CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
86


__ADS_3

"Membicarakan Qu Ta Er, aku juga menyimpan kemarahan terhadapnya."


"Qu Tan Er ini juga berani membuatmu marah?"


"Si j***ng itu berusaha menggoda Putera Mahkota berulang kali. Yang Mulia sudah lama menganugerahkan pernikahan antara aku dan Putera Mahkota, tapi dia tidak mau melepaskannya."


Dia menuduh Tan Er pintar menggoda pria karena dia itu anak seorang selir. Lian Cheng itu berhati baik, makanya dia jatuh dalam tipu dayanya Tan Er.


Hari itu saat pemilihan Putera Mahkota. Kaisar sebenarnya lebih menginginkan Pangeran Ke-8. Tapi siapa sangka kalau pada peristiwa sepenting itu, Lian Cheng malah menghilang.


Qing Yun curiga tentang hal itu. Para pejabat dan Kaisar lebih mengagumi Lian Cheng. Jadi seharusnya kan posisi Putera Mahkota itu jadi milik Lian Cheng.

__ADS_1


"Menurutmu Pangeran Ke-8 pergi ke mana waktu itu? Dia pergi menemui Qu Tan Er." Kata Pan Er.


Dia menuduh Tan Er diam-diam berencana menemui Yi Huai di siang bolong. Bahkan ada sebuah surat sebagai bukti. Untunglah waktu itu Yi Huai sudah membuat keputusan sebelum itu, sedangkan Pangeran Ke-8 jatuh ke dalam tipuannya Tan Er. Sekarang keadaan jadi seperti ini, entah apa yang akan terjadi di masa depan nanti.


Qing Yun dengan lugunya mempercayai semua omongan Pan Er dan langsung kesal. Pokoknya dia bertekad harus mencari kesempatan untuk menyingkirkan Tan Er yang sudah membawa bencana bagi negara dan rakyat itu.


"Aku tidak boleh membiarkannya mencelakai Kakak Lian Cheng lebih banyak lagi. Tapi... si Qu Tan Er itu adalah orang yang paling disayangi Kakak Lian Cheng sekarang ini. Jika aku menyingkirkannya, aku takut Kakak Lian Cheng akan menyalahkan aku."


"Yang paling penting sekarang adalah menyingkirkan Qu Tan Er untuk melampiaskan kemarahan dalam hatiku ini."


"Meski dengan kekuatan Bangsawan Anle, menyingkirkan Qu Tan Er bisa dilakukan dengan sangat mudah. Tapi putri, kau tetap harus berhati-hati dalam menjalankan rencanamu. Yang paling penting adalah kau harus mendapatkan kembali kepercayaan Pangeran Ke-8 dengan cepat."

__ADS_1


Qing Yun sungguh berterima kasih pada Pan Er. Membicarakan masalah ini dengannya, membuat keresahan Qing Yun mereda. Mulai sekarang, dia ingin berhubungan baik dengan Pan Er. Pan Er pun tersenyum licik.


Pan Er lalu menceritakan masalah barusan pada ibunya. Dia yakin kalau kali ini, mereka bisa menang seratus persen. Dia yakin kalau Qing Yun akan melakukan sesuatu pada Tan Er. Bahkan hanya dengan menyebut nama Tan Er saja, Qing Yun seperti mau mengulitinya hidup-hidup.


Nyonya Qu senang, akhirnya mereka punya kesempatan untuk menyingkirkan Tan Er melalui Qing Yun. Tapi Pan Er punya rencana lain selain menyingkirkan Tan Er. Mereka bisa sekalian memukul dua burung dengan satu batu melalui kesempatan ini.


Sekarang ini, halangan terbesar bagi Yi Huai adalah Lian Cheng. Pan Er tidak akan membiarkan Lian Cheng mendapat dukungan dari keluarganya Qing Yun.


Kelemahan terbesar Lian Cheng kan Tan Er. Jadi dengan menyingkirkan Tan Er, mereka bisa sekalian membuat Lian Cheng tertimpa kemalangan.


"Pokoknya, aku harus memastikan Putera Mahkota duduk di singgasana. Tidak ada seorang pun yang boleh menghalangi kami. Jika tidak, maka mereka harus mati."

__ADS_1


__ADS_2