CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
44


__ADS_3

"Kalau begitu aku harus memberinya pelajaran, jika ini dibiarkan maka dia akan semakin kurang ajar."


"Seharusnya kau memperhatikan hubunganmu dengan suamimu! Jangan menyalahkan orang lain atas hubungan pernikahanmu yang buruk!"


Kesal, Pan Er langsung melayangkan tangan untuk menghajar Xiao Tan. Tapi tentu saja Xiao Tan melawan balik. Pan Er langsung memaksa para pengawal untuk memaksa Xiao Tan berlutut.


Tapi Yi Huai tiba-tiba datang dan langsung menghajar para pengawal itu dan membentak Pan Er.


Pan Er beralasan kalau dia cuma sedang mengajari atiket pada adiknya biar dia tidak dianiaya saat dia keluar.


Lian Cheng muncul saat itu juga. Dengan tenang dia beralasan bahwa istrinya tersayang demam kemarin, dia tidak boleh kelamaan di luar ruangan, jadi ayo duduk di beranda depan biar dia tidak sakit dan terluka lagi.


Mengerti maksudnya, Xiao Tan langsung berakting batuk-batuk sambil mengadu. Dia membuat Pangeran Pertama dan Kakak Pertamanya tersinggung, jadi Kakak Pertamanya memberinya pelajaran. Lian Cheng dengan sopan meminta maaf atas nama Tan Er.


"Yang Mulia terlalu sopan. Seorang wanita yang sudah menikah itu seperti air yang dibuang dari rumah. Bukan tempat kami untuk mengkhawatirkannya." Sinis Nyonya Qu.


"Baiklah. Karena Tan Er tidak enak badan, jadi kami pamit dulu."


Xiao Tan tak tega meninggalkan Ibu Tan Er, tapi Nyonya Qu jelas-jelas mengisyaratkan mereka untuk keluar.

__ADS_1


Lian Cheng pun langsung menyeret Xiao Tan pergi. Begitu mereka pergi, Nyonya Qu menyuruh Ibu Tan Er untuk ikut dengannya dan 'menyelesaikan urusan yang mereka belum selesai'.


Saat mereka tinggal berduaan, Yi Huai memperingatkan Pan Er untuk memperhatikan sikapnya dan jangan sampai salah melangkah.


Pan Er menyangkal, bukannya dia tidak berhati-hati, tapi Yi Huai lah yang hatinya berada di tempat lain.


"Jangan sembarangan menebak hatiku."


"Pangeran harus ingat siapa istri pangeran. Jika Pangeran tidak bisa mengakhiri sesuatu, maka jangan salahkan aku untuk campur tangan." Ancam Pan Er.


Dalam perjalanan pulang, Xiao Tan kagum mengomentari aktingnya Lian Cheng. Dia tidak menyangka kalau Lian Cheng bagus juga aktingnya. Lian Cheng cemburu memperingatnya untuk tidak main mata dengan siapapun mulai sekarang.


"Aku kan selalu ada di sisimu!"


Baiklah, baiklah. Baru kali ini Xiao Tan bertemu dengan orang yang suka mengatur. Lian Cheng tidak terima, seharusnya Xiao Tan menyebutnya sebagai penyelamatnya.


"Sebagai suami, tugasmu adalah melindungi istrimu. Kau benar-benar contoh klasik dari shuài (tampan)"


"Shuài? Apa artinya?"

__ADS_1


"Shuài... artinya kau sangat tampan."


"Aku yang tampan atau Kakak Pertama yang tampan?"


"Kenapa kau masih cemburu dengan Pangeran Pertama?"


"Kau yang mulai duluan."


"Kau yang tampan. Kau yang paling tampan. Puas? Tapi bagi wanita yang paling penting adalah rasa aman."


Lian Cheng kan pangeran Dong Yue. Apa yang membuat Xiao Tan merasa tidak aman?


Yang Xiao Tan maksud bukan masalah perlindungan, tapi lebih pada perasaan rindu dan kepercayaan.


"Seperti saat kau harus menghadapi seluruh dunia dan kau tahu bahwa ada seseorang yang selalu mendukungmu."


"Kata-kata istriku cukup mengejutkan tapi terasa manis dan menarik. Kalau nanti ada yang lain, kau bisa beritahu aku."


"Kalaupun kukatakan juga, kau takkan tahu."

__ADS_1


Apa Xiao Tan meragukannya? Tidak, Xiao Tan tidak berani meragukannya. Tapi apa Lian Cheng sungguh akan mempercayai semua yang diucapkannya?


"Selama kau yang mengatakannya, aku akan mempercayainya."


__ADS_2