
Lian Cheng pun langsung pergi meninggalkan Xiao Tan yang hanya bisa terdiam tak berdaya dan bersedih menatap kepergiannya dalam derai hujan.
Sejak hari itu, keceriaan Xiao Tan menghilang. Dia bahkan tidak punya nafsu makan sedikitpun sampai Jing Xin cemas dibuatnya. Dia sudah beberapa hari tidak makan, bagaimana tbuhnya bisa bertahan kalau begini terus?
"Bukannya aku tidak mau makan, tapi tidak nafsu makan. Segalanya jadi kacau. Aku bahkan membuat diriku terlibat di dalamnya."
"Tapi semua ini terjadi karena Pangeran Pertama dan keluarga Qu tahu kalau nona adalah kelemahan Pangeran Ke-8. Mereka merencanakannya dengan sengaja."
"Bahkan sekalipun aku tahu kalau itu jebakan, aku tetap tidak bisa menjelaskannya. Bahkan sekalipun aku bisa menjelaskannyaa, tak ada seorangpun yang mempercayaiku."
Berusaha menghibur Xiao Tan, Jing Xin menduga kalau Lian Cheng belakangan ini pasti sibuk dengan urusan negara hingga dia tidak punya waktu mengunjungi Xiao Tan. Belakangan ini, Lian Cheng selalu keluar pagi-pagi sekali dan pulang larut.
Tapi Xiao Tan tetap sedih, dia mau jalan-jalan saja. Dia cuma mau ke villa, jadi dia tidak mau Jing Xin menemaninya. Jing Xin pun hanya membantu memakaikan jubahnya biar dia tidak kedinginan dan mengingatkan Xiao Tan untuk cepat kembali.
__ADS_1
Lian Cheng sendiri ternyata sedang minum-minum bersama Jing Xuan. Mengira kakaknya sedang sedih karena masalah gagal menjadi putera mahkota, Jing Xuan berusaha menghiburnya dan mengingatkan ajaran yang pernah Lian Cheng katakan padanya, bahwa dia harus selalu melihat ke depan.
"Kehilangan posisi Putera Mahkota cuma perkara kecil. Kakak Ke-8, berhentilah bersedih karena itu."
"Dong Yue, bagaimana kau memperlakukanku? Aku bahkan tidak bisa memiliki wanita yang kucintai." Keluh Lian Cheng.
"Kukira ini karena masalah posisi Putera Mahkota, ternyata Kakak Ke-8 bermasalah karena cinta?"
"Aku mengerti segalanya! Pasangan bisa bertengkar. Tapi setelah beberapa hari, mereka akan saling mencintai lagi. Semua orang bisa melihat bagaimana Kakak Ipar Ke-8 sangat mencintaimu."
"Xiao Xuan, kau menggodaku lagi."
Xiao Tan berjalan ke pendopo pinggir kolam sambil menggerutu kesal. Awalnya masalahnya cuma bagaimana dia bisa kembali ke masa depan. Tapi kenapa sekarang jadi tambah rumit?
__ADS_1
Dia adalah ratu real estate, agen penjualan terbaik. Bagaimana bisa dia berakhir di tempat mengerikan ini, bahkan sampai mengalami hal-hal yang mematahkan hati.
"Baru beberapa bulan setelah menikah, aku dituduh melakukan perselingkuhan. Sekarang malah diabaikan olehnya. Di usia semuda ini, aku sudah harus menghadapi masalah perceraian."
Lian Cheng bahkan menyuruhnya untuk membuktikan. Tapi bagaimana caranya untuk membuktikan kalau di tbuh ini ada dua jiwa yang bersemayam.
"Pembatalan unit, pemutusan kontrak, kenaikan harga tanah. Tak ada seorang pelanggan pun yang tidak bisa kutangani. Tapi kali ini, bagaimana bisa aku gagal dengan Mo Lian Cheng. Sudahlah, lupakan saja. Kalau aku jadi dia, aku juga takkan percaya."
Dia duduk di pagar sambil terus menggerutu tanpa menyadari ada seseorang yang sedang mengintainya.
Orang itu perlahan mulai mendekatinya. Saat Xiao Tan menyadari kehadirannya, orang itu langsung mendorongnya ke dalam kolam.
Jing Xuan menyarankan Lian Cheng untuk bicara langsung dengan Xiao Tan jika Lian Cheng memang memiliki keraguan terhadapnya.
__ADS_1