CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
77


__ADS_3

Tapi sebelum dia sempat mengatakan apapun lagi, Lian Cheng langsung menariknya ke dalam pelkannya. Xiao Tan tidak perlu mengatakan apapun lagi. "Aku mempercayaimu. Aku percaya padamu."


Xiao Tan lega mendengarnya. Tapi... dialah yang membuat Lian Cheng kehilangan kesempatan untuk menjadi Putera Mahkota. Lian Cheng tidak menyalahkannya, kan?


Lian Cheng menutup mulutnya, "Jangan berkata seperti itu lagi. Aku pasti akan mengambil kembali segala hal yang menjadi milikku."


Jing Xin masuk tepat saat itu juga untuk mengabarkan kedatangan Yi Huai dan istrinya, mereka ingin bertemu Lian Cheng. Xiao Tan menawarkan diri untuk memanggil Tan Er, biar dia bisa bertemu dengan Yi Huai.


Lian Cheng tidak setuju. Jika begitu, maka Tan Er akan berkata kalau dia tidak mencintainya lagi. "Jangan pernah memikirkannya. Kau adalah milikku. Sepenuhnya milikku."


Lian Cheng menemui tamunya, Yi Huai dan Pan Er. Pastinya, pertemuan mereka tak lengkap tanpa diwarnai aksi sindir-sindiran.


Lian Cheng heran bagaimana bisa Putera Mahkota bisa punya waktu datang kemari padahal dia sibuk dengan urusan negara.

__ADS_1


"Pepatah berkata, hubungan saudara lebih penting dari negara. Kita berdua biasanya membantu Ayahanda mengurus urusan negara. Hari ini kau dalam kesulitan, apa aku tidak boleh datang mengkhawatirkanmu?"


"Kurasa Putera Mahkota mengkhawatirkan orang lain."


Yi Huai jelas tersinggung. Pan Er buru-buru meyakinkan Lian Cheng untuk tidak tersinggung dulu. Mereka tidak pernah datang berkunjung sebelumnya, bukan karena tidak ingin datang. Hanya saja, mereka sibuk dengan urusan negara.


Putera Mahkota baru dinobatnya, jadi mereka benar-benar tidak bisa pergi. Mereka dengar kalau adiknya yang malah jatuh sakit dan terbaring di tempat tidur berhari-hari. Sekarang setelah mereka punya waktu, mereka datang untuk berkunjung.


"Istri Putera Mahkota memang perhatian dan baik hati. Walaupun aku tidak berbakat, tapi aku masih bisa melindungi wanitaku sendiri."


Kesal, Yi Huai mengingatkan Lian Cheng kalau dia adalah Putera Mahkota dan Lian Cheng cuma seorang pangeran. "Seharusnya kau mengubah sikapnya itu. Jika tidak, saat aku menjadi Raja nantinya..."


"Kenapa memangnya kalau kau Putera Mahkota? Kurasa sebaiknya kau membaca buku dan lihatlah berapa banyak Putera Mahkota yang digulingkan dalam sejarah. Jangan menghabiskan semua energimu padaku dan membiarkan bebek yang dimasak terbang (jangan menghitung ayammu sebelum menetas)."

__ADS_1


Yi Huai sontak bangkit dengan penuh amarah. Lian Cheng tetap tenang meminta mereka pergi dan meyakinkan mereka kalau sakit istrinya tidak serius.


Pan Er marah, Putera Mahkota secara khusus datang dengan membawakan hadiah, tapi Lian Cheng malah menghina mereka.


Dia memperlihatkan hadiah mereka yang berupa patung kura-kura emas dan menegaskan bahwa hanya Yi Huai yang bisa menempati posisi teratas. Pan Er yakin Lian Cheng cukup pintar untuk memahami maksudnya.


"Kurasa maksud Istri Putera Mahkota adalah sejak Putera Mahkota menikah denganmu, dia berubah menjadi pengecut."


"Kau...!!!"


"Ini hadiah yang sangat berharga. Kurasa lebih baik kalian menyimpannya sendiri. Sudah sore, aku tidak akan mengantar kalian keluar."


"Kita lihat saja dengan siapa rusa akan berakhir nantinya!"

__ADS_1


Saat mereka melangkah keluar, Yi Huai masih sempat meneoleh kembali ke rumah itu dengan cemas. Pan Er tahu kalau Yi Huai masih memikirkan Tan Er.


__ADS_2