CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
106


__ADS_3

Kakek Liu sendiri masih begitu tercengang saat menatap kepergian mereka. "Luar biasa. Setelah seratus tahun lamanya, kau dan Mutiara Penekan Jiwa itu akhirnya muncul."


Di tengah perjalanan pulang, kedua penyihir tiba-tiba muncul menghadang keretanya Lian Cheng. Si pria langsung melempar cakar besinya ke kereta untuk mencabik kereta itu. Tapi untunglah Lian Cheng cekatan menarik Xiao Tan dan membawanya melompat keluar.


Lian Cheng langsung menghunus pedang dan melawan mereka seorang diri. Tapi saat Lian Cheng tengah sibuk melawan si wanita, si pria tiba-tiba melayang mendekati Xiao Tan dengan cakar besinya.


Panik, Lian Cheng berusaha bergegas menyelamatkannya. Cakar besi itu semakin mendekat. Tapi untunglah, Yi Huai mendadak muncul dan menangkis serangan si pria dengan pedangnya.


"Enyah kalian! Kalian mungkin bisa mengalahkan Lian Cheng sendirian. Tapi jika aku menyerang juga, jangan harap kalian bisa kabur hidup-hidup!"


Terpaksalah kedua penyihir mundur. Lebih baik mereka melapor dulu ke tuan mereka.


Lian Cheng berterima kasih pada Yi Huai. Tapi Yi Huai mengingatkan kalau dia melakukan ini bukan demi Lian Cheng. Lian Cheng memperingatkan Yi Huai kalau kedua orang tadi pasti akan mengincarnya.


"Itu urusanku. Apa hubungannya denganmu?" Ketus Yi Huai.

__ADS_1


Dia langsung pergi dan Lian Cheng pun langsung menarik Xiao Tan ke dalam plukannya.


Malam harinya, Yi Huai merasakan kehadiran penyusup di kamarnya. Si penyihir wanita muncul di hadapannya. Tapi si penyihir pria muncul dari belakangnya dan langsung menotoknya hingga dia tidak bisa bergerak.


"Kalian mau apa?"


"Tentu saja untuk membantumu mencapai tujuanmu."


"Sudah kubilang kalau aku tidak perlu campur tangan kalian lagi."


Kedua penyihir itu langsung melakukan ritual yang menghubungkan mereka ke Raja Iblis. Raja Iblis lalu melancarkan kekuatan sihir hitamnya ke sebuah segel sihir yang berbentuk sama persis seperti tato sihir di lehernya Yi Huai.


Dan seketika itu pula, Yi Huai langsung merasakan nyeri sampai dia pingsan. Tapi sedetik kemudian, dia membuka mata. Tapi kali ini, dia tampak berbeda.


Xiao Tan pergi mengunjungi Pan Er. Tentu saja Pan Er malas menerima kedatangannya dan mengira Xiao Tan datang untuk menertawakan keadaannya yang sekarang.

__ADS_1


Tapi Xiao Tan langsung saja nyelonong masuk. "Aku datang dengan maksud baik untuk menjengukmu. Keapa kau tidak mau menerimanya?"


Pan Er masih saja menyalahkan Xiao Tan sebagai penyebab keadaannya yang jadi seperti ini sekarang.


Xiao Tan benar-benar kesal mendengarnya. "Kalau bukan demi Qu Tan Er, aku tidak akan repot-repot mempedulikanmu!" Gumam Xiao Tan.


"Karena kau sudah melihatku, pergilah."


Xiao Tan benar-benar heran. Jelas-jelas Pan Er berbuat salah dan dia sudah berbaik hati memohon pada Lian Cheng untuk menyelamatkan Pan Er. Kenapa Pan Er tidak bisa menghargainya? Dia menolong Pan Er karena Pan Er adalah kakaknya Qu Tan Er satu-satunya.


Pan Er tetap saja nyinyir. Kalau memang demi persaudaraan, lalu kenapa Mutiara Penekan Jiwa itu malah jatuh ke tangan Xiao Tan.


"Meski kau mati sekalipun, Mutiara Penekan Jiwa itu akan tetap jadi milikku cepat atau lambat." Ujar Xiao Tan.


Tapi ada satu hal yang tidak Xiao Tan mengerti. Kenapa Pan Er begitu ingin membunuhnya? Bahkan sekalipun Pan Er tergila-gila mau jadi Permaisuri, tapi dia tetap adiknya Pan Er. Kenapa Pan Er musti sekejam itu padanya?

__ADS_1


__ADS_2