
Ibu Suri tak mau tahu dan memerintahkan pelayannya untuk bergerak sekarang. Para pelayan sudah hampir menyeretnya saat tiba-tiba saja Lian Cheng sadar dan membentak mereka.
"Siapapun yang berani menyentuh Ta Er, akan kucabik-cabik mereka!"
"Cheng Cheng, akhirnya kau bangun. Kau menakutiku setengah mati." Xiao Tan lega.
Ibu Suri senang melihatnya sadar. Tapi Lian Cheng begitu marah padanya dan mengusirnya saat itu juga. Ibu Suri pun pergi dengan kecewa.
"Akhirnya kau sadar. Apa lukamu masih sakit?"
"Tentu saja sakit. Hatiku sakit karenamu."
"Cheng Cheng, percobaan pembunuhan itu, aku sudah mengetahui segalanya. Besok, aku ingin kau melihat pertunjukan bagus. Kemarahanmu pasti akan menghilang."
__ADS_1
"Semua itu sudah tidak penting lagi. Aku hanya ingin tahu, apakah kata-katamu yang kau ucapkan di sisiku itu masih berlaku?"
"Kata-kataku yang mana?"
"Kau bilang kau tidak akan kembali ke duniamu lagi. Kalaupun kau kembali, kau akan membawaku bersamamu."
Wah, Xiao Tan tak menyangka kalau Lian Cheng mendengarnya selama dia tak sadarkan diri. Bahagia, Lian Cheng menyandarkan kepalanya di bahu Xiao Tan dan menggenggam tangan Xiao Tan.
Keesokan harinya, rombongan Lian Cheng datang ke kediaman keluarga Qu dan tanpa basa basi melabrak Nyonya Qu.
Tuan Qu yang tidak tahu menahu tentang keterlibatan anak-istrinya, jelas tidak terima dengan pernyataan itu. Itu fitnah untuk menghancurkan keluarga Qu.
"Oh? Maksudmu, Puteri Anle, selirku, sengaja memfitnah keluarga Qu? Aku penasaran apa yang akan terjadi jika Ibu Suri mengetahui masalah ini."
__ADS_1
Ibunya Tan Er bingung apa yang sebenarnya terjadi. Xiao Tan meyakinkan Ibu Tan Er untuk tidak mempedulikan keluarga Qu, sudah sewajarnya seseorang harus menerima kesalahannya. Mulai sekarang, Ibu tidak perlu lagi menderita karena orang lain.
"Nyonya Qu, sudah cukup kau membenciku, kenapa kau berusaha mencelakai Pangeran? Apa kau tidak tahu kalau membunuh Pangeran, bisa membuat 9 generasi keluargamu dibunuh? Beruntunglah karena margaku juga Qu. Jika tidak, seluruh keluarga Qu pasti akan celaka karenamu!"
Karena Nyonya Qu tidak mau mengakui perbuatannya, bagaimana kalau mereka lanjutkan penyelidikan dan lihat apakah mereka bisa menemukan hal lainnya.
Ketakutan, Nyonya Qu sontak berlutut dan meminta mereka untuk tidak melakukan penyelidikan lagi. Dia mengklaim kalau semua ini perbuatannya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Tuan Qu jelas marah pada Nyonya Qu dan kebodohannya.
"Pejabat Qu. Kau biasanya sangat dekat dengan Putera Mahkota. Sudha cukup kau membantu siasat Putera Mahkota. Tapi, urusan percobaan pembunuhan Pangeran, kau berani membiarkan Nyonya Qu melakukannya?! Kau pasti tahu apa konsekuensi yang harus kau tanggung"
Tuan Qu langsung mati-matian membela dirinya sendiri. Dia sungguh tak tahu menahu tentang masalah ini. Bahkan sekalipun dia mati ribuan kali, dia tidak akan berani melakukan hal semacam itu.
Xiao Tan tak percaya. Dia yakin kalau Tuan Qu sedang memfitnah istrinya sendiri. "Bagaimana kalau kita selidiki lebih banyak lagi. Kita lihat apakah ada pemain lain dibalik insiden ini. Bisa saja Nyonya Qu cuma komplotan, jadi dia tidak bersalah."
__ADS_1
Tuan Qu setuju-setuju saja. Tapi Nyonya Qu jelas ketakutan tak mau Pan Er ketahuan. Dia langsung berlutut di hadapan Tan Er dan memohon-mohon agar dia tidak menyelidikinya lagi. Semua ini salahnya sendiri, hukum saja dia.