CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
12


__ADS_3

"Kenapa mengungkit masalah itu. Pangeran Pertama memang baik, tapi Pangeran ke-8 kita mendapatkan dukungan dari Ibu Suri. Mungkin Puteri Permaisuri ke-8 mengira kalau Pangeran ke-8 memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan tahta, makanya dia berubah pikiran." Sindir Selir Yi.


"Pangeran Yi Huai pasti patah hati."


"Patah hati? Seharusnya Pangeran Yi Hui bahagia untuk Puteri Permaisuri Qu. Selain itu, Puteri Pertama kan Kakaknya Puteri Permaisuri ke-8. Mungkin mereka mendapatkan semua yang terbaik untuk keluarga mereka sendiri."


Tak tahan lagi, Tan Er langsung membanting teko tehnya, menyuruh mereka pergi dan menegaskan bahwa tidak ada hubungan apapun di antara dirinya dan Pangeran Yi Huai. Semua itu cuma rumor, jadi jaga ucapan mereka dan jangan mendengarkan semua kebohongan itu.


"Kau baru menikah dengan Pangeran ke-8, tapi sudah sombong. Kau itu cuma putri seorang selir yang beruntung menjadi permaisuri. Jangan anggap dirimu sebagai pheonix (simbol permaisuri)."


Jing Xin kesal dan sudah mau melabrak mereka, tapi Tan Er menghentikannya. Dia berjalan melewati Selir Yi, tapi Selir Yi dengan sengaja menjegalnya hingga Tan Er terjatuh dan pingsan (dia kok gampang pingsan sih? Hahaha)

__ADS_1


Saat dia terbangun, Xiao Tan muncul dan langsung menggerutu mendapati badannya sakit semua. Kedua selir berniat keluar diam-diam.


Tapi Xiao Tan tegas menyuruh mereka berhenti. Xiao Tan heran, mereka berdua siapa?


"Mereka dua selirnya Pangeran ke-8." Kesal Jing Xin.


"Selir? Balik badan! Aku suruh kalian berbalik!"


Kedua selir berbalik dengan takut-takut. Xiao Tan sinis memperhatikan penampilan mereka lalu tanya apakah mereka pernah lihat istri menghajar selir? "Hari ini, aku akan membiarkan kalian mengalaminya!"


Pangeran ke-8 Kerajaan Dong Yue yang berwibawa yakin bahwa istrinya, wanita yang pernah mencoba bunuh diri demi Pangeran Pertama, adalah mata-mata yang dikirim oleh keluarga Qu.

__ADS_1


Tapi dia heran, kenapa sikap istrinya agak aneh? Lian Cheng jadi penasaran dengan mangsanya yang satu ini.


Yu Hao datang melaporkan perbuatan Lian Cheng yang menghajar kedua selir dengan tangannya sendiri. Lian Cheng tentu heran mendengarnya, sepertinya istrinya ini bukan wanita biasa karena dia bahkan tidak mengikuti pola normal. Karena itulah dia memerintahkan Yu Hao untuk terus mengawasi istrinya itu.


Tiba-tiba Lian Cheng pusing. Yu Hao sontak cemas. Tapi Lian Cheng bersikeras kalau dia baik-baik saja. Dia mengaku kalau terkadang, dia bisa mendengar suara mendiang Kaisar (Kakeknya).


Yu Hao menduga kalau Lian Cheng pasti sangat merindukannya karena dulu Lian Cheng tumbuh di sisi Kakeknya. Mungkin saja. Setelah mendiang Kaisar menyerahkan Segel Kerajaan kepadanya, beliau pergi selama-lamanya.


"Seandainya ia bisa kembali, aku sungguh ingin bertanya padanya. Kenapa ia memberikan Segel Kerajaan padaku alih-alih menjadikanku Putera Mahkota?"


Jing Xin memijat kaki Xiao Tan yang sakit gara-gara jatuh tadi. Xiao Tan menggerutu kesal, dia sudah tahu tidak akan ada hal baik yang akan terjadi dengan menikahi Lian Cheng itu.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menjadi seperti Zhen Huan dan Mi Yue. Siapapun yang berani mengangguku, akan kuhancurkan mereka." Geram Xiao Tan.


Jing Xin malah senyam-senyum menatap nonanya itu. Xiao Tan kesal, apa Jing Xin sedang menertawainya? Tidak, tidak. Jing Xin hanya merasa, saat Xiao Tan menghajar kedua wanita nyebelin tadi, Xiao Tan tampak sangat hebat. Sangat...


__ADS_2