA?!"
"Sungguh. Seluruh kota sudah mengetahuinya sekarang. Malah itu yang sedang dibicarakan semua orang sekarang."
Xiao Tan curiga, jangan-jangan gara-gara kejadian kemarin. Dia langsung menyuruh Jing Xin untuk memanggil Yu Hao kemari.
Xiao Tan yakin kalau Yi Huai kemarin memang tidak pernah bermaksud menemui Tan Er, dia pasti punya rencana lain. Tapi apa hubungannya dengan posisi Putera Mahkota?
__ADS_1
Yu Hao datang tak lama kemudian dan Xiao Tan langsung menuntutnya untuk menceritakan apa yang terjadi kemarin, ceritakan semuanya, jangan ada yang disembunyikan!
Yu Hao pun memulai ceritanya dari saat Kaisar menggunakan teh kerinduan cinta dan patah hati untuk menguji para pangeran. Pangeran ke-8 menunjukkan bahwa dia telitis, cerdas dan terampil hingga mendapat pujian dari Kaisar.
Tapi kemudian, saat para pangeran sedang menunggu di depan perpustakaan kerajaan, Yi Huai memberi isyarat kalau Xiao Tan mungkin dalam bahaya.
Lian Cheng jadi tidak tenang da menyuruhnya untuk mengecek Xiao Tan di rumah, tapi malah mendapati Xiao Tan tidak ada, bahkan Jing Xin pun tak tahu dia pergi ke mana.
Lian Cheng sangat mencemaskan keselamatan Xiao Tan dan langsung pergi meninggalkan istana. Padahal tepat saat itu juga, Kaisar memanggilnya masuk.
Kesal pada dirinya sendiri, dia langsung mengusir semua orang lalu menutup dirinya rapat-rapat dengan selimut.
Tapi tak lama kemudian, seseorang membuka selimutnya. Xiao Tan sontak ngomel-ngomel menyuruhnya keluar. Tapi saat dia bangkit, dia malah mendapati Lian Cheng berdiri di hadapannya. Xiao Tan langsung terdiam seketika.
"Istriku, biasanya kau suka bercanda. Kenapa hari ini kau tidak bicara?"
"Mo Lian Cheng! Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Kau... apa kau menyukaiku?"
__ADS_1
"Sebenarnya aku tidak yakin itu. Apakah aku menyukaimu atau tidak?" Canda Lian Cheng.
"Ah, sudahlah. Tidak usah bicara lagi. Pergilah!"
"Bagaimana kalau aku mengakui kalau aku menyukaimu?"
Senyum Xiao Tan mengembang sekilas lalu tanya lagi, "Lalu apakah kau mencintaiku?"
"Cinta."
"Kalau begitu, aku tidak mencintaimu lagi!"
Bohong, dan seketika itu pula Tan Er muncul menggantikannya. Lian Cheng yang tidak mengetahuinya, santai saja menggodainya terus. "Maksudmu... kau selalu mencintaiku?"
Tan Er yang masih sedih dengan kejadian kemarin, buru-buru pamit keluar jalan-jalan dengan alasan lagi bosan di sini.
Di luar, Jing Xin bisa langsung tahu kalau dia adalah Tan Er dan langsung cemas melihat wajah murung Tan Er. Dia tanya kenapa kemarin Xiao Tan pergi ke kediaman keluarga Qu padahal jelas-jelas kemarin dia pergi untuk bertemu Yi Huai.
__ADS_1