
Lian Cheng langsung saja menarik Xiao Tan hingga Xiao Tan kembali terbaring di pankuannya. "Jangan berpikir untuk pergi ke manapun."
Xiao Tan tersipu malu mendengarnya.
Keesokan harinya saat Jing Xin membantunya berdandan, Jing Xin menatapnya dengan penuh arti sambil bertanya apakah semalam Xiao Tan tidur nyenyak.
Xiao Tan canggung berkata kalau dia dan Lin Cheng tidur lebih awal semalam, mereka tidak melakukan apapun kok.
Seorang pelayan datang untuk memberitahu bahwa Tuan Qu mengundang Lian Cheng dan Tan Er untuk datang ke kediaman Qu dan mengikuti pertemuan keluarga untuk festival musim gugur.
Xiao Tan kesal mendengar keluarga Qu lagi dan menolak pergi. Dia sudah tidak mau punya hubungan apapun dengan keluarga Qu.
Tapi Pelayan berkata bahwa Lian Cheng sudah menerima undangan itu. Xiao Tan tetap tidak mau, bilang saja dia sedang tidak enak badan.
__ADS_1
Tapi sedetik kemudian dia mulai penasaran, siapa lagi yang akan datang dalam pertemuan keluarga itu? Pelayan berkata bahwa Pangeran Yi Huai dan istrinya juga akan datang. Mendengar itu, Xiao Tan mendadak berubah pikiran dan menerima undangan itu.
Setelah pelayan pergi, Jing Xin penasaran kenapa Xiao Tan tiba-tiba setuju secepat itu. Xiao Tan mengaku kalau dia hanya ingin menciptakan kesempatan agar Tan Er bisa bertemu dengan Yi Huai.
"Aku akan berterima kasih padamu atas nama nonaku."
"Jangan berterima kasih dulu. Aku masih belum tahu pemicu kami bertukar jiwa. Entah siapa yang akan bertemu dengannya nanti, kita hanya bisa bergantung pada takdir."
Jing Xin penasaran, kenapa Xiao Tan tiba-tiba jadi sebaik ini? Apa dia melakukan kesalahan pada Tan Er?
"Aku tidak mengatakan kalau itu tentangmu dan pangeran."
"Lihatlah kau! Tinggal di tempat busuk kalian ini membuat kecerdasanku menurun. Kau tidak boleh menertawakanku lagi. Kalau kau berani melakukannya lagi, akan kunikahkan kau dengan Pelayan Zhu!" Canda Xiao Tan.
__ADS_1
Lian Cheng tampaknya benar-benar mempercayai istrinya sekarang hingga dia memerintahkan Yu Hao untuk tidak usah mengawasi Tan Er lagi. Dia bahkan tak mau ada orang lain yang mengawasinya.
Tapi setelah Yu Hao pergi, Pelayan datang memberitahu Lian Cheng tentang Tan Er yang pada akhirnya bersedia menerima undangan itu.
Awalnya dia menolak, tapi begitu mendengar Yi Huai dan istrinya juga akan datang, Tan Er berubah pikiran. Ekspresi wajah Lian Cheng langsung berubah mengeras mendengar informasi itu.
Yi Huai sudah tiba duluan di kediaman Qu dan langsung berusaha mengorek informasi dari Tuan Qu tentang Mutiara Penekan Jiwa yang kabarnya ada di Dong Yue.
Tuan Qu menyangkal pernah mendengar adanya pusaka semacam itu. Tapi dari wajahnya yang tampak kaget dan cemas, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu. Yi Huai hendak membahasnya lebih jauh, tapi kedatangan Lian Cheng memberi Tuan Qu alasan untuk menghindari topik itu.
Karena semua orang sudah datang, acara pun dimulai. Tapi kedua pangeran malah saling sindir-sindiran. Yi Huai langsung sinis menyindir keterlambatan adik dan adik iparnya itu.
Lian Cheng sok me sra berkata bahwa ini adalah salahnya yang terlalu memanjakan istrinya. "Aku membiarkannya bermain dan akhirnya kami bermain-main terlalu lama."
__ADS_1
"Kalian pengantin baru, wajar kalau kalian suka bermain. Tapi jangan menunda urusan penting dan membuat Ayahanda Raja marah."
"Kau benar. Tan Er juga sering mengingatkanku. Dia juga selalu berada di sisiku."