CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
84


__ADS_3

Lian Cheng jelas tak mempercayai akting lebay-nya dan langsung mendekat dengan nakal. "Kau kan juga istriku."


Xiao Tan buru-buru mendorongnya dengan malu. "Aku yang salah. Aku menyerah!"


"Kau itu tidak akan bisa lari dari genggamanku. Karena di dunia ini, hanya ada satu Qu Xiao Tan. Qu Xiao Tan yang penuh omong kosong dan kebohongan. Qu Xiao Tan yang ingin kugunakan sepanjang sisa umurku untuk dicintai dan dilindungi. Tinggallah di sisiku selamanya, yah?"


"Aku tidak mempercayai kata-katamu! Siapa juga yang tidak bisa bicara manis? Aku masih tahu menilai hal semacam itu."


Lian Cheng dengan romantisnya berusaha menunjukkan kesungguhan hatinya dengan menempatkan tangan Xiao Tan di d**anya. Xiao Tan akhirnya menyerah dan langsung menc**m Lian Cheng.


Di kamar pengantin, Jing Xuan yang menyamar jadi pengantin pria, berusaha kabur diam-diam. Sayangnya, dia malah kesandung meja. Qing Yun langsung memanggil Kakak Lian Cheng-nya, dia ada di mana?


"Aku sedang mencopot bajuku."

__ADS_1


"Kau tidak sabaran sekali. Seharusnya kau membuka kerudung merahku dulu."


Qing Yun mendadak bangkit lalu berusaha mendekati Jing Xuan dengan masih memakai kerudungnya. Jing Xuan berusaha menghindar, tapi malah kesandung kakinya Qing Yun. Saat itulah Qing Yun membuka kerudungnya dan langsung kesal melihat dia bukan Lian Cheng.


Jing Xuan bergegas kabur sebelum Qing Yun sempat melakukan sesuatu. Qing Yun jelas kesal dan memerintahkan pelayannya untuk mencari dan membawa Lian Cheng kemari sekarang juga.


Si pelayan pun segera pergi dan Qing Yun lamgsun melampiaskan amarah membantingi makanan di hadapannya.


Lian Cheng hendak menc**m Xiao Tan lagi saat tiba-tiba saja pelayannya Qing Yun datang untuk meminta Lian Cheng ke kamarnya Qing Yun.


"Pangeran Ke-8 yang terkenal di seluruh negeri, memperlakukan istri barunya seperti itu. Wah, ini tidak benar."


"Istri baru mana yang kau maksud? Kau kah istri baruku itu? Aku... akan jadi ganas sekali lagi."

__ADS_1


Xiao Tan buru-buru mencegahnya dan memberitahu Lian Cheng bahwa pria di dunianya, hanya menikah dengan satu orang wanita seumur hidup mereka. Hati setiap wanita hanya mengharapkan bertemu seseorang yang memegang tangannya dan menua bersamanya.


"Tidak seperti pria di sini yang punya banyak istri dan selir! Hidupnya sangat kacau. Ini tidak adil bagi kami, wanita."


"Di kediamanku dan di dalam hatiku, hanya ada satu istri yaitu kau. Di hatiku, tak ada tempat untuk orang lain."


Bukankah orang-orang di dunianya Xiao Tan selalu merayakan sesuatu yang disebut 'ulang tahun'?


"Kalau begitu, aku akan menikahimu lagi setiap tahun."


"Bagus sekali. Kalau begitu, kita jangan menyia-nyiakan malam yang indah ini. Malam ini, kau adalah milikku!" Xiao Tan pun mendorong Lian Cheng ke ranajng lagi.


Keesokan harinya, Jing Xin tiba-tiba muncul di hadapan Xiao Tan sambil menangis dan memegangi pipinya yang memerah dan tampak ada cap tangan. Xiao Tan cemas, Jing Xin bertengkar sama siapa?

__ADS_1


"Aku tidak bertengkar dengan siapapun. Aku tadi pergi ke dapur untuk mengambil sup bunga persik. Tapi aku malah bertemu dengan pelayannya istri kedua."


Waktu si pelayan itu melihat Jing Xin membawa sup bunga persik, dia juga menginginkannya. Jing Xin menolak memberikannya, tapi pelayan itu malah mencoba merebutnya paksa darinya sampai membuat vas yang dia pegang terjatuh.


__ADS_2