CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
88


__ADS_3

Di tempat lain, Lian Cheng sedang ngobrol dengan Bangsawan Wulian saat tiba-tiba saja sebuah senjata melesat ke arahnya. Lian Cheng dengan cekatan menangkapnya dan di senjata itu ada pesan yang memperingatkannya tentang nyawa Tan Er yang sedang dalam bahaya.


Lian Cheng sontak cemas menanyakan keberadaan Xiao Tan. Yu Hao melapor kalau Xiao Tan sedang pergi ke teater bersama Qing Yun.


Si penari mulai melepaskan topengnya dan diam-diam melirik targetnya, sementara Xiao Tan santai-santai saja menggerutui pertunjukan membosankan itu. Dia berniat berganti tempat dengan Tan Er, tapi entah kenapa tidak bisa. Apa mungkin karena banyak orang di sini?


Qing Yun lalu menjatuhkan kipasnya yang merupakan pertanda untuk si penari untuk memulai aksinya. Seketika itu pula, si penari langsung menghunus pedangnya ke Xiao Tan. Untunglah Xiao Tan cekatan untuk menghindarinya.


Tapi kemudian si pembunuh menariknya sampai Xiao Tan tersungkur ke depan. Qing Yun langsung melarikan diri bersama orang-orang lainnya dan si pembunuh melompat ke Xiao Tan.

__ADS_1


Tapi untunglah Lian Cheng tiba di sana saat itu juga dan langsung melawan si pembunuh. Jing Xin bergegas menarik Xiao Tan bersembunyi. Tapi kemudian, muncul lebih banyak pembunuh lainnya.


Mumpung keadaan sedang kacau balau, Pembunuhnya Pan Er pun beraksi menarget Xiao Tan. Anak panah itu melesat tepat ke arahnya. Untunglah Lian Cheng cekatan melempar pedangnya untuk menangkis anak panah itu.


Tapi si pembunuh menembakkan panahnya lagi dan kali ini dia menarget Lian Cheng. Kejadian itu berlangsung begitu cepat hingga Lian Cheng tidak siap dan panah itu pun menancap ke d**anya.


Yu Hao dan Bangsawan Wulian baru tiba di sana dengan membawa pasukan saat itu juga, tapi segalanya sudah terlambat dan si pembunuh itu pun langsung kabur.


"Aku akan memenuhi janjiku. Syukurlah kau selamat." Lian Cheng langsung ambruk seketika.

__ADS_1


Hati Xiao Tan hancur. Saat itulah dia baru menyadari bahwa di Kerajaan Dong Yue, Mo Lian Cheng adalah langitnya, segala-galanya baginya.


Semua tabib istana dipanggil untuk menyembuhkan Lian Cheng, tapi semuanya tak ada yang berguna. Mereka semua menyatakan kalau luka Lian Cheng terlalu serius dan tidak bisa disembuhkan.


Xiao Tan bersikeras menolak mempercayai diagnosis mereka. "Cheng Cheng, kau pasti akan baik-baik saja. Cepatlah bangun. Aku janji aku tidak akan nakal lagi. Aku akan menuruti apapun yang kau katakan."


Jing Xuan datang tak lama kemudian dengan membawa Tabib Gao. Tapi bahkan Tabib Gao pun sama seperti yang lain, luka Lian Cheng terlalu serius. Apakah dia bisa bangun lagi atau tidak, semua itu tergantung kehendak Langit.


Jing Xuan berusaha menyemangati Xiao Tan, pasti akan ada tabib lain yang lebih baik. Mereka pasti akan menemukan cara menyembuhkan Kakak Ke-8.

__ADS_1


Mendengar itu, Jing Xin tiba-tiba ingat dengan Kakek Liu. Dia kan pernah berhasil menyembuhkan Xiao Tan saat dia diambang maut gara-gara tenggelam waktu itu.


Benar juga, Xiao Tan segera memerintahkan Jing Xin pergi mencari si tua aneh itu. Dia juga meminta Jing Xuan untuk menyelidiki pelaku penyerangan ini dan meminta Yu Hao untuk membantu Jing Xuan.


__ADS_2